<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Young On Top</title>
	<atom:link href="http://billyboen.com/youngontop/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://billyboen.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Tue, 22 May 2012 12:55:40 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: root</title>
		<link>http://billyboen.com/youngontop/#comment-41445</link>
		<dc:creator>root</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 28 Apr 2011 12:01:17 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://demo.ryfiart.com/?page_id=59#comment-41445</guid>
		<description>EDUCATION

Siapa yang tidak mau punya bright future? Mungkin itu adalah pertanyaan yang silly. Saya yakin kita semua sudah tahu jawabannya. Nah, anehnya, kalau semua orang menginginkan untuk punya bright future, kenapa tidak semua orang mendapatkannya?

Memang ada banyak sekali faktor X yang memang berada di luar kontrol manusia. Faktor X inilah yang sedikit banyak juga ‘menentukan’ masa depan seseorang. Tapi saya katakan di sini, bahwa faktor X ini bukanlah satu-satunya faktor penentu masa depan kita. Masih banyak faktor lain yang juga ikut andil dalam menentukan apakah masa depan kamu akan bright atau tidak. Untungnya, faktor lain itu ada di dalam genggaman tangan kamu. Yes, kamulah yang menentukan!

Tidak akan saya sebutkan satu per satu di sini apa saja faktor penentu masa depan kamu, tapi hanya satu yang akan saya bahas di sini, yaitu faktor pendidikan. Memang karakter seseorang, seperti yang sudah saya katakan di atas, terbentuk bukan hanya karena pendidikan formal di sekolah tapi juga karena ajaran orang tua, teman, dan lain-lain. Nah, yang memprihatinkan adalah apabila anak ini adalah seorang yatim piatu, yang serba kekurangan. Jelas anak ini tidak akan mendapatkan ajaran dari kedua orang tuanya, mungkin tidak akan bisa hidup layak, tidak bisa bermain dengan teman-teman sebayanya karena dia mungkin sudah harus mengemis di pinggir jalan. Lalu, apa yang bisa membuat dia untuk memiliki kesempatan yang sama dengan anak-anak lainnya yang memiliki kedua orang tua, memiliki kehidupan yang cukup, teman yang banyak? Jawabannya tidak lain adalah pendidikan!

Mungkin yang kamu tanya dalam benak kamu, “Bagaimana bisa dapat pendidikan kalau tidak punya orang tua dan selama ini dia telah harus mengemis di pinggir jalan?” Ini adalah pertanyaan yang bagus! Mau tahu apa jawabannya? Tentu anak ini bisa mendapatkan pendidikan, apabila ada yang perduli. Apabila saya, kamu, teman-teman kita, saudara-saudara kita, dan semua orang yang kita kenal atau bahkan tidak kita kenal,...perduli dengan nasib anak-anak ini. Kita bisa membantu merubah nasib mereka...ke arah yang lebih baik.

Ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk membantu memperbaiki nasib anak-anak terlantar ini. Salah satunya adalah dengan menyisihkan sebagian kecil dari uang jajan kamu untuk disumbangkan kepada mereka. Di SD negeri, uang sekolah per anak per bulannya sekitar Rp. 20,000,-. Bukankah ini kurang lebih uang makan kamu sekali makan? Coba bayangkan, apa yang kamu keluarkan untuk satu kali makan adalah biaya pendidikan seorang anak untuk satu bulan. Uang makan kamu 12 kali bisa menutup biaya pendidikan seorang anak untuk satu tahun. 

