billy boen

Saya punya satu seperempat buah kaki, dan itu keren!!! :D

October 16, 2011, by YOTCA. read: 241

Stefanus Wibawa YOT CA Trisakti

ispiring artikel bulan oktober

beberapa saat yang lalu beberapa anak-anak YOT CA berkunjung ke Metro Tv,  kami berkesempatan untuk membantu Kick Andy fundation untuk menyortir buku-buku bekas yang akan di sumbangkan kepada orang-orang yang membutuhkannya. Setelah selesai menyortir beberapa ribu buah buku dan mengelompokannya dengan rapi, kami meneruskan kegiatan kami dengan belajar mengukur kaki palsu.

ada sebuah prorgam dari Kick Andy fundation yang akan memberikan kaki palsu secara geratis kepada orang-orang yang membutuhkannya. pada hari itu kami di dampingi oleh dua orang penyandang cacat kaki akibat telah di amputasi, yang pertama memiliki titik amputasi dibawah lutut dan yang lainya berada di atas lutut.

Pak Ali yang mengajarkan kami bagian mana-mana saja yang perlu diukur, beliau mengatakan kami harus berlutut (seperti sungkeman saat lebaran) dan memegang bekas luka titik amputasi korban tersebut. saya pikir saya bukan lah orang yang mudah mual, atau jijik, atau lain sebagainya -yang memang saya tidak tau mengapa, ada diantara kami yang menangis saat proses belajar itu berlangsung-.

giliran saya pun datang, saya memegangnya. saya melihat di depan mata saya hanya terdapat satu seperempat kaki (kebetulan saya mendapatkan kesempatan belajar mengukur kaki palsu dengan yang memiliki titik amputasi diatas lutut) mas Deny namanya. orangnya ramah, mudah tersenyum, kulitnya sedikit hitam dan suka bercerita -tentunya cerita yang saya tunggu-tunggu adalah cerita tentang awal kejadian dari keadaannya sekarang-. singkat cerita Mas Dany memberitahukan bahwa amputasi yang dialami olehnya berawal dari kecelakaan motor. dan saya seorang pengendara kendaraan bermotor, roda dua “nice” kata saya dalam hati sambil tersenyum kecut.

pada saat saya memegang bekas luka tersebut, saya melihat ada bekas jaitan, kelebihan daging yang tidak wajar dan kaki yang hanya seperempat dari ukuran normal kaki manusia.

saya biasa saja.

tidak ada perasaan aneh yang saya rasakan, jijik? saya biasa saja, geli? biasa saja, takut? harusnya takut Tuhan, bukan seperempat kaki, menangis? ayolah saya pria yang kuat.

saya sungguh terbiasa dengan kondisi kaki tersebut, kaki yang hanya satu seperempat. kaki yang memiliki tulang paha hanya setengah dari panjang tulang paha pada umumnya. kaki yang hanya memiliki tempurung lutut satu buah. kaki yang saat itu sedang saya pegang,  yang terus-terusan saya teliti bekas lukanya, potongan tulangnya, dll.

tetapi… tetap saja saya biasa saja, saya sangat kuat…

ada suatu mement dimana saya mendengar Pak Ali menegur saya dengan pertanyaan, “kok mau pegang-pegang bekas lukanya? kan itu pasti bau”

“aaahhh enak saja, di gosokin tau… bebas daki ini mah…” balas Mas Dany langsung sembari mendorong ngeledek Pak Ali, dan mereka berdua tertawa di tengah-tengah saya yang ikut tersenyum.

giliran saya telah selesai, dan saya berdiri untuk menyudahi pekerjaan saya sambil mengucapkan terimakasih kepada Mas Dany.

dan tiba-tiba jantung saya berdegup kencang sembari saya berdiri, tidak ada yang aneh dari saya, saya terlalu biasa dengan keadaan ini, saya terlalu kuat dengan keadaan ini, dan saya terlalu keren dengan keadaan ini. saya berdiri di kedua kaki saya, yang menyanggah diri saya dengan sempurna, tanpa tongkat, tanpa perlu berusaha mencari keseimbangan.

saya menjadi panik sendiri, saya memiliki dua buah kaki, dan orang itu tidak.

saya langsung duduk di sebuah sisi meja, melonjorkan kedua buah kaki saya, ada apa ini? paha saya terasa sakit, ngilu sekali.

