billy boen

Something You Can Call Your Own

December 23, 2010, by Larasati Silalahi. read: 1,456

Setiap orang menyukai label. Mau label pakaian sampai hubungan, tendensi manusia adalah melabelkan sesuatu. Masih ingat mungkin masa-masa pacaran dulu (atau sekarang?), ketika ada salah satu yang sudah mulai merasa digantung, biasanya bertanya begini, “Jadi kita ini statusnya apa?”

Status? Untuk beberapa orang itu penting atau sangat penting. Tapi dari yang saya perhatikan, biasanya pertanyaan itu muncul dari rasa ingin memiliki. The big term; sense of belonging. Makanya seringkali, hal-hal di sekitar kita harus dikasih label. Very human.

Setiap orang pasti ingin memiliki hal-hal yang bisa mereka nyatakan sebagai miliknya. Mobil saya. Rumah saya. Pacar saya. Isteri saya. Adik saya. Keberhasilan saya. Karya saya. Bukan milik orang lain, bukan milik bersama, tapi milik saya. Something you can call your own.

Masalah muncul ketika apa yang ingin kita jadikan milik ternyata berbalik meninggalkan kita, atau lebih parahnya, membuat kita menunggu terlalu lama dan akhirnya ilfeel. Kalau Anda adalah orang yang ditinggalkan, saya berharap Anda bisa mendapatkan yang lebih baik. Kalau Anda adalah orang yang sedang menunggu, pastikan di fase menunggu ini, produktifitas tetap tinggi. Hasilkan karya dari masa menunggu, sehingga ketika yang diinginkan datang… Anda siap. Kalau Anda di posisi yang ditunggu, belajar untuk peka terhadap momentum. Jangan sampai ketika pihak yang sana ilfeel, Anda sadar kalau tidak bisa hidup tanpanya. They say, ‘You don’t know what you’ve got till it’s gone’. The problem is, most of the time, when we realize this.. It’s too late.

So. What is the one thing you want to call as your own?

Kalau Anda sudah punya yang Anda mau, saya ucapkan selamat!

Let me give you a bonus.

I am your own. I am your friend.

And this, is my column. I call this column my own.

Nice to meet you here.

Watch this space.

-L

Find me on Twitter: @larasati

Or visit www.larasatisilalahi.com

Related posts:

  1. “Nike Vs. Adidas” & “Susah Parkir Vs. Car Call”

Leave a Reply