billy boen

Salam Bahagia

December 2, 2011, by YOTCA. read: 1,449

Christmastuti Destriyani – YOT CA Universitas Brawijaya – Artikel Desember

Ini adalah artikel kelima saya selama menjadi YOT Campus Ambassador 2011. Dari keempat artikel yang sudah saya buat selalu ada ‘salam bahagia’ baik diawal maupun diakhir tulisan tersebut. this is the story! :D

Salam bahagia pertama diucapkan oleh mentor yang sudah saya anggap seperti kakak saya sendiri, Titis Setyawardhani. Mbak Titis menitipkan salam bahagia melalui teman saya ketika kami tidak bertemu muka. Darisana setiap bersalaman, Mbak Titis selalu mengucapkan ‘salam bahagia’. Dan kebiasaan itulah, saya biasa menggunakannya dalam keseharian.

Salam Bahagia. Dua kata sederhana yang memiliki banyak makna.

Bagi saya pribadi, ucapan ini seperti sebuah sugesti. Sebuah pemantik yang membuat saya menjadi ingat bahwa bahagia itu mudah. Ketika berjabat tangan dan ‘salam bahagia’ itu terucap ada sebuah senyuman yang berkembang. that’s true!

Siapa yang tidak mau bahagia? Tidak ada seorang pun dari kita yang tidak ingin bahagia, bukan? Tapi kadang hidup dianggap tidak membahagiakan kita dari beberapa kejadian yang diluar dari rencana. Hanya saja konsep ‘hidup berjalan sesuai dengan rencana kita’ dan itu disebut bahagia sangatlah sempit. Bahagia memiliki arti yang luas. Pengertiannya pun relatif.

Bahagia itu hanya sebatas pikiran kita. Tidak selamanya memiliki segala hal di dunia ini bisa dibilang bahagia. Ada orang yang hidupnya sederhana namun merasa dirinya bahagia. Ada orang yang menderita penyakit parah merasa dirinya bahagia. Ada orang yang patah hati setelah bertahun-tahun menjalani sebuah hubungan dan merasa dirinya bahagia. Sederhananya, bahagia tidak memiliki parameter yang pasti. Namun bahagia berasal dari pikiran. When you think you are happy, you’ll feel happy more than you want.

Lalu apa hubungannya ‘salam bahagia’ dan keinginan kita untuk bahagia? Silakan lanjut membaca yaa. Hehe

Seperti yang sudah saya sebutkan diatas, salam bahagia bagi saya seperti sebuah sugesti. Dia mengalirkan sebuah energi positif yang langsung menuju hati dan otak. Seperti sebuah pengingat, bahwa untuk menjadi bahagia itu sederhana. Ucapan ini mengingatkan saya untuk berbahagia dalam segala situasi karena darisana akan muncul banyak hal positif.

Lalu?

Sebarkan semangat bahagia itu untuk orang-orang di sekitar kita. Dan salah satu caranya adalah dengan mengucapkan ‘salam bahagia’ atau dengan cara apapun. Berpikir bahagia kemudian sebarkan. Jangan jadikan bahagia hanya untuk diri sendiri. Bagi juga kebahagiaan itu untuk orang lain.

Jika cara ini ampuh pada saya, ada kemungkinan juga ampuh bagi kita semua. Hehe

Bahagia itu hanya sebatas pikiran. Berpikirlah bahagia, maka kita akan bahagia. Dan berbagi tidak akan mengurangi rasa bahagia tersebut. so keep learn and share. See you on the TOP, guys!

bisa juga dilihat di http://sastrawanamatir.blogspot.com/2011/05/salam-bahagia.html atau http://www.facebook.com/note.php?note_id=112317818853779

Salam Bahagia

Christ

Related posts:

  1. Cara Bahagia dalam 30 Detik!
  2. Salam KEnal
  3. Salam kenal Bro Billy Boen
  4. Lebih Bahagia Kerja Setiap Hari

Leave a Reply