billy boen

Saya Yakin, Kamu?

January 15, 2012, by YOTCA. read: 1,358

Oleh: Lucky Bagus Septyo (YOT CA Univ Bakrie)

Berikan saya 10 pemuda dan saya akan GUNCANG dunia.

-Soekarno-

Biarkan kini, kami (pemuda) bermimpi, tapi tunggu kami ubah bangsa ini pada waktunya nanti.

-Lucky Bagus Septyo-

Indonesia, negara dengan jumlah penduduk terbesar keempat di dunia, dengan populasi lebih dari 240 juta penduduk. Begitu besar terlihat dari luar, namun sangat rapuh di dalamnya. Ini bukan omongan asal jeplak, namun memang benar-benar keluar dari seorang anak bangsa, yang benar-benar haus akan keadilan, kejujuran, dan kemajuan. Bangsa ini begitu bangga dengan sukses menjadi penyelenggara Pekan Olahraga se-Asia Tenggara itu, namun lupa bahwa masih ada jutaan orang yang berteriak, menangis, bahkan sakit dan mati karena kelaparan. Milyaran rupiah dikeluarkan hanya untuk mempertahankan EGO sebagai Negara Besar di Asia Tenggara, mantan macan Asia. Namun yang jadi pertanyaan lagi, berapa persen yang masuk ke kantong si tikus-tikus berdasi? Saya tidak berani berasumsi, namun saya yakin, pasti ada.

Bobroknya negara ini memang tragis dan buat kita sebagai anak bangsa rasanya ingin menangis. Tetapi saya yakin bahwa pemuda Indonesia tidak cengeng dan mampu mengatasi ini semua. Yang menjadi pertanyaan, seberapa besar keinginan kita untuk benar-benar mengubah keadaan negeri ini. Ini semua bukan masalah saya, kamu, atau dia saja, namun ini masalah kita, bangsa Indonesia. Saya memang hanya anak muda, yang lulus strata satu saja belum, namun saya memiliki keyakinan untuk tidak menjadi golongan tikus berdasi yang merampas hak orang lain, tapi pura-pura peduli. Melalui tulisan yang super singkat ini, saya ingin sekali mengajak teman-teman sekalian untuk membuka mata, hati, dan pikiran kita semua tentang apa yang akan terjadi jika generasi kita kelak hanya menjadi antek-antek nafsu materi, yang hanya menjadikan uang sebagai orientasi, kekayaan sebagai tujuan, dan kesengsaraan orang lain sebagai suatu hal yang normal. Hanya satu jawabannya, “Good Bye Indonesia!”. Mereka yang pergi ke luar negeri dan mencari penghidupan disana bukan berarti tidak cinta akan tanah air, tetapi mereka sudah lelah dengan keadaan bangsa ini. Kita, sebagai generasi yang akan datang, selayaknya lebih semangat untuk membangun bangsa ini. At least, berkomitmen untuk membangun karakter kita kini sebagai calon pemimpin bangsa yang berani berkata tidak pada korupsi, dan berani melakukan sesuatu yang bermanfaat untuk bangsa ini.

Kawan, semua hal yang besar di mulai dari yang kecil. Kita tidak dapat mengubah keadaan 240 juta bangsa Indonesia dalam sekejap, namun potret bangsa Indonesia kini seharusnya mampu mengubah kita untuk menjadi generasi mendatang yang sukses, dan mampu berusaha untuk kebangkitan bangsa ini.

Related posts:

  1. Sebuah Kisah Menarik: Kaki Saya dan TransJak*rta
  2. saya adalah seorang pemimpi
  3. Saya punya satu seperempat buah kaki, dan itu keren!!! :D
  4. Yakin vs Ngarep
  5. Yakin ingin mati? Palmira Vidya Mumpuni, UI

One Response to “Saya Yakin, Kamu?”

  1. Unquestionably believe that which you stated. Your favorite justification appeared to be on the internet the simplest thing to be aware of. I say to you, I definitely get annoyed while people think about worries that they plainly don’t know about. You managed to hit the nail upon the top as well as defined out the whole thing without having side effect , people can take a signal. Will probably be back to get more. Thanks

Leave a Reply