When Life Gets Tough
November 3, 2011, by YOTCA. read: 1,597
Mario Salim – YOT CA UPH – Artikel November
“When one door is closed, don’t you know, another is open.” – Bob Marley
Hellooooo semua…apa kabar…?
Untuk artikel bulan November ini saya kepikiran untuk buat artikel tentang ‘Masalah’ dan hidup menjadi terasa sulit, kenapa? Karena masalah itu bagian dari hidup kita dan dekat dengan kehidupan kita, ya ngga? Atau cuma saya doang? Hehehe :p . Tujuan saya menulis artikel ini untuk berbagi dan supaya kita bisa belajar sama-sama, bukan bermaksud untuk meng-gurui. Selamat membaca!
Dalam hidup pasti ada aja masalah yang datang. Masalah ngga perlu di undang, dia akan datang sendiri, bahkan ketika kita lagi senang-senang atau udah semaksimal mungkin untuk terhindar dari suatu masalah atau lagi ngga berbuat apa-apa, eh tau2nya ada aja masalah yang kita alamin. Masalah juga ngga pandang bulu, mulai dari anak-anak sampai orang tua, orang kaya atau orang miskin, apapun pekerjaan nya, apapun jabatan seseorang, office boy, staff, manager, sampai presiden direktur, semua pasti punya masalah, baik itu masalah kerjaan atau masalah pribadi.
Masalah bisa dikatakan adalah “ujian kehidupan”, ya hampir sama seperti ujian di sekolah atau di kampus. Kalau kita bisa lulus ujian di sekolah maka kita bisa naik kelas, atau lulus ujian di kuliah maka kita bisa ambil mata kuliah yang lebih tinggi lagi. Begitu juga dengan “ujian kehidupan” bila kita “lulus” dalam arti dapat menyelesaikan masalah kita dengan baik maka kita akan “naik kelas” dalam arti kapasitas hidup kita naik atau bertambah besar. Namun, kalau kita tidak lulus di satu mata kuliah maka kita harus mengulang mata kuliah tersebut sampai akhirnya lulus. Begitu juga dengan “ujian kehidupan” bila kita tidak “lulus” maka kita akan menghadapi “ujian kehidupan” itu lagi dalam arti kita akan terus berhadapan dengan masalah yang sama atau masalah yang itu-itu lagi.
Masalah bisa ada karena kesalahan kita sendiri atau karena kesalahan orang lain. Bila karena kesalahan diri kita sendiri, maka kita harus mengakui kesalahan kita, mengoreksi diri, ambil pelajaran dari masalah tersebut, dan jangan mengulangi kesalahan yang sama. Bila suatu masalah ada karena kesalahan orang lain, maka kita harus memaafkan orang tersebut, menerima bahwa semua orang itu unik dengan segala kekurangan dan kelebihannya.
Ada sisi positif dan manfaat dari suatu masalah.
1. Memperbesar Kapasitas kita
Seperti yang sudah saya katakan tadi, masalah dapat memperbesar kapasitas hidup kita. Dalam teori fisika, untuk memperbesar suatu volume maka harus ada tekanan. Begitu juga dengan hidup kita perlu ada “tekanan” atau masalah untuk meningkatkan kemampuan dan kapabilitas kita.
2. Membuat kita rendah hati
Kita tidak bisa hidup sendiri, kita perlu Tuhan dan perlu orang lain (keluarga, sahabat, teman, rekan kerja)
3. Membuat kita lebih dewasa
Masalah bisa membuat kita menjadi pribadi yang lebih dewasa dan menjadikan kita pribadi yang lebih baik lagi. Pernah ngga karena suatu masalah, kita menjadi orang yang lebih baik?
Untuk menghadapi masalah, kita bisa belajar dari burung Rajawali, jangan seperti Ayam. Kalau burung Rajawali tidak takut badai, justru dia akan mengembangkan sayapnya dan menunggu kapan badai akan datang. Sebab dengan adanya badai, burung Rajawali akan menghadapinya dan menggunakannya untuk terbang tinggi. Burung Rajawali tidak mengepak-ngepakkan sayapnya, tetapi dia mengembangkan sayapnya. Sedangkan kalau Ayam atau anak Ayam, penciumannya tajam, mereka tahu saat akan datang badai. Namun mereka ribut berkotek-kotek, menciap-ciap, bingung lari kesana kemari, sambil mengepak-ngepakkan sayapnya mencari tempat persembunyian untuk berlindung dari badai. Apabila badai datang mereka bisa menjadi korban, sebab mereka lemah, tak berdaya, dia menjadi victim badai. Lain dengan Ayam, burung Rajawali tidak menjadi victim, tetapi menjadi victor, pemenang, terbang mengatasi badai. Pertanyaan nya sekarang, ketika kita menghadapi masalah, kita mau jadi sama seperti burung Rajawali atau sama seperti Ayam? Kalau saya pastinya masu jadi seperti burung Rajawali, kalo kamu?
Kita perlu merubah kata “Why” menjadi “How”. Dalam menghadapi masalah kita pasti pernah bertanya-tanya kenapa kita mengalami masalah tersebut. Lebih baik kalau kita mengganti kata “Why” dengan “How” yakni bagaimana menyelesaikan masalah tersebut dengan baik.
Sepenggal lirik lagunya Bob Marley dengan judul “Dont Worry Be Happy” :
in every life we have some trouble,
when you worry you make it double
don’t worry, be happy
dont worry be happy now
dont worry be happy
dont worry be happy
dont worry be happy
dont worry be happy
Dan satu lagi yang judulnya “Everythings Gonna Be Alright” :
“Don’t worry about a thing,
‘Cause every little thing gonna be all right.
Singin’: “Don’t worry about a thing,
‘Cause every little thing gonna be all right!”
Rise up this mornin’,
Smiled with the risin’ sun,
Three little birds
Pitch by my doorstep
Singin’ sweet songs
Of melodies pure and true,
Sayin’, (“This is my message to you-ou-ou:”)
Demikian artikel saya yang bisa saya share. Semoga mendapat pencerahan
hehe
See u ON TOP!
Best Regards,
Mario Salim
Related posts:
- Life is full of Shit. Terus Gimana?
- Life is ….
- Balancing Life
- What is your biggest mistake in life?
- How To Get A Balance Life