kemudian saya memegang kedua buah kaki saya, merabanya dari pangkal paha hingga keujung jari-jari saya, seakan-akan saya takut jika diantara keduanya itu terdapat kaki palsu.

tetapi keadaan ini malah sungguh menyakitkan untuk saya, saya begitu sempurna! dan seperti yang tadi saya bilang, saya sungguh merasa keren!

coba bayangkan, Mas Deny di ledekin seperti tadi masih bisa tertawa dan bercanda dengan kondisi tubuhnya yang seperti itu, beliau tertawa , terus dan tetap mensukuri keadaannya yang tidak bisa kembali seperti sediakala lagi. tetapi jiwa besarnya, yang menghargai arti dari hidup yang di berikan   oleh Tuhan terus di pergunakan untuk tetap hidup selayaknya memiliki tubuh yang sempurna. jiwa besarnya membuat dia sangat keren, saya sudah tidak tahu lagi harus menggunakan bahasa seperti apa, tetapi satu yang saya liat ketika mengobrol dengannya, saya rasa dia sangat keren. jika dibandingkan dengan orang lain yang sempurna sekalipun, dia tetap keren! apalagi jika dibandingkan dengan orang-orang yang memiliki kaki hanya satu dan mengemis di pinggir jalan mengharapkan belaskasihan dari orang lain.

sekedar informasi, program kaki palsu oleh Kick Andy tidak akan memberikan kaki palsu kepada orang-orang yang menggunakan alasan kondisi mereka yang seperti itu untuk mengemis. bahkan untuk orang-orang yang mengalami konsidsi seperti Mas Deny yang benar-benar ingin kembali kekehidupan yang dulu, sebelum mengalami keadaan seperti sekarang perlu melewati test dahulu yang bersifat lebih kepada mental. salah satunya seperti ledek-ledekan canda seperti yang sudah saya ceritakan diatas, betapa luarbiasanya Mas Deny dengan kondisi seperti itu, terlihat seperti orang biasa yang sedang membahas jerawatnya. begitu besar jiwanya.

kembali saya tetap masih memegang kaki saya, menyadari bahwa kekuatan yang saya dapatkan ketika proses pengukuran kaki palsu tersebut adalah saya merasa bahwa saya sama dengan mereka, ketika bersama dengan Mas Deny saya merasa bahwa kaki saya hanya satu seperempat, dan memaklumkan hal itu seakan-akan orang lain pun juga hanya memiliki satu seperempat jumlah kaki.

semabari memijat-mijat paha kiri saya say terus membayangkan moment-moment saat saya bangkit berdiri dan menyadari jika kaki saya ada dua buah, dan terus menyadari orang di sekitar saya memiliki kaki dua buah juga, dan juga menyadari jika kaki Mas Deny hanya satu seperempat, tetapi dia begitu keren

hingga saat menulis artikel ini, saya terus bersyukur atas keadaan saya yang begitu sempurna, dan saya tau saya keren. saya tau banyak sekali kata-kata yang berantakan, typo, kalimat percuma, tetapi saya tetap keren ;) saya berusaha untuk tidak pernah sedikitpun saya minder jika salah, minder jika punya bekas luka yang tidak mau hilang, minder jika saya saltum, dll. saya tetap merasa saya keren, tidak ada lagi kata-kata minder di dalam kamus saya :p

tentu saja kamu juga, kita semua yang memang dalam keadaan sempurna sungguh keren karena ternyata banyaka sekali orang-orang yang tidak sempurna dan sangat keren. kita di berkati oleh Tuhan dengan kelebihan atau kesempurnaan yang  memang sudah kita punya.

bukan untuk sebuah pencapaian, bukan untuk sebuah prestasi, bukan juga keberhasilan. saat ini saya bersyukur untuk apa yang sejak dulu kala saya punya

semoga terinspirasi sobat :P

thx,.

Stefanus Wibawa

Related posts:

  1. Sebuah Kisah Menarik: Kaki Saya dan TransJak*rta
  2. Otak dan Kisah ‘Gajah Memakai Kaus Kaki Berwarna Biru’
  3. [Dicari] Mahasiswa aktif (punya prestasi, komunitas, atau keahlian)
  4. Dari Film Saya Belajar Kritik

Leave a Reply