billy boen

Yuk Cintai Bahasa Indonesia !

December 10, 2011, by YOTCA. read: 1,604

Annisa Purbandari – YOT CA Universitas Indonesia.

Saya ingin berbagi satu hal yang sudah lama mengganjal pikiran saya tentang bahasa Indonesia yang kian hari kian terancam. Tak dapat dipungkiri era globalisasi telah membuat posisi bahasa Indonesia tergeser dengan bahasa Inggris. Beragam merk dagang, judul artikel, nama toko hingga penggunaan media sosial (terutama media sosial) menggunakan bahasa Indonesia. Bahasa Inggris ternyata lebih bergengsi dan berprestasi dibandingkan dengan bahasa Indonesia di negeri ini. Hal ini menjadi indikator bahwa bahasa Indo­nesia bahkan tidak berdaulat di negerinya sendiri alias gagal menjadi tuan rumah di rumah­nya sendiri. Keadaan demikian tidak menguntungkan bagi keberlangsungan bahasa Indo­nesia dan juga penuturnya. Memang kita perlu menguasai bahasa asing terutama bahasa Inggris agar siap menghadapi tantangan global akan tetapi kita tidak boleh mengesampingkan bahasa ibu kita, bahasa Indonesia.

Bahasa mencerminkan identitas bangsa. Bahasa Indonesia telah meningkatkan solidaritas bangsa dengan mempersatukan seluruh penutur bahasa daerah se-Indonesia (diperkirakan Indonesia memiliki 742 bahasa daerah dari Sabang hingga Merauke) sejak Sumpah Pemuda 1928 yang telah menjadi bukti nyata peran pemuda dalam membangun konsep kebangsaan Indonesia. Semangat dan ketokohan para pemuda itu harus dipertahankan dan diperkuat agar tonggak-tonggak kebangsaan tetap kokoh dan terjaga.

Para pakar bahasa mengatakan bahwa bahasa memiliki sifat vitalitas apakah bahasa menjadi kuat, loyo, atau bahkan mati. Semua ter­gantung pe­nuturnya. Sejumlah penelitian tentang kematian bahasa-bahasa di dunia me­lapor­kan jika salah satu penyebab kematian bahasa adalah karena keinginan pe­nuturnya sendiri baik secara sadar atau tidak sadar. Penuturnya merasa bahasa ibunya tidak adaptif, responsif, dan kompetitif dengan kebutuhan ekonomi, sosial, dan unsur budaya lain bagi penuturnya. Hal demikian bisa terjadi jika tidak ada perencanaan bahasa yang jelas.

Namun sayang, maraknya fenomena saat ini adalah masyarakat lebih senang dan bangga menggunakan bahasa campur sari antara bahasa Indonesia dengan bahasa Inggris yang tanpa disadari mengancam kedudukan bahasa Indonesia bagi penutur asli bahasa Indonesia sendiri. Hal ini terutama disebabkan tingginya tingkat penggunaan media sosial daring (dalam jaringan merupakan istilah online dalam bahasa Indonesia) seperti Facebook yang mempopulerkan kata share dan like. Mengapa harus menggunakan bahasa Inggris bila kita memiliki padanan kata tersebut dalam bahasa kita? Padahal bahasa Indonesia sangat kaya dan perlu dilestarikan. Perlu diketahui bahwa bahasa Indonesia berpotensi sebagai lingua franca ASEAN (lingua franca adalah bahasa alternatif yang digunakan untuk berkomunikasi karena kedua penutur tidak saling mengerti bahasa ibu masing-masing) karena jumlah penutur bahasa Indonesia terbesar di ASEAN. Dua hal yang mengejutkan dan mengembirakan bangsa Indonesia ialah pada World Congress on Malay Language di Kuala Lumpur tahun 1995, Zhou Nanjing dari Peking University menyatakan bahwa bahasa Indonesia berpeluang menjadi bahasa internasional dan ketika Vietnam mengukuhkan bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi ke-2. Wow! Suatu penghargaan kepada bahasa Indonesia yang sedang terpuruk ini. Selain itu, pada tahun 1997 Russell Ash menuliskan bahwa bahasa Indonesia pemakai ke-9 terbesar di dunia dalam The Top 10 of Everything. Dari catatan Pusat Bahasa, Diknas, diketahui bahwa terdapat 168 institusi, baik formal maupun nonformal, di mancanegara yang telah mengajarkan bahasa Indonesia sebagai bahasa asing atau Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA). Seharusnya kita menjadi lebih menyadari untuk mengembangkan dan menjaga mutu bahasa Indonesia.

