Your Own Promise
October 16, 2011, by YOTCA. read: 1,423
Addina Marsha – Young On Top Campus Ambassador Universitas Pelita Harapan
Seringkah kamu membuat janji kepada dirimu sendiri? Misalnya diawal kuliah kamu berjanji untuk kuliah dengan sungguh-sungguh dan menyelesaikan program sarjanamu selama 3,5 tahun, tetapi saat kamu sedang menjalankan apa yang telah kamu targetkan (janjikan) kamu menemukan kendala, misalnya kamu adalah orang yang mudah terpengaruh dengan lingkungan (re : teman-temanmu) sehingga saat kuliah kamu jadi sering cabut kelas, datang ke kelas terlambat, malas mengerjakan tugas-tugas, sehingga nilaimu failed. Tapi kamu tidak merasa bersalah dan kamu mentolerir apa yang terjadi dengan memaafkan dirimu.
Atau hal yang sederhana misalnya, kamu berjanji kepada dirimu untuk mengerjakan tugas malam ini agar tidak tergesa-gesa saat deadline tiba, tetapi kamu terus mengulur-ngulur waktumu, mentolerir dirimu yang lelah karena habis bermain bola, atau keterusan chating lalu akhirnya mengantuk, intinya, kamu melupakan janjimu sehingga akhirnya kamu kerjakan tugas tersebut di hari H dengan tegesa-gesa dan tidak maksimal. Padahal ingat tidak dengan janjimu? Janji yang telah kamu buat dan kamu ingkari dengan mudahnya…
Coba kamu bayangkan jika dirimu adalah orang lain yang telah kamu buatkan janji lalu janji itu kamu ingkari, pasti orang lain itu akan kecewa kepada kamu. Tetapi mengapa dengan mudah kamu sering mengingkari janji yang telah kamu buat untuk dirimu sendiri? apakah kamu tidak kecewa dengan dirimu?
Mungkin dengan tidak sadar kamu menganggapnya itu hal yang sepele, karena janji-janji itu kamu ucapkan hanya dalam hati dan jarang orang lain tau. Padahal kenyataannya adalah janji kepada dirimu sendiri merupakan sebuah target mu untuk mencapai apa yang kamu inginkan. Apakah kamu sadar?
Memang sulit stay in own line, banyak banget hambatan yang dirasakan. Rasa malas, gangguan dari lingkungan sekitar, tidak percaya akan kemampuan sendiri, dan lainnya.
Lalu bagaimana cara mengatasi kendala – kendala itu? Yang kamu perlukan adalah :
Komitmen
‘if you break your own commitment (now), how about the rest of your life?’
Kamu memerlukan adanya komitmen kepada dirimu sendiri, karena dengan kamu memiliki komitmen yang tinggi apapun gangguan yang kamu hadapi, tidak mudah membuatmu terpengaruh.
Semua pasti ingin menjadi orang sukses dong, dan sukses itu relatif. Orang akan merasa sukses apabila apa yang ditargetkan telah tercapai, dan yang diperlukan adalah… KOMITMEN. Tidak perlu melihat kesuksesan orang lain, lihat saja kesuksesan yang telah kamu capai. Saat membuat sebuah event, kamu sebagai ketua acara harus berkomitmen dengan acara yang kamu buat, kamu berjanji akan mengerjakan dengan sungguh-sungguh, tanpa lelah, semangat, terus berdoa kepada Tuhan agar dimudahkan dan hasilnya? Acara tersebut pasti akan sukses. Target tercapai, dan kamu akan merasa puas. Jadi kembali lagi pada dirimu… jika kamu memiliki komitmen, itu akan membantumu memenuhi janji atau target yang telah kamu buat kepada dirimu sendiri.
Jauhkan rasa malas
malas.. malas.. dan malas.. malas itu adalah penyakit yang tidak ada obatnya, karena yang bisa mengobati rasa malas itu hanya dirimu sendiri. Jadi yang kamu perlukan agar tidak mengingkari janjimu kamu harus MEMOTIVASI DIRIMU, saya beri contoh diri saya sendiri saat saya merasa malas untuk mengerjakan tugas karena mumet (banyak fikiran) atau mager (malas gerak) saya memberi excuse diri saya untuk refreshing, pergi dengan teman-teman atau makan ice cream untuk menambah mood, dengan begitu saya akan semangat dan termotivasi kembali untuk memenuhi janji saya mengerjakan tugas. Tapi jangan keterusan ingin senang-senang saja. bila kamu melanggar yang telah kamu janjikan, buatlah punishment agar kamu tidak mengulangi lagi. Dalam satu hari kita memiliki 24 jam, itu adalah waktu yang cukup untuk menyelesaikan berbagai perkerjaan termaksud janji yang telah kamu buat, sekarang tinggal bagaimana kamu memange-nya dengan baik, jadi tidak ada alasan untuk terus-terusan malas atau tidak ada waktu kan..
Don’t underestimate your self
Sering sekali sebenarnya kamu ingat akan janji yang kamu buat, tapi terkadang kamu tidak yakin mampu mengerjakannya. Please, don’t underestimate your self! karena setiap orang memiliki bekal yaitu potensi, kemampuan, kapabilitas, dan kekuatan yang menjadikan modalnya. Nah, tinggal bagaimana kamu memanfaatkan itu semua. Ingat, janji yang kamu buat itu sangat sangat penting untuk dirimu, karena itu adalah target yang sebenarnya kamu ingin lakukan. Oleh karena itu, apapun yang menghalangi, be confidence! Tanpa ada rasa percaya diri, segalanya akan membuat kita takut dan akhirnya mengingkari janji yang dibuat.
Look at the mirror, appreciate your own self. believe in your own self. do not break your own promise. you can do this! good luck
Related posts:


