billy boen

WHY WORRY?

January 16, 2012, by YOTCA. read: 1,481

Farisa Angelica – YOT Campus Ambassador Universitas Trisakti

Why worry? Kadang kita selalu mikir ini-itu gak akan sesuai sama apa yang kita harapkan, mikir akan gagal, mikir kalo gak bisa dan hal-hal negatif lainnya. Pernah denger kan istilah “you are what you think” ? Well, kalo kita sendiri yang mulai berpikir negatif tentang apa yang kita kerjakan, atau apa yang akan kita capai, kalo kita sendiri aja sudah ragu dengan itu, tentu akan ngaruh banget sama effort yang kita keluarkan.  Kita yang sibuk mikir hal-hal kayak gitu, bisa dipastikan usahanya untuk mencapai sesuatu gak akan fokus, gak akan 100%, karena sekian persennya akan diserap oleh ketakutan/kekhawatiran kita sendiri akan sesuatu.

Oh iya worrying itu juga berpengaruh banget loh sama kesehatan kita. Jadi, mengutip kata-katanya Kathleen Fackelmann “Stress can ravagethe body, unless the mind says no” yang menunjukkan kalo ketakutan/kekhawatiran secara berlebihan bisa mengakibatkan stress. Energi negatif yang dikeluarkan sama ketakutan/kekhawatiran kita akan jadi bumerang untuk tubuh kita sendiri. Pada gak mau kann jadi stress? :p

Kekhawatiran terbesar biasanya datang berkaitan dengan masa depan, “nanti kalo gw gak sukses gimana?” , “nanti kalo gw gak bisa jadi ‘orang’ gimana?”, “nanti kalo gw bahkan gak bisa membanggakan orangtua gw gimana?”, “nanti kalo usaha gw sia-sia gimana”. People have to believe on their dream, every dream MUST be come true, kalo statement itu udah dikeep diingatan kita, gak akan lagi ada celah untuk kita merasa takut/khawatir. Lagian coba pikir, gimana orang lain mau percaya sama apa yang akan kita lakukan, kalo kitanya sendiri masih belum percaya kita bisa melakukannya, iya gak? yes, as simple as that

Nah, sekarang saya mau bahas gimana sih caranya menghilangkan atau meminimalisir ketakutan/kekhawatiran versi saya sendiri, setiap orang punya caranya masing-masih tapi semoga tips dari saya bisa membantu yang masih belum bisa menghandle dirinya sendiri ketika mengalami ketakutan/kekhawatiran..

1. DOA, ketika “sabar yaa” atau “lo mending gini-mending gitu” dari teman atau orang terdekat udah gak mempan mengatasi ketakutan/kekhawatiran yang ada di diri kamu, doa masih jadi senjata paling ampuh untuk at least meminimalisasikan ketakutan/kekhawatiran yang ada. Ketika kita udah gak mampu mengendalikan diri kita untuk no worrying, berdoa! God know how to change people’s heart :)

2. TULIS! Menulis bisa jadi salah satu alternatif untuk mentransfer ketakutan/kekhawatiran yang ada. Nulis juga bisa jadi sarana evaluasi diri yang tepat mengenai hal-hal yang menyebabkan kita takut/khawatir

3. Keep on your mind : if you feel worry, it shouldn’t be more than 15 minutes. Jadi ketika kamu merasa takut/khawatir, sisihkan waktu 15 menit untuk mengkaji ulang apa penyebabnya dan gimana cara mengatasinya, there’s no one who knows you better than your self..

So, yang mau saya tekankan disini adalah, better you worrying less to do more. Bukan berarti kita gak boleh menyiapkan space khusus untuk kemungkinan kita mengalami kegagalan, tapiiii kekhawatiran/ketakutan itu jangan sampai menjadi batu penghalang kita untuk mencapai sesuatu, jadi mulai sekarang yuk selalu berpostive thinking tentang apa yang sedang kita kerjakan, tentang pencapaian mimpi dan target hidup kita, inget aja nothing is impossible, semua mungkin dan semua akan terjadi. So be ready with your best effort to make everything is right, go for what you want to achieve for, with no worry :)

See you on top, great people!

Posted by : Farisa Angelica (Young On Top Campus Ambassador Universitas Trisakti)

Related posts:

  1. Don’t Worry, Be Optimistic
  2. If God exist, why worry?
  3. The Power of Mindset
  4. Break Your Fear

2 Responses to “WHY WORRY?”

  1. You mention that UBot has saved you of your energy you think you will put away cash in time?

  2. This really is precisely what I had been searching for, thank you

Leave a Reply