Bila dibandingkan dengan negara Malaysia, kita masih kurang tindakan konkrit untuk mengembangkan bahasa nasional kita. Dewan Bahasa Melayu di Malaysia telah mengirimkan novel-novelnya ke-40 negara di dunia. Kita belum mampu karena kurangnya dana dan tidak ada kerja-sama antar departemen. Selain itu, pemerintah Malaysia akan mencabut penggunaan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar untuk pelajaran matematika dan sains pada tahun 2012 dan mulai mencanangkan gerakan bahasa melayu di setiap pelajarannya. Hal sebaliknya justru terjadi di Indonesia yang berlomba-lomba untuk menjadi sekolah internasional dengan menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar. Bahkan pemerintah mengeluarkan kebijakan English Day. Bayangkan bila generasi selanjutnya terasing dari budayanya sendiri. Sebenarnya hal tersebut tidak salah, asalkan intensitas pembelajaran bahasa Indonesia sama tingginya dengan bahasa Inggris atau bahasa asing lainnya. Jangan heran bila fenomena yang terjadi sekarang nilai ujian bahasa asing lebih tinggi dan menjadi pelajaran favorit karena intensitas yang tidak sebanding. Kalau ada English Day, kenapa tidak membuat Hari Bahasa Indonesia yang baik dan benar? Kalau pegawai negeri wajib memiliki nilai TOEFL kenapa juga tidak diwajibkan memiliki nilai UKBI (Uji Kemahiran Bahasa Indonesia yang merupakan TOEFL versi bahasa Indonesia)?

Malaysia berambisi untuk menjadi bahasa internasional. Menurut Staf Ahli Menteri Pendidikan Malaysia bahwa bahasa Melayu berpeluang menjadi bahasa internasional, khususnya di Perserikatan Bangsa-Bangsa. Alasannya adalah bahwa jumlah penduduk yang menggunakan bahasa Melayu di ASEAN lebih dari 350 juta orang di dunia. Padahal faktanya ialah lebih dari 95% merupakan penutur bahasa Indonesia. Celaka sekali bahasa Indonesia ditempatkan sebagai salah satu dialek bahasa Melayu sehingga dalam berbagai kesempatan pembicaraan mengenai bahasa internasional selalu tertulis bahasa Melayu/Indonesia. Oleh karena perlu diluruskan bahwa bahasa Melayu sebenarnya jauh berbeda dengan bahasa Indonesia.

Sebagai generasi muda kita tentu perlu menciptakan solusi kreatif atas masalah ini. Bila sampai bahasa Indonesia luntur maka kita telah kehilangan identitas bangsa. Kita bisa meniru sistem negara Cina yang menerjemahkan seluruh kata dalam bahasa Inggris ke dalam bahasa Mandarin bahkan untuk merk dagang seperti Coca-Cola menjadi kekoukelè. Perubahan atau pengaruh bahasa asing terhadap bahasa Indonesia memang tidak bisa dielakkan, tetapi bisa diren­canakan. Bahasa akan terus dan selalu mengalami perubahan yang menunjukkan sifat bahasa adaptif dan komunikatif sehingga perlu diadakan perencanaan penyebaran dan penggunaan kosa kata untuk menjaga vitalitas bahasa.

Ber­bahasa Indonesia dengan baik dan benar bukan berarti tidak mampu berbahasa asing dengan baik akan tetapi sebaliknya orang yang tutur bahasa ibunya indah akan lebih mudah menguasai bahasa asing dan juga turut memperlihatkan kebanggaannya berbahasa Indonesia. Selain itu, identitas bangsa di mata dunia akan semakin kuat dan dihargai. Bila kita sendiri tidak menghargai bahasa Indonesia, bagaimana mungkin bangsa lain akan menghargai bahkan ingin belajar bahasa Indonesia? Oleh karena itu, peran kita sekarang untuk mencintai dan melestarikan bahasa Indonesia untuk menjaga tonggak bangsa yang telah susah payah dibangun sejak Sumpah Pemuda 1928. Bila bukan kita yang menjaga keutuhan bahasa Indonesia sebagai identitas bangsa, siapa lagi? :)

*tulisan ini dibuat berdasarkan pengamatan dan pengalaman saya mengikuti seminar « Bahasa Indonesia sebagai lingua franca di Asia Tenggara » di FIB UI.

Related posts:

  1. Lakukan hal yang kalian cintai dan hasilnya kalian akan di cintai
  2. Ayo Indonesia Bisa!
  3. BRING SOLUTION NOT PROBLEMS FOR INDONESIA
  4. Esensi Pendidikan di Indonesia
  5. “TOP Words” – Kisah Sukses & Inspiratif Orang-Orang TOP Indonesia

3 Responses to “Yuk Cintai Bahasa Indonesia !”

  1. br says:

    Artikel yang luar biasa. Bahasa ternyata menjadi sangat vital sekali untuk jatidiri bangsa. Saya bangga jadi Orang Indonesia

  2. orgreenic says:

    Magnificent goods from you, man. I’ve understand your stuff previous to and you’re just extremely excellent. I really like what you have acquired here, really like what you are stating and the way in which you say it. You make it entertaining and you still care for to keep it smart. I cant wait to read much more from you. This is really a tremendous web site.

  3. Perfectly written subject matter, Really enjoyed looking at .

Leave a Reply