billy boen

SALE: It’s the Thing You Can’t Resist

December 17, 2010, by JIM-DARE. read: 4,056

Menjelang akhir tahun, memang hampir semua major fashion brands dan department stores mengadakan sale (diskon) besar-besaran. Coba kamu pergi ke mall favorit-mu and hitung ada berapa banyak signage (papan display) yang bertuliskan: holiday sale, end of year sale, end of season sale, atau midnight sale. Kami yakin jari tangan dan kakimu tidak cukup untuk menghitungnya. Tahukah kamu bahwa tujuan dari “sale event” ini tidak lain dan tidak bukan adalah untuk menghabiskan stok tahun ini supaya tahun depan mereka bisa me-restoknya dengan model keluaran terbaru. Lalu bagaimana caranya supaya kita bisa jadi “smart shopper” saat godaan datang?

1. Mark your calendar.
Pastikan kamu tahu persis kapan sale tersebut dimulai dan berakhir. Misalnya, kamu dengar di iklan di radio/baca di koran kalau Metro Department Store akan mengadakan 70% off menjelang akhir tahun, jangan lupa catat hari dan tanggalnya di smart phone/ agenda kamu. The earlier you go, the better! Why? Karena masih banyak pilihan dari model, ukuran, sampai warna yang tersedia ketika kamu pergi di hari pertama sale dibuka.

2. Make a list.
Mungkin kamu bertanya-tanya, bukannya “shopping list” itu hanya diperlukan ketika mau berbelanja keperluan bulanan (grocery shopping) saja ya? Wrong! Kamu perlu mencatat barang-barang/item yang kamu cari dan pergi berbelanja dengan sebuah perencanaan yang jelas. Bahkan kalau bisa, kamu membuat priority list: urgent vs. important. Misalnya: underwear kamu sudah usang dan bolong, maka pastikan item tersebut ada di urutan paling atas kategori “urgent”. Bedakan dengan “little black dress” yang seharusnya masuk kategori important (wajib punya), tapi tidak terlalu urgent.

Dengan shopping list, kita cenderung “tidak konsumtif” dan tidak melakukan “impulse buying”. Seringkali kita tergoda untuk membeli barang-barang lain yang sebenarnya tidak kita perlukan hanya karena barang tersebut sedang diskon. Bahkan tidak jarang, tanpa perencanaan yang jelas, kita membeli lebih banyak dari budget yang sudah kita siapkan, hanya karena kita “lapar mata”.

3. Wear the right outfit.
Ketika kamu sengaja pergi ke mall dalam rangka hunting barang-barang “sale”, maka kamu perlu memperhatikan baik-baik outfit yang kamu pakai. Tentunya kamu tidak perlu menggunakan stiletto dengan hak 12 centimeter padahal kamu tahu, kamu akan banyak jalan (bolak-balik) di mall. Kami menyarankan agar kamu mengenakan atasan yang cukup longgar sehingga mudah untuk dilepas-pakai ketika kamu fitting. Untuk wanita, celana legging bisa menjadi pilihan tepat, karena praktis dan pas dengan lekuk tubuhmu, sehingga ketika kamu ingin mencoba bawahan tertentu (rok atau celana), tetapi fitting room penuh maka kamu bisa mencobanya langsung tanpa perlu menanggalkan leggingmu.

4. Avoid rush hour.
Ketika ada “midnight sale” di mall favoritmu, jam berapa kamu sampai di mall tersebut? Saran kami: come in earlier. Kunjungilah department store/toko favorit yang menjadi destinasimu pada pukul 8 atau 9 malam, dimana sebenarnya sale tersebut belum dimulai. Kamu bisa browse around di dalam toko dengan tenang. Lalu, ketika sudah menemukan barang incaran, jangan lupa coba dulu ke fitting room. Setelah semuanya pas dan kamu merasa cocok, kamu bisa bersikap manis pada shop assistant/sales clerk supaya mereka mau menyimpan/ menyembunyikan barang itu khusus untukmu. Tapi, kalaupun mereka tidak bisa melakukannya, jangan putus asa. Kamu bisa berputar-putar/nongkrong dulu di mall sampai waktu “sale” tiba. Lalu ketika the sale is ON, bergegaslah ke toko yang kamu datangi tadi, ambil kembali barang incaranmu dan antri di kasir. Dengan begitu, kamu tidak perlu berdesak-desakan dengan beribu pengunjung yang lain, apalagi menghabiskan waktu antri di fitting room.

5. Always try on the clothes.
Selalu sempatkan diri untuk fitting sebelum membeli. Memang antrian di fitting room cukup panjang apalagi ketika musim “sale”, tetapi percayalah bahwa fitting itu penting. Berikut adalah beberapa hal yang perlu kamu perhatikan ketika sedang fitting:

- Check yourself out.
Dengan bantuan three-way mirror (kaca depan, samping kiri, dan samping kanan), kamu bisa melihat bagaimana jatuhnya pakaian itu di badanmu. Lalu cobalah berjalan, duduk, jongkok, membungkuk dengan pakaian yang kamu kenakan, karena dengan begitu kamu tahu persis apakah bahannya mudah kusut/tidak.

- Try lots of sizes.
Sizing seringkali tidak konsisten antara designer/brand yang satu dengan yang lainnya, atau bahkan antara bahan (fabric) yang satu dengan yang lain. Mungkin ketika mencoba mengenakan brand A, sizemu Small, tetapi dengan brand B, sizemu Medium. Jangan terlalu terpaku pada nomor/huruf di clothing tag, pilihlah yang paling fit (pas) untuk tubuhmu.

Mungkin kamu merencanakan untuk mengurangi berat badan, sehingga kamu mencoba pakaian yang jauh lebih kecil ukurannya. Saran kami: lupakan itu! Pakaian yang terlalu ketat akan membuatmu terlihat lebih gemuk (besar). Pastikan bahwa pakaian yang kamu kenakan sekarang sesuai dengan ukuran tubuhmu sekarang! Karena kamu toh akan mengenakan pakaian itu dalam waktu dekat, bukan sampai bobot tubuhmu berkurang lima kilo-kan? Lagipula kalau memang ternyata kamu kurusan, kamu bisa minta bantuan tukang jahit untuk mengecilkannya untukmu.

- Try it on with accessories.
Mungkin kamu mencoba celana panjang, tetapi sepatu yang kamu kenakan saat fitting adalah flat shoes. Saran kami: cobalah meminjam sepatu yang tepat (high heels) dari shoe division di department store/toko tersebut dan lihatlah bagaimana jatuhnya celana tersebut di badanmu. Apakah panjangnya sudah pas atau masih perlu dibawa ke tukang jahit untuk dipotong?

Contoh kasus yang lain adalah ketika kamu mencoba dress, misalnya. Jangan segan untuk mencobanya dengan berbagai macam belt yang tersedia di toko tersebut. Kamu bisa coba thin belt, kemudian mencobanya lagi dengan big-buckle belt, intinya jangan malu untuk minta bantuan shop assistant untuk memenuhi permintaanmu.

- Know what is fixable.
Kamu perlu tahu persis “kerusakan” jenis apa yang mudah diperbaiki dan yang sulit diperbaiki. Kalau kancing lepas, kamu tahu itu mudah untuk dipasang (jahit) kembali. Tetapi kalau misalnya ada bekas noda pada fabric, yang kelihatannya akan sulit pudar walaupun dibawa ke laundry (dry cleaning), maka sebaiknya kamu lupakan saja item itu.

- Trust your instinct.
Jika kamu merasa bahwa pakaian ini kurang cocok walaupun orang lain meyakinkanmu bahwa the item is “perfect” for you, maka sebaiknya jangan dibeli. Juga, kalau kamu merasa kurang nyaman dengan bahannya, maka jangan memaksakan diri untuk membeli, tidak peduli betapa bagusnya pakaian itu di tubuhmu. Percayalah bahwa instinctmu selalu benar, karena pada akhirnya kamulah yang akan mengenakan pakaian itu. When you feel incomfortable, it shows. Bahkan tidak jarang, akhirnya pakaian itu dibiarkan saja dalam tumpukan pakaian yang “jarang dipakai”. Sayang sekali kan?

6. Know when the price is right.
Sebelum akhirnya memutuskan untuk melakukan pembelian, coba perhatikan ketiga hal berikut ini:

- Think price per wear.
Tanyakan pada dirimu sendiri “Seberapa sering kamu akan mengenakan pakaian ini?” Mengapa? Karena semakin sering kamu mengenakan pakaian itu, maka pakaian itu menjadi murah harganya. Sebaliknya, pakaian yang murah bisa menjadi mahal jika kamu tidak sering-sering mengenakannya. Contoh: little black dress yang bagus keluaran designer ternama mungkin harganya 1 juta rupiah. Tetapi kamu akan sering sekali mengenakan dress ini, misalnya dalam 1 tahun, kamu akan mengenakan dress ini 10 kali. Sehingga harga dress ini menjadi senilai Rp 100.000,- per sekali pakai. Murah kan? Tapi bayangkan kalau kamu membeli leopard print dress yang harganya Rp 350.000,- tetapi hanya kamu pakai sekali saja untuk occasion tertentu. Tentunya leopard print dress tersebut jadi mahal kan nilainya?

- How many copies they have?
Coba kamu bertanya pada shop assistant, kira-kira ada berapa banyak item serupa yang dijual di toko tersebut. Sebuah blazer keluaran butik ternama mungkin harganya mencapai nilai jutaan rupiah, tetapi kamu tahu persis bahwa si designer hanya membuat 2 pasang blazer serupa, itupun berbeda warna. Then you know it’s worth it! Lain halnya, ketika kamu pergi ke shop yang outletnya hampir selalu ada di mall terkemuka, di sana memang kamu akan menemukan jenis blazer yang harganya cukup affordable, tetapi sayang sekali banyak sekali copycatnya (blazer dengan warna dan bahan serupa). Tentunya kamu tidak mau sering-sering papasan dengan “kembaran” mu di mall kan?

- Second-guess yourself.
Tanyakan kembali pada dirimu, “Apakah saya akan membeli barang ini jika tidak sale?” Jika jawabannya “Tidak, saya tidak akan membelinya”, maka sebaiknya kamu move on. Remember, It’s not a bargain if you won’t wear it.

Have a fun sale-hunting experience! Happy shopping guys!

Follow us on Twitter: @jimDAREfashion

Put “Like” on our Facebook: JIM DARE Fashion Consulting

Visit our blog: http://jimdarefashion.blogspot.com

Got questions about our fashion consulting services? Email to susan@jakartaintl.com

Related posts:

  1. Don’t be a Fashion (Trend) Victim, Show Your Own Style!
  2. Start Leading Now

One Response to “SALE: It’s the Thing You Can’t Resist”

  1. turoperator says:

    very interesting article. I believe that such websites are the most valuable, since communicate reliable information and not rumors. Keep it on.

Leave a Reply