Smart ways to express your nationalism!
November 10, 2011, by YOTCA. read: 217
Anggi Indriani Tami – YOT CA Institut Pertanian Bogor (Artikel bulan November 2011)
Apa yang telah anda lakukan untuk bangsa ini?
“ Saya ingin melihat mahasiswa-mahasiswa, jika sekiranya ia mengambil keputusan yang mempunyai arti politis, walau bagaimana kecilnya, selalu didasarkan atas prinsip-prinsip yang dewasa. Mereka yang berani menyatakan benar sebagai kebenaran, dan salah sebagai kesalahan. Dan tidak menerapkan kebenaran atas dasar agama, ormas, atau golongan apapun” (Soe Hok Gie)
Apakah anda masih ingat sumpah pemuda yang dicanangkan oleh para revolusioner muda Indonesia tahun 1928? Masih ingat kan tragedi 1965 yang menjadi pil pahit bagi bangsa Indonesia? Masih membekas juga kan ingatan kita (walau waktu itu mungkin anda masih berumur sekitar 7-10 tahun) tragedi 1998 yang menjadi titik awal dari reformasi kita? Kalau lupa, monggo saya persilahkan untuk tanya-tanya mbah google.
Peristiwa yang saya sebutkan di atas adalah serentetan sejarah yang bisa dibilang, menanamkan jiwa nasionalisme bangsa, khususnya pemuda Indonesia, dalam menanamkan kecintaannya pada tanah air Indonesia. Sumpah pemuda, yang teksnya dicanangkan oleh pemuda-pemudi Indonesia pada kongres pemuda tahun 1928, menjadi tekad kaum revolusioner seperti Moh. Yamin dalam melepaskan diri dari belenggu kolonialisme. Tekad tersebut terbukti 17 tahun kemudian, saat Indonesia berhasil mengibarkan sang saka merah putih 17 agustus 1945.
Berlanjut terjadi pergolakan hebat oleh kaum komunis pada tahun 1965, yang dikenal sebagai G30S/PKI, entah disengaja atau tidak memunculkan tokoh Mayor Jendral Soeharto sebagai the next leader bahkan sampai 32 tahun berkuasa di Indonesia. Soeharto, sang pemberantas komunis sampai ke akar-akarnya, mengenalkan rezim orde baru yang menjadi torehan luka bagi kebebasan rakyat Indonesia. Rezim Soeharto sendiri akhirnya lagi-lagi memunculkan tekad kaum muda Indonesia tahun 1998, yang berhasil menggulingkan Soeharto dari kursi kepresidenan.
So far, kebanyakan kaum muda menyuarakan tekad mereka dengan turun ke jalan dan melakukan demonstrasi besar-besaran. Dalam sejarah, mereka yang kebanyakan mahasiswa memang berhasil bahkan sampai mampu menggulingkan orang paling ditakuti pada masa itu, Soeharto. Tapi, kalau diukur dari tahun 1998 sampai 2011 ini, masih belum ada pemuda yang bisa menggulingkan seseorang, SBY misalnya, dari kursi kepresidenan (I’m so sorry for you who SBY holic). Kebanyakan pemuda sekarang hanya demo ke jalan, menentang kebijakan pemerintah yang memang sarat akan kepentingan politik, melakukan aksi anarkis, bahkan sampai membuat macet jalanan. Kalau jalanan sudah macet, penggunaan BBM menjadi boros, polusi udara semakin meningkat, udara kotor, kesehatan terganggu, ujung-ujungnya, rakyat lagi yang terkena imbasnya.
Tidak menjadi soal mungkin apabila kaum muda ingin menyuarakan aspirasi, rasa kecewa, gagasan, dan saran mereka kepada pemerintah. But, ada banyak jalan menuju Roma, pastinya ada banyak jalan juga untuk curhat sama pemerintah, dan sama rakyat juga. Gak perlu turun ke jalan dan melakukan demo anarkis loh. There are some ways, proud ways, to speak your voices to all of them. Misalnya dengan:
- Join atau bikin gerakan kepemudaan. Lupakan interest pribadi teman-teman dalam membuat gerakan yang bisa menginisiasi anak muda untuk memajukan Indonesia. Fokuslah dalam menciptakan visi dan misinya.
- Tajamkan hati, tajamkan pikiran, tajamkan pena. Teman-teman bisa mulai menuangkan ide-ide kalian mengenai Indonesia yang bagaimana yang teman-teman harapkan. Dan ingat, not only bring problems, but also bring solutions.
- Menjadi volunteer dalam program pemberdayaan masyarakat. Dengan ikut serta dalam memberdayakan masyarakat, artinya teman-teman turut ikut andil dalam mencerdaskan rakyat Indonesia. Sekaligus teman-teman dapat meningkatkan kualitas individu dari setiap warga negara Indonesia, terutama yang berdomisili di pedesaan.
Nah, cara-cara ini lebih intelek, fokus, dan tidak merugikan pihak-pihak yang menjadi obyek anarkis kita. Pastinya masih banyak cara-cara pintar lain yang dapat teman-teman lakukan untuk mengekpresikan rasa nasionalisme anda. So guys, kalau bukan kita, siapa lagi yang akan menginisiasi perubahan untuk bangsa Indonesia yang lebih baik? Make it happen
Related posts:
- Developing Youth Venture With SMART Approach
- Yang Muda Yang Berkarya
- Pemuda dan Perubahan..
- Being Apathetic Is So Last Year
- Climb It Hard, Climb It Smart!


