billy boen

Toleransi dan Arti Sulit Didalamnya

September 19, 2011, by YOTCA. read: 1,486

Lutfhan Hadhi Priambodo – YOT Campus Ambassador IPB – September

Semarak Idul Fitri telah kita lalui, lalu apakah kita termasuk satu dari sekelompok orang yang sekedar melewatinya tanpa ada warna baru didalam hidup kita? Tentu termasuk merugi apabila kita masuk kedalamnya. Mereka semua tidak melakukan improvement diri dari sebuah momentum besar yang telah mereka lalui. Hari Raya Idul Fitri seharusnya bisa dijadikan sebuah ajang pembelajaran bagi manusia, yaa manusia diciptakan untuk terus belajar dari apa yang Ia lihat, apa yang Ia lakukan, dan apa yang Ia koreksi dari pengalaman orang lain. Seperti yang dikatakan Mortimer Adler ,”The purpose of learning is growth, and our minds, unlike our bodies, can continue growing as we continue to live, fungsi belajar tidak akan berhenti tumbuh berkembang seperti perkembangan tubuh manusia.

Indonesia sebagai Negara multikultural menjadikan momentum  Idul Fitri sebagai wahana dalam bertoleransi antar sesama. Disaat perbedaan ada, toleransi menjadikan segalanya berjalan selaras.  Tolerance is another word for indifference - William Somerset Maugham.

Toleransi menurut saya adalah sebuah kata yang terlalu general untuk diartikan secara singkat. Karena mungkin masih akan timbul pertanyaan – pertanyaan sulit yang akan menjadi perdebatan banyak pihak. Namun yang terpenting adalah Apakah toleransi sama dengan menerima dan mengamini saja setiap perbedaan, termasuk apa yang kita anggap salah tetapi orang lain anggap benar? Ini merupakan pertanyaan yang harus kita pikirkan bersama, disini mungkin saya tidak akan menyebutkan definisi Toleransi versi saya , karena saya yakin saya bukanlah ahli yang pantas untuk menjawabnya. Namun disini saya mencoba menggambarkan perumpamaan yang mungkin dapat menjadi inspirasi untuk anda menjawab pertanyaan diatas.

Bayangkan sebuah kapal kayu besar, penuh berisi orang. saking penuhnya, orang-orang yang berada dalam palka (bagian ruang pada kapal) tidak bisa ke geladak, ataupun sebaliknya. Saat orang-orang dalam palka merasa haus, mereka sudah tidak sabar menunggu air yang datang dan mulai melubangi dinding kapal untuk bisa memperoleh air lebih cepat. Tak ada yang salah dengan keinginan orang – orang tersebut untuk memperoleh air, tapi jika tindakan mereka terus dibiarkan, maka seluruh kapal akan tenggelam dan menewaskan banyak korban jiwa. Dengan kata lain, pada batas tertentu orang tidak boleh toleran dengan keinginan orang – orang tersebut untuk memperoleh air –  jika hal itu dilakukan dengan cara yang membahayakan orang lain. Dari perumpamaan tersebut dapat dilihat bahwa ada perbedaan antara orang – orang yang merasa haus yang menganggap bahwa cara mereka adalah benar, dan orang lain yang menganggap mereka salah. Perumpamaan tersebut dapat menjadi kerangka berfikir kita semua dalam menjawab pertanyaan tersebut versi kalian.

Namun yang terpenting disini adalah Tolerance can lead to learning something new seperti yang diatakan Jakob Dylan. Toleransi membuat kita belajar akan hal – hal baru, yang menurut saya disini adalah belajar berbagi, menghargai dan menghormati.

Ini pula yang dapat dijadikan pembelajaran bagi teman – teman  semua, jangan sampai arti dari “mengamini saja setiap perbedaan, termasuk apa yang kita anggap salah tetapi orang lain anggap benar” menjadi penghalang buat kita untuk tetap memberikan yang terbaik untuk lingkungan kita. Terus belajar akan arti sebuah toleransi, karena toleransi yang nantinya akan membuat kita belajar hal – hal baru lainnya seperti yang dikatakan Jakob Dylan diatas.

Jadi, sudahkan kita paham akan arti toleransi? makna dari sebuah toleransi?  Biarkan hati kecil kita yang menjawabnya, yang nantinya akan disusul dengan improvement diri untuk mengejar warna baru di dalam hidup.

Related posts:

  1. Berpikir Positif Dalam Keadaan Sulit
  2. Berpikir Positif Dalam Keadaan Sulit
  3. Arti 9/9/9/9/9 for YOT

Leave a Reply