Ssst! ini RAHASIA-KU mengusir KEMARAHAN
December 18, 2011, by YOTCA. read: 257
Andi Natassya – CA Swiss German University
Siapa disini yang suka ngambek?? Atau kamu terglong orang yang suka marah-marah?? Huuu…… jangan dooong nanti cepet tua lho kalo marah-marah teruuuus. Nah sekarang ayo, coba kita berhenti sejenak dan mengikuti sedikit tips dari saya tentang bagaimana caranya melenyapkan kemarahan dengan cara yang cukup simple. (Sssst ini rahasia saya lho untuk tetap terlihat sabar. hihihihii)
MARAH. Mungkin pas lagi marah sebagian besar dari kamu akan merasa lega karena kamu sudah melepaskan “kepenatan” yang numpuk di hati ato pikiran kamu. Tapi, Tahu gak sih kamu? Kalo marah itu punya efek samping yang ga ngenakin juga lho untuk kesehatan kita! Karena ketika kita marah, tubuh kita akan mengeluarkan semacam hormone stress seperti kortisol & adrenalin, dan jika kamu “terlalu kelepasan” maka hormone yang keluar ini pun akan lebih banyak lagi dan dapat meningkatkan tekanan darah & dapat mengganggu kesehatan kamu lho. Gak kebayang kan masih muda udah kena darah tinggi? Hiiiii
Pernah gak kamu ngerasain pas kamu marah, kamu merasa kalo jantung kamu akan berdetak lebih kencang dari biasanya? Dan ujung2nya nafas kamu yang keikutan cepat.. pernah ga? Dan bila marah kamu udah Tingkat tinggi, kamu akan ngerasa tegang di bagian bahu dan tanpa sadar, tanganmu akan mengepal dengan sendirinya! Kalau kamu benar-benar pernah/siapa tau nanti akan mengalaminya, kamu sebaiknya segera mengendalikan diri kamu deh agar tidak berlanjut ke hal-hal lain. Bagaimana caranya:
- KENDALIKAN NAFAS-mu. Inhale….. exhale…….. sambil mengendalikan nafas, dan mengatur kecepatannya agar lebih pelan, coba hitung sampai sepuluh atau lebih di dalam hati kamu! Salah satu ANGER MANAGEMENT di luar sana juga bilang ini akan memberikan kamu waktu untuk menenangkan tubuh kamu sehingga kamu bisa terhindar dari keinginan untuk Memukul. Kalau saya pribadi lebih suka untuk melafalkan huruf-huruf Alphabet terbalik di dalam hati, jadi dari “Z-A” itu lebih membuat saya lebih baik dan bisa tersenyum.
- CEPAT MENGHINDAR! Untuk menghindari hal-hal yang tidak menyenangkan, cepat-capatlah menghindar dari TKP-Kemarahan. Cari tempat yang nyaman untuk bisa melupakan kemarahan yang terjadi sama kamu.
- TALK TO YOUR SELF! Jangan biarkan emosi yang mengendalikanmu! Tapi kamu yang harus mengendalikan emosimu! Cepat cari cermin, tatap matamu, dan katakanlah “kamu baik-baik saja (nama kamu), ini cobaan dari tuhan. Saya yakin kamu baik-baik saja” lakukan ini secara berulang ulang untuk memberikan energy positif ke dalam dirimu sendiri! Dan TERSENYUMLAH!
- CURHAT aja lagi! Bicarakan saja penyebab marah kamu dengan teman sehingga emosi kamu dapat disalurkan dengan cara yang aman dan membantu kamu mendapatkan perspektif yang berbeda pada situasi itu. tapi jangan sama teman yang emosian juga ya curhatnya! Tar hasilnya malah lebih di kompor-komporin lagi –______–
Mau tau cara expertnya? Ini aku dapet dari Metro TV tentang cara mengendalikan kemarahan dengan cara asyik, katanya:
“Lakukan pernafasan diafragma yang berfokus pada kontraksi dan pelepasan otot diafragma yang memisahkan dada dari perut. Ketika bernafas dalam2, paru2 sepenuhnya akan mengembang. Ini dapat membantu anda untuk bersantai. Berikut langkah2 melakukan nafas diafragma yang tepat:
- Duduk/berbaring dengan nyaman dan melonggarkan pakaian
- Letakan satu tangan di dada dan satu tangan di perut
- Tarik nafas melalui hidung dan perlahan2 hitung sampai tiga.
- Ketika anda bernafas dalam2, rasakan perut anda. Bukan dada.
- Nafas perlahan dengan mengerucutkan bibir anda dan hitung sampai enam.
- Ulangi dua kali atau lebih.”
Saya sudah membagi Rahasia pribadi saya lho, saya harap kamu juga berhasil ya…. dan gak marah-marah lagi!
SELAMAT MENCOBA! J
Related posts:



waw! artikel yang menarik..
memang terkadang hal tersulit adalah bisa mengendalikan emosi diri kita sendiri. kita mungkin bisa memberikan “arahan” atau “wejangan” terhadap teman2 terdekat kita saat melihat mereka berada dalam situasi emosional. tapi kita justru sering lupa bagaimana kita sendiri mengendalikan emosional tersebut.
thanks buat artikelnya yang “waw!”
salam kenal..