Kalau kamu bisa menggerakkan hati teman-teman kamu sebanyak 100 orang untuk menyisihkan uangnya, katakanlah Rp.200,000,- per orang; maka di luar sana akan ada 1000 orang anak yang bisa menikmati indahnya pendidikan. Salah satu faktor penting yang mereka butuhkan untuk menyongsong masa depannya. Faktor yang akan merubah masa depannya menjadi lebih cerah. 
</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>EDUCATION</p>
<p>Siapa yang tidak mau punya bright future? Mungkin itu adalah pertanyaan yang silly. Saya yakin kita semua sudah tahu jawabannya. Nah, anehnya, kalau semua orang menginginkan untuk punya bright future, kenapa tidak semua orang mendapatkannya?</p>
<p>Memang ada banyak sekali faktor X yang memang berada di luar kontrol manusia. Faktor X inilah yang sedikit banyak juga ‘menentukan’ masa depan seseorang. Tapi saya katakan di sini, bahwa faktor X ini bukanlah satu-satunya faktor penentu masa depan kita. Masih banyak faktor lain yang juga ikut andil dalam menentukan apakah masa depan kamu akan bright atau tidak. Untungnya, faktor lain itu ada di dalam genggaman tangan kamu. Yes, kamulah yang menentukan!</p>
<p>Tidak akan saya sebutkan satu per satu di sini apa saja faktor penentu masa depan kamu, tapi hanya satu yang akan saya bahas di sini, yaitu faktor pendidikan. Memang karakter seseorang, seperti yang sudah saya katakan di atas, terbentuk bukan hanya karena pendidikan formal di sekolah tapi juga karena ajaran orang tua, teman, dan lain-lain. Nah, yang memprihatinkan adalah apabila anak ini adalah seorang yatim piatu, yang serba kekurangan. Jelas anak ini tidak akan mendapatkan ajaran dari kedua orang tuanya, mungkin tidak akan bisa hidup layak, tidak bisa bermain dengan teman-teman sebayanya karena dia mungkin sudah harus mengemis di pinggir jalan. Lalu, apa yang bisa membuat dia untuk memiliki kesempatan yang sama dengan anak-anak lainnya yang memiliki kedua orang tua, memiliki kehidupan yang cukup, teman yang banyak? Jawabannya tidak lain adalah pendidikan!</p>
<p>Mungkin yang kamu tanya dalam benak kamu, “Bagaimana bisa dapat pendidikan kalau tidak punya orang tua dan selama ini dia telah harus mengemis di pinggir jalan?” Ini adalah pertanyaan yang bagus! Mau tahu apa jawabannya? Tentu anak ini bisa mendapatkan pendidikan, apabila ada yang perduli. Apabila saya, kamu, teman-teman kita, saudara-saudara kita, dan semua orang yang kita kenal atau bahkan tidak kita kenal,&#8230;perduli dengan nasib anak-anak ini. Kita bisa membantu merubah nasib mereka&#8230;ke arah yang lebih baik.</p>
<p>Ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk membantu memperbaiki nasib anak-anak terlantar ini. Salah satunya adalah dengan menyisihkan sebagian kecil dari uang jajan kamu untuk disumbangkan kepada mereka. Di SD negeri, uang sekolah per anak per bulannya sekitar Rp. 20,000,-. Bukankah ini kurang lebih uang makan kamu sekali makan? Coba bayangkan, apa yang kamu keluarkan untuk satu kali makan adalah biaya pendidikan seorang anak untuk satu bulan. Uang makan kamu 12 kali bisa menutup biaya pendidikan seorang anak untuk satu tahun. </p>
<p>Kalau kamu bisa menggerakkan hati teman-teman kamu sebanyak 100 orang untuk menyisihkan uangnya, katakanlah Rp.200,000,- per orang; maka di luar sana akan ada 1000 orang anak yang bisa menikmati indahnya pendidikan. Salah satu faktor penting yang mereka butuhkan untuk menyongsong masa depannya. Faktor yang akan merubah masa depannya menjadi lebih cerah.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: root</title>
		<link>http://billyboen.com/youngontop/#comment-41443</link>
		<dc:creator>root</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 28 Apr 2011 11:51:10 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://demo.ryfiart.com/?page_id=59#comment-41443</guid>
		<description>tes komentar halaman young on top 28 April 2011 18:50</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>tes komentar halaman young on top 28 April 2011 18:50</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: root</title>
		<link>http://billyboen.com/youngontop/#comment-41428</link>
		<dc:creator>root</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 28 Apr 2011 10:14:09 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://demo.ryfiart.com/?page_id=59#comment-41428</guid>
		<description>test komentar di halaman young on top 28 April 2011 17:13</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>test komentar di halaman young on top 28 April 2011 17:13</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

