Day: July 11, 2020

  • 6 Industri Trending di Indonesia

    6 Industri Trending di Indonesia

    #BBCNote15

    Untuk yang mau sukses, pelajari secepat-cepatnya, dan masuklah ke 6 industri ini. Kapan? Sekarang!

    Sejak WFH pertengahan Maret 2020, saya habiskan waktu saya untuk belajar sebanyak-banyaknya, perluas wawasan saya semaksimal mungkin. Di bidang apa? Di area stock investing, startup investing, dan property. Saya selalu ada di depan Tv untuk nonton ‘semua video’ tentang ketiga area tersebut di youtube. Saya juga baca sebanyak-banyaknya artikel di google tentang ketiga hal tersebut. Saya juga baca bukunya Ray Dalio (founder & CEO/Co-CIO Bridgewater Associates, biggest Hedge Fund in the world dengan AUM $150 billions).

    So anyway.. apa aja industri yang rising? Antara global dan Indonesia, sama jenis industrinya. Yang membedakan adalah waktunya.

    1. Clean Technology. Karena global warming yang sudah kita dengar sejak awal tahun 2000-an (mantan Wakil Presiden Amerika Al-Gore ikut memopulerkan terms: “global warming”), lebih banyak orang yang berpikir akan perlunya energi terbarukan (renewable energy): solar, wind.. untuk menggantikan minyak (oil), dan batu bara (coal). Itulah kenapa salah satu inventor dan entrepreneur terbaik dunia, Elon Musk, ketika jual PayPal ke E-Bay, dia invest di Tesla untuk mendistrupt industri otomotif dan Solar City untuk mendistrupt industri solar pannel (yang akhirnya dibeli dan menjadi bagian dari Tesla untuk produksi batere). Di Amerika dan China, CleanTech sudah berjalan dan akan terus berkembang. Bagaimana dengan Indonesia? Menurut prediksi saya, dalam 5 tahun kedepan, kita akan mulai melihat CleanTech berkembang secara cepat. Kalau 5 tahun terakhir semua melirik FinTech yang sudah mulai terlalu ramai, kita akan segera melihat CleanTech. Jumlahnya ngga akan sebesar FinTech, karena CleanTech butuh modal yang lebih besar (hardware), bukan sebatas software.
    2. Agriculture Technology. Ini yang akan lebih keliatan cepat berkembang di Indonesia dalam 2-3 tahun kedepan. In other words, it’s here, tinggal tunggu meledaknya aja. Kenapa? Karena Indonesia negara agrikultur dan logistik/supply chain sudah jauh membaik dibanding 5-10 tahun lalu, dan kita masih tau problem yang dihadapi petani: prediksi akan cuaca, tengkulak, middle man, permainan harga oleh mafia. AgriTech diharapkan bisa memangkas semua ini dengan software yang transparan, real time, dan bisa dinikmati sama semua stakeholders: dari petani hingga produknya disajikan di dapur konsumen.
    3. Supply Chain. Ini sudah sedang berkembang. Ini bisnis konvensional yang sudah terasa disrupsinya oleh new supply chain/logistic companies berbasis technology dan dibacked up oleh pemikiran dan mentalilty-nya VC. SiCepat salah satu perusahaan yang 5 tahun lalu belum terdengar namanya, sekarang Top 3, bareng JNE dan J&T. Industri last mile delivery, same day delivery, trucking, trending positif.
    4. Commerce Empowerment. Kalau dunia sudah ada Alibaba dan Amazon yang mendisrupt industri ini. Untuk Indonesia, ada Tokopedia dan Bukalapak yang sudah secara nyata bantu puluhan juta usaha mikro dan kecil dunia digital. Tapi yang saya mau bahas di sini lebih kepada industri mikro dan kecil yang masih non-digital. Karena ecommerce masih cuma 2-3% dari total transaksi yang ada saat ini. Diprediksi mereka akan berkembang sampai 20%. Gimana dengan 80% lainnya? Ini yang harus kita bantu. Ini industri yang rising. Mendigitalisasi warung, rumah makan, warteg, toko kelontong, dan yang memudahkany puluhan juta orang yang tidak punya rekening bank di desa-desa.
    5. Education Technology. Ini masih akan semakin berkembang, “thanks” to Covid19.
    6. Health Technology. Di dunia ini sudah diberkembang pesat, di Indonesia sudah mulai banyak yang melirik. HaloDoc masih jauh dari apa yang Indonesia butuhkan. Industri ini berada di stage yang mirip dengan AgriTech, Commerce Empowerment, dan EduTech.

    Berikut adalah industri berbasis teknologi yang masih jauh untuk masuk ke Indonesia tapi sudah sedang dikembangkan oleh negara-negara maju: Artificial Intelligence, Wearable, Virtual Reality, Robotic, dan Autonomous Driving. Ngga usah fokus ke empat ini, fokus aja ke 6 industri yang saya sebutkan di atas kalau mau jadi sukses dan kaya di Indonesia, juga bermanfaat bagi puluhan dan ratujan juta penduduk Indonesia pada saat yang bersamaan.

    Silahkan kalau ada yang mau ditanyakan.

    See you ON TOP!
    Billy Boen

    Twitter: @billyboen | IG: @billyboenYOT | Facebook: @billyboenYOT | Linkedin: Billy Boen

    11/7/2020

    ***Dilarang untuk mengutip keseluruhan maupun sebagian dari BBCNotes yang saya tulis tanpa ijin tertulis dari saya untuk ditulis/diposting di manapun.