The most important: will or skill?
August 3, 2011, by YOTCA. read: 523
Fatimah YOT CA Universitas Indonesia
Sering sekali dalam keseharian kita bingung, manakah yang lebih penting? Kemauan atau kemampuan. Beberapa orang yang saya tanya berkata bahwa, “ saya mencari orang/pegawai terutama yang memiliki niat atau kemauan terlebih dahulu”..” Kemampuan tidaklah begitu penting”. Namun di sisi lain ada pula yang berkata, “ aahh dia mah pengen-pengen aja tapi emang dari sananya nggak ada bakat ya nggak bisa”.
Apakah anda setuju dengan kedua pendapat tersebut? Atau malah sebaliknya?atau Anda memiliki pendapat lain?, itu tentu menjadi hak masing-masing orang dalam mengeluarkan pendapatnya. Jadi menurut Anda mana yang akan membawa kita pada kesuksesan, kemampuan/keahlian atau kemauan?
Kalau menurut pendapat saya keduanya merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan.
Keahlian/kemampuan membuat kita tahu apa yang terbaik untuk dilakukan, tapi tanpa kemauan untuk memberikan yang terbaik, kita tidak curahkan seluruh kemampuan kita.
Sebaliknya kalau ada kemauan, sekalipun belum ada kemampuan maka kita akan mencari jalan, betapapun sulitnya sampai kita akhirnya bisa menjadi ahli.
Jadi jangan takut jika tidak punya kemampuan, selama masih punya kemauan untuk menjadi lebih baik, untuk belajar dan untuk meraih cita-cita kita, hingga bisa menjadi ahli di bidang apapun. Satu hal yang harus ingat adalah usaha yang maksimal untuk memenuhi kemauan Anda tersebut.
Ada satu pepatah, kata atau apalah yang biasa orang bilang, yang benar-benar terngiang-ngiang dibenak saya;
“Champions aren’t made in gyms. Champions are made from something they have deep inside them a desire, a dream, a vision. They have to have the skill and the will. But the will must be stronger than the skill.”
Pemenang tidak dibentuk di gym. Pemenang terbentuk dari dalam diri, dari impian, dari hasrat, dan visi. Mereka harus punya kemampuan dan kemauan. Tapi kemauan lebih kuat daripada kemampuan
-Muhammad Ali-
“So many of our dreams at first seems impossible, then they seem improbable, and then, when we summon the will, they soon become inevitable.”
Banyak sekali impian yang awalnya tidak mungkin bisa, lalu menjadi mungkin saja bisa, lalu ketika kita punya kemauan, maka menjadi pasti bisa.
- Christopher Reeve (Pemeran Superman I-IV)-
Semoga artikel singkat ini dapat menginspirasi orang-orang yang membacanya.. terima kasiiih;)
Fatimah YOT CA Universitas Indonesia
Related posts:



punya kemampuan tp tdk ada kemauan,percuma saja karena tidak dibuktikan secara nyata kemampuannya itu.
tidak punya kemampuan tapi punya kemauan, perlu kerja keras dan proses yg cukup lama dan berat supaya dapat terbukti secara nyata. setuju meh, keduanya tdk terpisah