PRICE TAG
April 30, 2011, by YOTCA. read: 1,797
*Artikel ini ditulis oleh Novena Adelweis Gisela, Young On Top Campus Ambassador Universitas Tarumanagara.
Saat Anda bertemu orang lain dan mereka bertanya, “Berapa harga diri Anda?”, bagaimanakah Anda akan menjawab pertanyaan tersebut?
Apakah Anda akan menghitung harga fashion items dan body treatment yang melekat di tubuh Anda? Atau Anda memutar balik waktu dan mengingat-ingat kembali prestasi yang telah Anda raih? Adakah hal lain yang tepat untuk menggambarkan ‘price tag’ Anda?
Hari Minggu tanggal 17 April 2011, sepulang nonton Screening ITB Entrepreneurship Challenge 2011 di @America Pacific Place, cuaca mengharuskan saya pulang menggunakan taxi. Begitu saya membuka pintu taxi, saya menemukan handphone Nokia E63 bersarung biru di jok belakang. Saya memberikan handphone tersebut ke supir taxi. Sepanjang perjalanan pulang, supir taxi mengutarakan keinginannya untuk mengembalikan handphone tersebut kepada pemiliknya yang bertempat tinggal tak jauh dari Senayan.
45 menit kemudian, pemilik handphone yang tertinggal menelepon supir taxi yang masih mengantarkan saya melewati banjir. Supir taxi berjanji akan mengantarkan handphone itu esok paginya.
Saya cuma berpikir, “Niat amat sih, supir taxi ini? Mau nggak dikembaliin tuh handphone, saya juga tidak mau tahu. Siapa pula yang kepikiran nyatet nomor pengemudi taxi? Lagian bukannya udah ada peringatan di pintu soal barang ketinggalan? Berarti salah penumpangnya donk? Siapa suruh buru-buru?”
But, that’s a PRICE TAG. Seseorang dihargai dengan tulus karena perbuatannya. Dibalik setiap perbuatan seseorang pasti terselip motivasi yang menjadi alasan mengapa mereka melakukan hal tersebut. Kita memang tidak bisa langsung mengetahui motivasi seseorang, namun hal itu akan nampak ketika reward yang diterima tidak sesuai dengan apa yang diharapkan.
Misalkan : Seseorang menolong sesamanya hanya untuk mendapatkan pengakuan bahwa ia adalah orang yang berdedikasi terhadap lingkungannya. Bagaimana jika ternyata orang lain tidak menganggap perbuatannya? Apakah orang tersebut akan kecewa dan menghentikan usahanya atau melanjutkan usahanya karena ia tahu bahwa apa yang dilakukannya baik adanya?
100.000 Rupiah. Anggaplah itu fee untuk supir taxi yang sudah mengembalikan handhone yang tertinggal kepada pemiliknya. Tapi, adakah yang bisa menyebutkan harga untuk loyalitas, integritas, dan kejujuran seseorang?
“The world always look who’s on the top of the chart, but GOD always seek what’s at the bottom of the heart”
- Ricky Setiawan
Related posts:


