billy boen

We Don’t Know What We’ve Got Until It’s Gone

August 3, 2011, by YOTCA. read: 371

They paved paradise and put up a parkin’ lot
With a pink hotel, a boutique, and a swingin’ hot spot
Don’t it always seem to go
That you don’t know what you got till it’s gone
They paved paradise and put up a parkin’ lot

They took all the trees, and put em in a tree museum
And they charged the people a dollar and a half to see them
No, no, no, don’t it always seem to go
That you don’t know what you’ve got till it’s gone

They paved paradise, and put up a parkin’ lot

Hey farmer, farmer, put away your DDT
I don’t care about spots on my apples,
Leave me the birds and the bees – please
Don’t it always seem to go
That you don’t know what you got till it’s gone
They paved paradise and put up a parking lot
Hey now, they’ve paved paradise to put up a parking lot
Why not?

Listen, late last night, I heard the screen door swing,
And a big yellow taxi took my girl away
Now don’t it always seem to go
That you don’t know what you got till it’s gone
They paved paradise and put up a parking lot
Hey now now, don’t it always seem to go
That you don’t know what you got till it’s gone
They paved paradise to put up a parking lot
Why not, they paved paradise
They put up a parking lot
Hey hey hey, paved paradise and put up a parking lot

I don’t wanna give it
Why you wanna give it
Why you wanna givin it all away
Hey, hey, hey
Now you wanna give it
I should wanna give it
Cuz you’re givin it all away, no no

I don’t wanna give it
Why you wanna give it
Why you wanna givin it all away
Cuz you’re givin it all givin it all away yeah yeah
Cuz You’re givin it all away hey, hey, hey

Hey, paved paradise, to put up a parking lot
la,la, la, la, la, la, la ,la ,la ,la ,la
Paved paradise, and put up a parking lot

Counting Crows – Big Yellow Taxi

(lirik diambil dari http://www.lyrics007.com/ )

Pasti banyak yang menyukai lagu ini seperti saya yang menyukainya sejak SMP. Lagu ini dinyanyikan ulang oleh Counting Crows dari penyanyi aslinya, Joni Mitchell di tahun 1970. Awalnya, lagu ini ditulis berdasarkan kepeduliannya terhadap lingkungan yang semakin berubah akibat pembangunan. Namun bukan hal itulah yang ingin saya bahas di artikel ini.

You don’t know what you’ve got till it’s gone” adalah kalimat inti dari lagu ini yang selalu terngiang-ngiang di telinga saya.

Apa maksud kalimat itu?

Apakah benar bahwa kita baru menyadari apa yang kita punya setelah kita kehilangan?

Berdasarkan pengalaman hidup saya sendiri dan orang-orang di sekitar saya, kalimat itu benar-benar menggambarkan apa yang kita rasakan. Coba bayangkan, mulai dari hal kecil, apabila asisten rumah tangga kita sedang pulang kampung, mau tidak mau kita-lah yang harus mengurus sendiri rumah dan keperluan kita. Dan pada saat itu kita baru berpikir, “Duh, enak banget ya kalau si mbak nggak pulang kampung, semua serba rapi dan beres”.  Itu adalah contoh kecil dan nyata yang terjadi. Setelah si mbak tidak ada, baru kita mengerti seberapa besar jasanya dan barulah kita menghargainya. Padahal selama ini saat beliau ada di rumah, itu bukanlah suatu hal yang terlalu berarti bagi kita – kita menganggapnya sebagai suatu kewajaran dalam hidup kita sehari-hari.

Contoh lain, dengan segala fasilitas yang kita miliki – kamar yang nyaman, kendaraan yang memadai, makanan yang selalu tersedia di meja makan – coba bayangkan, apabila suatu saat nanti semua fasilitas tersebut hilang, kita baru merasakan betapa beruntungnya kita saat ini.

Kita baru menghargai sesuatu setelah sesuatu itu hilang – ini berlaku untuk segala hal di sekitar kita. Mulai dari benda mati, kesehatan, fasilitas untuk sekolah/kuliah, pekerjaan, teman-teman, bahkan keluarga kita. Saya sendiri yang kalau masuk kelas perkuliahan suka malas dan tidak semangat, tapi begitu membayangkan apabila suatu saat saya tidak bisa melanjutkan kuliah, saat itu juga semangat kuliah saya langsung timbul seiring dengan rasa syukur saya.

Begitu juga dengan keluarga, mungkin kita suka lupa terhadap mereka. Kita terlalu sibuk dengan aktivitas kita di luar rumah – pergi pagi pulang malam – hingga tidak sempat untuk sekedar menanyakan kabar atau bahkan bertatap muka terhadap ayah, ibu, kakak, atau adik kita. Cobalah bayangkan apabila mereka tidak di sekitar kita lagi, betapa kita akan sangat menghargai kehadiran mereka saat ini.

Mulai saat ini, mulailah untuk selalu menghargai apapun – mulai dari hal kecil hingga besar – yang kita miliki saat ini. Belajarlah untuk selalu bersyukur, dan hargai setiap moment yang kita miliki selagi bisa. Karena tidak ada hal yang abadi di dunia ini. Jangan sampai kita menjadi orang yang menyesal di suatu hari nanti.

Saat ini saya juga masih suka lupa untuk menghargai hal-hal yang sepertinya sepele padahal sangat berarti di hidup saya, tapi saya akan selalu ingat kata-kata ini agar jangan sampai saya baru menyadari betapa sesuatu itu sangat berharga – setelah saya kehilangannya.

Oleh Annisha Drilla, YOT CA Binus International University

@annishadrilla

Related posts:

  1. faith

Leave a Reply