Sebuah reminder untuk para pelajar yang lagi stress
September 21, 2011, by YOTCA. read: 575
Laura Khairunnisa – SGU – Artikel Bulan September
“Don’t give up on the situation. Ga boleh manja. If you feel like what you have is crap, think about what the others may have.” -@SirlyWidyaNasir
Itu adalah tweet dari salah satu teman saya. Pada saat saya membacanya, saya sedang dalam keadaan stress karena banyak sekali tugas yang harus diselesaikan hari itu. Jadi ceritanya, hari itu saya harus mengerjakan 2 tugas, yang satu essay bahasa inggris dan yang satu lagi tugas retail marketing yang terdiri dari 15 soal, kebetulan dosen saya agak demanding, dia meminta satu jawaban satu lembar untuk setiap pertanyaan, jadi ya kira kira nantinya akan ada 15 halaman untuk tugas tersebut. Lalu saya juga harus belajar untuk 2 ujian besok dan mempelajari materi untuk sebuah presentasi.
Tapi, instead of fokus ngerjain tugasnya, saya malah mengeluh di twitter. Yang ada, saya makin stress dan tugas nya ga selesai-selesai dan end up baca-baca in timeline twitter. And then, I read this tweet. Saya langsung bener bener kesindir. Jadi mikir sendiri, ada benarnya juga apa yang dikatakan oleh teman saya. Gue manja banget ya! Padahal masih banyak orang diluar sana yang tidak seberuntung saya yang bisa mengenyam pendidikan. Waktu baca tweet itu, saya langsung ingat sama anak kecil yang saya jumpai tadi siang di lampu merah. jadi ceritanya, si anak kecil ini menyelipkan sebuah amplop di kaca spion saya, disitu dia menulis “assalamualaikum.. saya membutuhkan bantuan untuk membayar sekolah saya dan beli buku”. Anak kecil ini harus meminta-minta di jalanan, supaya dia bisa sekolah sedangkan saya udah dibayarin sekolah oleh orang tua saya, dibeliin buku, dibeliin peralatan menulis dan dikasih uang jajan pula, dan masih mengeluh?
Saya jadi malu sendiri. Instead of beryukur, saya malah bersikap manja dan mengeluh. Padahal sebenernya hal ini bisa terjadi karena salah saya semua tugas saya kerjakan dengan sks alias sistem kebut semalam.
Intinya, dari cerita ini saya bisa mengambil 2 kesimpulan dalam menghadapi stress yang sering dialami oleh pelajar (ayo, ngaku deh, siapa yang suka stress gara gara pake sks sebelum ujian :p), yaitu:
1. daripada mengeluh malah bikin tambah pusing, mendingan bersyukur deh
Ketika kamu mengeluh, kamu bukan saja makin stress dan masalah kamu pun tidak akan selesai. Namun kalau kamu bisa melihat masalah kamu dari sisi yang lain, misalnya dengan cara bersyukur, karena apa yang kamu hadapi sekarang mungkin tidaklah lebih parah dari apa yang orang lain hadapi.
2. There is a consequence for every action you take
Ya kalo udah berani numpuk tugas, harus terima kosekuensinya. Ga boleh manja, kalaupun stress, dijalani aja. Saya jadi ingat, dalam sebuah seminar, mas Iwan Setyawan, Author dari 9 Summers 10 Autumns pernah bicara tentang susahnya mencapai kesuksesan, saya lupa persisnya seperti apa, namun kira kira intinya seperti ini: “jalan menuju kesuksesan itu ga akan mudah, kalian akan nangis, menderita, but once you get there, its worth it kok”
Jadi dalam hari hari tersulit saya dan saya selalu mikir gini: “kalo gue bisa ngelewatin hari ini, gue pasti bisa ngejalanin hari lain dengan mudah” and also, setiap saya stress, capek dan mau give up, saya inget-inget betapa beruntungnya saya masih bisa sekolah, dan gimana capeknya papa kerja untuk biaya-in saya, karena pasti setiap anak pengen bahagia-in orang tua nya kan?
So guys, jangan stress, yuk tetep semangat, ga boleh manja, remember that one day, semua lelah, nangis, dan stress kita akan terbayar oleh kesuksesan kita
good luck!
Related posts:
- Bertahan Untuk Sebuah Komitmen di 2009 (Lucky Bagus Septyo-YOT CA Universitas Bakrie)
- “Untuk Indonesia Yang Kuat” – Ligwina Hananto
- Jangan batasi kerjamu karena nilai Gajimu tp, Bekerja’lah untuk Nilai yang Lebih Tinggi..
- Yang Muda yang Berkarya yang Merdeka
- Aku ada untuk berkontribusi


