THINK OUTSIDE THE BOX ? WHY NOT !
December 12, 2011, by YOTCA. read: 303
Cerita ini dibuat ketika saya harus membuat sebuah café incubator bisnis di dalam kampus saya, incubator bisnis ini juga termasuk dalam mata kuliah saya yang bernama entrepreneurship dimana mahasiswa harus belajar dan mengelola sendiri café tersebut sampai pada waktu yang ditentukan. Mulai dari pembelian bahan makanan, memasak, melayani, pemasaran, mahasiswa dituntut untuk mengerti, memahami dan serba bisa dalam melakukan proses segala hal tentang pelaksanaan bisnis café tersebut.
Ada 1 persyaratan dari kampus dimana membuat semua mahasiswa harus berfikir keras bagaimana cara memecahkan persyaratan tersebut.
Persyaratan tersebut adalah : Dilarang menggunakan kompor dan api !
Semua pasti berfikir, di sebuah café tidak terdapat kompor api yang harus memasak semua bahan makanan. Lantas, bagaimana membuat makanan nya? memanaskannya? menggorengnya? merebusnya?
Sebenarnya pertanyaan diatas dapat dijawab dengan mudah jika kamu berfikir outside the box. Saya pun sudah tahu jawabannya hehe.
Kalimat di atas sebenernya hanya introduction saja mengenai think outside the box. Saya pun kembali teringat dengan cerita yang pernah saya baca dulu tentang logika.
Berikut ceritanya :
Pada suatu malam, di tengah hujan deras dengan banyak guntur, Anda sedang menyetir sendirian dengan mobil kecil. Jalanan tempat Anda melaju, letaknya agak jauh dari perumahan penduduk.
Tiba-tiba, di tengah jalan, mobil Anda dihentikan oleh 3 orang yang yang sedang menunggu tumpangan:
1. Perempuan tua yang sekarat, yang sangat memerlukan bantuan darurat.
2. Seorang teman lama, yang pernah menyelamatkan hidup Anda.
3. Partner yang sempurna, yang Anda impikan selama ini.
Siapa yang Anda pilih, untuk ikut bersama Anda? Karena mobil Anda kecil, jadi hanya muat satu orang bersama pengemudi. Pikirkan baik-baik!
Netter yang bijaksana,
Ini sebuah dilema moral, untuk memilih yang terbaik bagi Anda dan sesama:
- Membawa wanita tua yang sekarat dan perlu pertolongan darurat (dia tidak punya banyak waktu menunggu).
- Memilih teman lama, yang pernah menyelamatkan hidup Anda. Ini adalah waktu yang tepat untuk membalas budi baiknya.
- Memilih partner yang sempurna, yang belum tentu akan Anda temui lagi seumur hidup.
Ada banyak orang yang tekah menjawab pertanyaan ini, dan mereka membuat 1 pilihan yang terbaik menurut mereka. Tetapi telah ditemukan 1 jawaban yang mengejutkan…!
“Saya akan memberikan kunci mobil saya kepada teman lama yang pernah menyelamatkan hidup saya, agar dia dapat segera mengantar wanita yang sekarat itu dalam mencari pertolongan. Sementara saya akan berdiri di samping partner yang saya telah saya idamkan, sambil menunggu tumpangan yang akan lewat.”
Kadang, kita akan mendapatkan lebih banyak jika tidak terpaku pada apa yang sudah menjadi “kerangka berpikir” kita. Beranilah berpikir melampaui batas! Jangan pernah lupa untuk “think outside the box“!
1 Pertanyaan buat kamu;
Pada siang hari ketika kamu sedang berjalan kaki di jalan raya, tiba tiba kamu melihat seorang pejalan kaki tertabrak oleh sebuah mobil dalam kecepatan tinggi, orang itu pun butuh pertolongan. Dan kamu harus segera menolongnya
Disaat kamu sedang berjalan menghampiri orang tersebut tiba tiba kembali kamu dikejutkan dengan sebuah sepeda motor yang jatuh sendiri yang dimana ternyata pengendara itu seorang kakek tua yang penglihatannya sudah tidak jelas lagi dan kakek tua itu juga butuh pertolongan.
Didalam waktu yang bersamaan terjadi 2 kecelakaan.
Pertanyaannya, siapakah yang harus kamu tolong duluan???
THINK OUTSIDE THE BOX !
Thanks,
SANDY KHARISMA- PPM SCHOOL of MANAGEMENT
Related posts:


