TERIMA + KASIH = HIDUP
August 15, 2011, by YOTCA. read: 2,160
oleh Christmastuti Destriyani – YOT CA Universitas Brawijaya
Salam bahagia.
Tulisan ini akan bercerita tentang hidup dari sudut pandang yang mungkin sudah biasa kita pahami. Hanya saja dengan tulisan yang berbeda. Hasil dari daya tangkap kemudian diolah sendiri dengan keterbatasan daya pikir.
Ini tidak akan membahas tentang mana yang lebih awal. Sama seperti pertanyaan, telur atau ayam yang lebih dulu ada? Tidak. Saya tidak akan menuliskan apakah terima atau kasih yang harus dimulai dalam hidup ini. Karena terima dan kasih memiliki keterikatan yang kuat satu sama lainnya.
Terima kasih ini mirip dengan tabur tuai yang biasa dianalogikan oleh orang-orang. Apa yang kita tabur maka itulah yang akan kita tuai. Sedangkan dalam terima kasih, kita menerima maka kita harus mengasih. Bisa juga tentang apa yang kita mengasih maka kita akan menerima.
Hidup kadang berjalan di luar dari apa yang kita perkirakan. Tapi hidup pasti berjalan di jalur yang sudah ada. Mungkin suatu hari kita berada di satu tempat yang di luar dari bayangan kita. Suatu tempat yang menurut kita tidak nyaman tapi kita diharuskan ada di sana. Kadang kita berharap yang terjadi adalah A tapi yang terjadi malah B.
Tidak ada yang salah. Hanya saja kita membutuhkan waktu untuk berpikir sejenak. Stop and looking back itu adalah kata-kata yang saya dapatkan dari mentor saya, Wily Ariwiguna. Ternyata di satu titik kita harus berhenti dan melihat ke belakang. Melihat apa yang sudah jalani dan mempelajarinya. Bukan berlarut dalam kegagalan tapi mengevaluasi proses. Mungkin siapa tau ada yang terlewat karena kita terlalu sibuk dengan tujuan namun lupa akan proses.
Jika kita tidak mendapatkan apa yang kita harapkan, bukan berarti harapan itu tidak ada. Teruslah jalani harapan itu hingga sampai di titik akhir. Berada di tempat yang tidak kita harapkan bisa saja menjadi jalan lain bagi kita sampai di titik akhir. Who’s know?
Mengevaluasi diri sendiri bukanlah hal yang mudah. Dalam proses evaluasi kita harus jujur pada diri kita sendiri. berani mengakui kesalahan dan berjanji pada diri sendiri untuk tidak melakukannya. Lagi. Jauh lebih sulit dibandingkan jika kita diminta untuk mengevaluasi orang lain. Dalam proses ini kita bisa melihat apa yang sudah kita terima dan kasih. Dua hal yang berkaitan ini tentunya menjadi jawaban pertanyaan akan kesalahan ataupun kegagalan yang kita buat.
Hidup itu maju ke depan. Setelah kita looking back kembali melihat ke depan. Move on. Penyesalan yang berlebih tidak akan mengubah apapun. Maju ke depan dan lakukan perbaikan dari hasil evaluasi yang sudah kita lakukan.
Hidup itu tentang terima dan kasih. Kita diperlakukan baik oleh orang lain maka kita harus berbuat baik pada orang lain. Kita memperlakukan orang lain dengan baik maka kita akan diperlakukan baik. Dua hal yang sama bukan? Tergantung diri kita mana yang lebih dulu ingin kita lakukan, terima atau kasih. Life is about choose one from a lot of choice. Mau jadi si penerima atau si pengasih? Yap! Hidup hanya ada di antara itu.
Terima dan kasih.
Terima kasih sudah membaca dan mencernanya. Suatu hari saya akan menuliskannya lagi dengan baik dan jauh lebih rinci. Semoga bermanfaat.
Salam bahagia
Christ-
No related posts.



You know thus significantly in terms of this matter, made me individually consider it from numerous various angles. Its like men and women aren’t interested unless it is one thing to accomplish with Lady gaga! Your individual stuffs outstanding. Always handle it up!