Resolusi, Target, atau Impian?
December 31, 2010, by Antonny Liem. read: 4,080
Hari terakhir 2010! Hari ini salah satu topik yang lagi ramai dibicarakan adalah mengenai resolusi buat tahun depan. Apa yang mau dicapai? Apa yang mau dilakukan? Gayanya juga berbagai macam, ada yang buatnya simpel dan umum, tapi tidak sedikit juga yang membuat list panjang dan detil lengkap dengan action plan dan timeline.
Saya sendiri jujur bukan orang yang suka membuat resolusi. Kalaupun ada, sifatnya tidak detil, apalagi ditulis atau diumumkan ke orang-orang di jagad maya melalui jejaring sosial seperti tren sekarang. Kalau engga tercapai, malu rasanya hahaha. Tapi memang ada argumen juga bahwa dengan menuliskannya, dan juga memberi tahu semakin banyak orang, akan makin banyak yang mendukung kita sehingga resolusi kita itu bisa semakin mungkin tercapai.
Di kasus saya pribadi, dulu waktu masih muda sekali (sekarang masih muda tapi engga banget, hahaha) saya juga sempat ikut tren dengan membuat resolusi. Meski seperti saya bilang di atas, saya tidak menulisnya dan juga tidak banyak orang yang tahu, hanya saya sendiri. Beberapa kali saya begitu, dan…tidak semuanya tercapai. Hahaha. Apakah itu gara-gara saya tidak umumkan pada dunia, atau gara-gara saya tidak tulis, saya tidak tahu. Tapi pastinya, seiring bertambahnya umur, saya tidak lagi membuat resolusi tiap akhir tahun. Tidak berarti saya bilang bahwa resolusi itu tidak penting loh. Ada banyak teman saya yang sukses dengan resolusi-resolusi mereka setiap tahun. Yang penting sebenarnya bukan namanya apakah itu resolusi atau apapun, tapi yang penting bahwa kita harus punya tujuan, harus punya arah. Mungkin saya sendiri juga dengan tidak sadar tiap tahun punya resolusi, hanya saja tidak saya namakan “resolusi”. Kalau kita hidup tidak punya arah dan tujuan, kita tidak akan bisa betul-betul mencapai potensi kita sesungguhnya. Punya tujuan itu membantu kita mengambil keputusan, memilih jalan mana yang ditempuh supaya setiap saat kita akan semakin dekat ke tujuan kita tersebut. Betul?
Ada yang bilang, semua dimulai dari impian. Kita punya suatu impian tentang apa yang mau kita capai, apa yang mau kita miliki. Kemudian, dengan memberi impian tersebut tenggat waktu (deadline), impian tersebut berubah jadi target. Dan lalu menurut saya, dengan menambahkan action plan pada target tersebut, jadilah resolusi kita.
So, apa resolusi Anda tahun depan? Sudah punya target? Atau masih impian? Minimal, saya rasa, mari kita mulai dari impian… Selamat tahun baru 2011!
Related posts:



Just wish to say your article is as surprising. The clearness in your post is just spectacular and i could assume you are an expert on this subject. Fine with your permission allow me to grab your RSS feed to keep up to date with forthcoming post. Thanks a million and please carry on the gratifying work.