Yuk Kita Berbagi
December 12, 2011, by YOTCA. read: 1,473
Ditulis oleh: M. Iman Usman (Universitas Indonesia)
Untuk Artikel Bulan Desember 2011
“Saya mau kok ikutan proyek sosial, ikutan jadi relawan, ikutan berbagi untuk masyarakat yang membutuhkan”. Semangat positif ini belakangan makin sering terdengar di kuping saya, beriringan dengan sahut-sahut optimisme untuk negeri ini.
Dalam beberapa bulan terakhir, senang kali rasanya bisa mengunjungi berbagai tempat di negeri ini, dan juga sejumlah negara. Puluhan sekolah dan kampus sempat saya datangi, bertemu dengan ribuan anak muda dari berbagai macam latar belakang sosial, budaya, dan agama. Mendengarkan kisah tentang pengalaman dan mimpi-mimpi mereka yang tak terbendung. Ada yang mau jadi pilot, seniman, insinyur, pegawai negeri, guru, atau pengusaha. Ada yang ingin mengabdikan hidupnya untuk masyarakat, mendedikasikan waktunya untuk mengajar di pedalaman, menuangkan mimpi dan harapannya lewat musik, tarian, atau tulisan. Ada yang ingin jadi juara, yang ingin mengalahkan rasa takut terhadap dirinya sendiri. Ada pula yang ingin bangkit dari kegagalannya, menjadikan kelemahan jadi sumber utama kekuatannya. Mereka semua ingin terlibat, tak ingin hanya (bisa) jadi penonton, dan kemudian menangisi keadaan.
Gurat optimisme di wajah mereka membuat saya semakin yakin bahwa masih ada harapan untuk negeri ini.
Utopiskah? Tentu kadang masih ada yang skeptis dan pesimis dengan masa depan negeri ini, apalagi melihat problematika bangsa yang kian kompleks. Tak sedikit yang memilih diam, dan larut dalam dunianya sendiri, tak (mau) tahu dengan apa yang terjadi di sekitarnya. Tapi apakah kita mau menyerah dengan itu semua? Buat apa terlalu pusing memikirkan masalah. Kenapa kita tidak fokus dengan kekuatan yang kita miliki? Kenapa kita tidak memaksimalkan passion yang kita miliki? Kenapa kita tidak mengakumulasikan energi positif yang (masih) kita miliki, dan jadikannya sebagai sumberdaya untuk membuat perubahan yang ingin kita lihat?
Energi positif itu pula yang membuat saya dan teman-teman di Indonesian Future Leaders terus berupaya menyalakan harapan kepada anak muda di negeri ini, mengajak semua berpartisipasi untuk menciptakan perubahan. Dulu kami pikir, jarak, waktu, tenaga, dana, bisa jadi kendala besar untuk melakukan ini semua. Tapi seiring waktu, kami belajar, dan saksikan, bahwa keteguhan hati bisa mengalahkan segalanya. Siapapun (tidak peduli siapa dan seperti apa dia), bisa melakukan sesuatu!
Jika saya bisa, kamu juga bisa! Jika mereka bisa, kita juga bisa!
Berbekal keteguhan hati dan pengetahuan secukupnya yang dimiliki, saya dan teman-teman berpikir untuk mengembangkan kampanye #AyoBerbagi, sebuah jawaban atas pertanyaan “Bagaimana cara kami memulai menginisiasikan aktivitas sosial di sekitar?”. Kata inisiasi menjadi kunci dari kampanye ini. Kami percaya bahwa konsep “berbagi” sebetulnya sangatlah luas spektrumnya, sangat membumi. Setiap orang bisa memiliki interpretasi yang berbeda-beda, dan dalam kesempatan ini kami ingin menginterpretasikan “berbagi” sebagai bentuk “inisiasi pemuda untuk perubahan sosial”. Kenapa inisiasi? Karena kami percaya sudah saatnya pemuda kita tampil jadi inisiator bagi lingkungannya, menggagas ide-ide cemerlang nan solutif, melihat tantangan sebagai peluang, dan memaksimalkan modal sosial yang ada.
Kami mencoba untuk merangkum materi-materi yang pernah kami dapatkan dari berbagai kegiatan yang pernah diikuti, mengingat kembali pengalaman pribadi ataupun best practices dari sekitar, dan kemudian mencoba untuk menyampaikan lewat video sederhana. Pada tahap awal kami merencanakan membuat video-video tutorial yang berisikan materi mengenai:
Selama 1 bulan Oktober – November, kami mengembangkan berbagai kegiatan yang fokus pada upaya mengajak anak muda untuk menginisiasikan aksi berbaginya. Sekilas mengenai kegiatan 1 bulan tersebut bisa dilihat di sini:
Apakah berhenti di situ? Tidak! Dalam perkembangannya, kini kami tak sabar ingin menyentuh topik-topik lain untuk membantu teman-teman muda mengembangkan proyek sosialnya dengan bahasan berbagai isu yang lebih praktikal. Tentu saja materi yang kami sampaikan tidak bisa dijadikan sebagai rujukan tunggal, karena kami sendiri juga masih belajar dan mungkin masih memiliki kekurangan di berbagai sisi. Tapi tentunya itu tak jadi hambatan untuk berbagi. Selama ada yang bisa dibagi, kenapa kita tidak berbagi? Kami berencana menerjemahkannya ke bahasa lain selain bahasa Indonesia, sehingga perlahan juga bisa membantu teman-teman di mancanegara yang juga terkendala pada akses informasi. Video-video dengan versi yang lebih lengkap dan lebih baik kualitasnya akan dijadikan CD kompilasi, yang bisa dibagi ke sekolah-sekolah dan komunitas yang tertarik.
Video-video ini masih amat sangat sederhana, dan jika ada pihak-pihak yang ingin membantu kami mengembangkannya, memperbaiki kualitasnya, kami akan dengan senang hati menerimanya! Harapannya lewat video-video ini, setidaknya bagi teman-teman yang belum bisa mengikuti workshop atau kegiatan kami, bisa sedikit terbantu. Bagi mereka yang terbatas akses informasinya, bisa jadi tahu
. Tentunya workshop kreatif #AyoBerbagi dan coaching clinic di berbagai tempat akan terus diupayakan, tapi sembari menunggu, bisa dimulai dengan menonton videonya, dan memulai menginisiasikan aksi berbaginya. Jika ada sekolah/ kampus/ komunitasnya yang ingin didatangi juga bisa langsung menghubungi kami! Satu persatu akan kita coba bantu
Silahkan hubungi saya melalui email imanusman@gmail.com jika ada yang tertarik!
Berbagi bukan hanya soal mampu, tapi juga mau. Dan kami mau! Bagaimana dengan anda?
[facebook_ilike]
Related posts:
- Young On Top Berbagi
- Young On Top Berbagi Kasih Natal
- Indahnya Kebersamaan di ‘Young On Top Berbagi’
- kita adalah Indonesia dan Indonesia adalah kita.
- Mimpi? apa masih ada dlm diri kita?




