The Strength to Get Back Up
October 15, 2011, by YOTCA. read: 291
Anggi Indriani Tami – YOT CA Institut Pertanian Bogor (Artikel Bulan Oktober)
It was the first time I was so speechless, and only could cry.
Seringkali kita tidak menghargai apa yang telah Allah berikan untuk kita. Padahal, dengan organ tubuh yang lengkap saja harusnya kita sudah beribu kali bersyukur akan kebaikan yang Allah berikan untuk kita. Dia masih utuh menjaga anggota tubuh ini, lengkap.
Beberapa pekan lalu, saya dengan beberapa anggota Young On Top Campus Ambassadors dibantu oleh Kick Andy Foundation (KAF) belajar mengukur kaki orang yang diamputasi untuk dibuatkan kaki palsu. Gerakan 1000 kaki palsu yang dicanangkan oleh KAF diperuntukkan bagi mereka yang kehilangan kakinya, namun memiliki hati yang besar untuk bertahan dan bertekad menjalani kehidupan dengan penuh semangat. Mereka yang ingin kesempatan kedua merasakan bisa berjalan dengan kedua kaki kembali.
Mereka, orang-orang yang hebat. I just really do not understand, how could people like Nick Vujicic, and the other no legs people, got the strength to get back up? Kadangkala kebanyakan orang seringkali merasa sangat putus asa dan menyerah jika sedikit saja tertimpa masalah. Dan seringkali tidak bersyukur dengan apa yang telah Allah berikan untuk mereka. Juga seringkali tidak pernah merasa puas, dan merasa serakah.
Pertama kalinya saya berada dekat dengan orang yang kehilangan sebelah kakinya. Pertama kalinya saya melihat mereka dari dekat, dan merasakan semangat untuk bangkit dari mereka. Pertama kalinya saya melihat pancaran mata orang-orang yang berani menentang rasa takutnya dan bangkit di atas segala kekurangan dan cobaan yang menerpa mereka.
How could they’re really look so amazing?
I wish everybody can really get their strength to get back up, and try again, and again, and again. Fighting!
No related posts.


