Uang, Jabatan, dan Atribut Lainnya
December 9, 2011, by YOTCA. read: 1,210
Iqbal Dawam Wibisono
YOT CA Unpad
Pernah gak denger orang bertanya seperti ini pada orang yang baru dapet kerja,
“Kerja dimana? Berapa besar gajinya? Dapat fasilitas apa aja?” dan rentetan pertanyaan lainnya.
Is it the problem?
Absolutely NO!
Sebenarnya tidak ada masalah dengan pertanyaan seperti itu. Tidak masalah seseorang mempunyai suatu jabatan besar dalam sebuah perusahaan besar, bukan masalah berapa penghasilan yang seseorang dapatkan, bukan juga masalah fasilitas yang didapat. Atribut tersebut akan menjadi pelengkap dengan fungsi melengkapi kehidupan profesional seseorang. Yang jadi masalah adalah ketika tempat kerja, gaji, dan fasilitas menjadi ESENSI dalam menjalani kehidupan.
Menurut Erich Fromm, sebagian manusia berpikir dalam rentetan berikut:
HAVE enough (money, resources, things)
So that they can
DO what they want (in terms of work, how they spend their time)
Because of that they can
HAPPY
Sayangnya tahap tersebut tidak akan pernah berujung pada kelegaan, apalagi kebahagiaan. Hidup bukanlah untuk itu. Manusia tidak akan pernah puas. Tidak pernah ada kata “cukup” untuk uang, ketenaran, dan atribut lain. Sehingga pada ujungnya mereka hanya akan bekerja untuk dan karena uang atau atribut lain.Jabatan yang tinggi, Uang yang melimpah, fasilitas yang mewah, dan atribut lainnya bukanlah suatu jaminan kebahagiaan.
Fromm menawarkan pola alternatif sebagai berikut:
BE who you are
Kenali strength, passion, dan purpose of life. This self awareness will lead you to
Do what you love
Sehingga keunikan diri dapat berkontribusi maksimal. Dan untuk itu anda mendapat imbalan yang setimpal dengan
HAVE what you need
Tentunya tidak ada garansi semua yang diinginkan terjadi seketika.
Kebahagiaan bukanlah uang yang bisa ditabung dan diakumulasikan. Juga bukan properti yang bisa disewakan. Kebahagiaan dirasakan di sini dan sekarang. Ben Shahar dalam bukunya “Happiness” menyebut dua elemen happiness yang bisa dijadikan pegangan: PLEASURE atau kenikmatan dan MEANING atau makna. PLEASURE bukan kemewahan tetapi segala letupan emosi positif yang kita rasakan setiap kali melakukan sesuatu, bertemu orang lain, dan berada di tempat tertentu. MEANING adalah makna atas segala hal yang kita lakukan, bertemu dan berada tadi.
There’s always gonna be another mountain
I’m always gonna wanna make it move
Always gonna be an uphill battle
Sometimes I’m gonna have to lose
Ain’t about how fast I get there
Ain’t about what’s waitin’ on the other side
It’s the climb
(Myley Cyrus – The Climb)
It’s all about the climb! Kebahagiaan adalah ketika kita menikmati sebuah proses. Bukan sesuatu yang dikejar. Ketika kita menjalani sesuatu yang kita cintai. Ketika kita menjalani passion, bahagia dalam proses, dan bisa memberikan sesuatu pada dunia.
I want to be happy
And know the reason why I do I want to be happy
I want to do only what I love doing and know all the why
The essence of great life
Artikel ini banyak diambil dari buku Your Job is Not Your Career.
Related posts:


