SOFT SKILL DAN MANAGEMENT
January 16, 2012, by YOTCA. read: 590
Halo teman-teman!
Kali ini aku ingin berbagi mengenai jurusan saya kuliah, salah satu bidang ilmu di dunia dan diperlukan disetiap organisasi yaitu manajemen. Banyak para praktisi yang mengartikan manajemen, salah satunya menurut George R Terry berpendapat manajemen yaitu cara pencapaian tujuan yang telah ditentukan terlebih dahulu dengan melalui kegiatan orang lain. Jika saya pribadi, saya mengartikan manajemen adalah sebagai seni. Mengapa? Dalam menerapkan kegiatan manajemen harus memiliki keahlian untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Kita akan berpikir bagaimana hal tersebut dapat tercapai dan tentunya ada keterlibatan team, bekerjasama antara individu dengan individu lainnya dan dalam menerapkan ilmu manajemen tidak akan terlepas dengan soft skill dari setiap individu.
Pertanyaannya sekarang “bagaimana kita mendapatkan soft skill dengan status mahasiswa” jawabannya adalah dengan mengikuti organisasi. Tentunya teman-teman akan berpikir “ko bisa”? karena organisasi di kampus sebagai contoh dari kegiatan perusahaan. Tetapi tidak semua mahasiswa berani mengambil keputusan untuk mengambil dan mengikuti organisasi. Menurut saya mereka akan memiliki kerugian tersendiri dan mengalami kesusahan ketika bekerja setelah lulus kuliah.
Ketika kuliah tentunya kita mendapatkan mata kuliah yang merupakan spesifikasi dari manajemen yaitu manajemen sumber daya manusia, manajemen pemasaran, manajemen strategi, manajemen keuangan dan manajemen operasional. Dengan mengikuti organisasi secara langsung kita telah praktek dari apa yang kita dapatkan dikuliah. Misalnya saya ambil ambil dari kosenterasi saya manajemen pemasaran. Di HMJM FEB UB saya dan teman-teman BPH menerapkan sistem kerjasama dengan pihak perusahaan untuk menjadi partner HMJM FEB UB. Contoh lainnya, manajemen sumber daya manusia diterapkan ketika adanya open recruitment staff, pemberdayaan, dan sistem evaluasi.
Salah satu kegiatan dari manajemen yang sering kita temukan saat dalam kepanitian atau kepengurusan adalah “kepemimpinan”. Mengapa seperti itu? Simpelnya saat kita menjadi pemimpin di kepanitian sebagai coordinator divisi atau ketua acara tentunya kita memiliki rekan kerja yang harus diarahkan, dan menjalankan tugas sesuai ketetapan yang telah ditentukan. Dari pengalaman saya pribadi dan pengalaman orang lain dengan terbiasa menjadi pemimpin dalam suatu kepanitian atau kepengurusan membuat kita lebih mudah dipercayai atau mudah mendapatkan pekerjaan seteleh kuliah. Sebelum memimpin jumlah orang yang banyak maka harus bisa memimpin diri sendiri untuk memutuskan suatu hal dan team kecil yang hanya dari beberapa orang saja.
Dari pengalaman saya mengikuti organisasi dari mulai sekolah dasar sampai sekarang secara tidak langsung saya menerapkan hal yang kita pelajari saat kuliah. Jika teman-teman ada timbul pertanyaan “berarti ga perlu kuliah lagi untuk mengetahui dan memahami mengenai manajemen lebih baik ikut kepanitian saja”. Maka saya akan menjawab, tidak seperti itu. Pelajari yang kita dapatkan di kelas dan praktekan di organisasi kita.
Jadi, pengetahuan yang kita dapatkan saat kuliah akan lebih baik jika kita kembangkan di organisasi kampus. Dengan hal tersebut memudahkan kita dapat cepat beradaptasi saat kita bekerja dan tentunya kita dapat bermanfaat untuk orang banyak.
“Management is an art” – Satrio Mulyo (CA Universitas Brawijaya)
Related posts:
- Di dalam waktu terselip waktu, time management!
- The most important: will or skill?
- Time Management
- Dream, Believe, and Make it happen
- Sukses di Kampus? “Buanglah” Waktumu pada Tempatnya


