Simple Things, But Hard to Do (Lucky Bagus-YOT CA Univ Bakrie)
December 12, 2011, by YOTCA. read: 126
Sore-sore, mau UAS, enaknya nulis hal-hal yang simple but meaningful. Haha, oke, kali ni gw bakal ngungkapin opini gw, yang mungkin saja benar dan juga bisa saja salah, yang penting gw happy untuk mengungkapkan ini semua. Ada banyak hal di sekitar kita yang kita anggap biasa saja atau bahkan sering kita sepelekan. Tapi, tanpa kita sadari, bahwa hal-hal itu juga penting lho. Oke, kita bahas satu per satu ya…
1. Nyebrang di Zebra Cross atau Jembatan Penyebrangan.
Maybe, gw bakal dibilang gak ada kerjaan buat ngebahas ini. But, i think it’s really really important. Kalo gw hituh dari 10 orang yang jalan di Zebra Cross samping Pasar Festival (kebetulan gw kuliah di dekat sana), 7 dari 10 orang itu, gak melewati zebra cross. Dan yang sangat disayangkannya lagi, 3 dari 10 itu, rata-rata malahan bule-bule yang sering berkeliaran di Rasuna. Gak tahu 7 orang tersebut memang tidak melihat Zebra Cross, mau cepet, atau memang pura-pura gak tahu. Tapi itulah kenyataannya, mereka lebih memilih yang instant, walaupun berbahaya lho….. KENAPA BAHAYA??? mungkin semua orang juga tahu, bahwa menyebrang tidak pada tempatnya adalah hal yang membahayakan, tapi gw melihatnya dari sisi hukum kalo ada kecelakaan karena nyeberang jalan. Bayangin, kalo kita lewat Zebra Cross, kita bisa nuntut si pengendara kalau seumpamanya mereka nabrak kita. But, can you imagine, what will happen kalau kita gak lewat Zebra Cross??? Uda kita tersiksa, kita juga yang kena disalahin, dan gak bisa menuntut pula……. sudah paham kan????hehe.
2. Lampu Merah, Kuning, Hijau, tancap gassss….
nerobos lampu merah, atau masuk jalur busway, bahkan naik ke trotoar kayaknya sudah menjadi hal yang biasa bagi orang Indonesia. Tapi sebenarnya, dalam agama saja, kita diajarkan untuk tidak mengambil hak orang lain, begitu juga dalam hukum, terang-terang itu dilarang. Tapi, the reality talks different. We think that’s good, but it’s really really bad habit. Semua orang bilang “saya mau cepat”, “saya takut telat”,,,,tapi bisakah kita bayangkan, sebenarnya, para pejalan kaki di trotoar harus sulit berjalan dan bisa juga mereka ingin cepat-cepat, pengendara yang seharusnya mendapat giliran jalan, harus berhenti karena orang-orang yang tidak bertanggung jawab, dan para penyebrang jalan yang bisa saja tertabrak, karena kita jalan pada saat giliran mereka berjalan. Oh God, it is the picture of our nation.
SO,,,,,WHAT CAN WE DO??? Okay guys, don’t say that you are the agent of change, dont talk about the activism, if you cannot innitiate your self to walk in the right way. Mulailah dari hal kecil, karena terkadang hal kecil itu berarti juga lho. Bayangkan, kalau sejuta pemuda, menyebrang di Zebra Cross, 1 Juta pemuda menggunakan jembatan penyebrangan, 500.000 pemuda, mengendarai kendaraan, tanpa harus naik trotoar, dan 500.000 pemuda, mulai untuk berhenti ketika lampu merah. Pastinya, lalu lintas kita akan lebih lancar ya….. It is not about how we implement it, but it’s more about APAKAH KITA MAU? and when will we start? “Guys, enak lho jadi yang pertama…..” .
Lucky Bagus.
Related posts:
- LEADER, not just a FOLLOWER (Lucky Bagus Septyo-YOT CA Univ Bakrie-Made on September)
- LEADER, not just a FOLLOWER (Lucky Bagus Septyo-YOT CA Univ Bakrie-Made on September)
- Stop Bullying, Right Now. (Lucky Bagus S-YOT CA Univ Bakrie)
- Bertahan Untuk Sebuah Komitmen di 2009 (Lucky Bagus Septyo-YOT CA Universitas Bakrie)
- A simple word from us could be a blessing for someone else


