Apakah Kamu Punya Mental Pengusaha?

#BBCNote36

Ngga semua orang mau jadi pengusaha, tapi banyak yang mau jadi pengusaha. Motivasi mereka mau jadi pengusaha juga macem-macem. Ada yang pengen jadi pengusaha karena keren, karena duitnya banyak, tapi ada juga yang mau jadi pengusaha karena bisa membuka lapangan pekerjaan buat orang lain, berkarya, dan pengen bisa bermanfaat ke banyak orang.

Apapun motivasinya, dan siapapun inspirasinya, pastikan kamu beneran punya mental pengusaha. Apa sih mental pengusaha? Kayak gimana sih mental pengusaha?

My wifey adalah orang yang sangat sangat tau kenapa saya sampe nulis artikel ini. Dia adalah orang yang bisa ngeliat mood saya swing dari sangat sangat gembira di pagi hari, kemudian bisa mendadak moody di siang hari, dan di sore harinya saya bisa senyum lagi. Atau, bisa di minggu ini saya hepi banget, kemudian selama 2 minggu kedepan saya sangat sangat muram dan ngga banyak ngomong.

“Oh, jadi mas Billy orangnya moody-an toh”. Ngga sama sekali. Saya justru adalah orang yang lebih pakai rasional dibandingkan pakai hati. Mungkin kalau pakai persentase: 70% rasional, 30% hati. Yes, 30% termasuk ngga kecil, makanya itulah kenapa kalau saya lagi ada masalah, orang-orang akan bisa tahu. Dari raut muka saya, maupun dari aura yang nempel sama diri saya.

Semua orang yang mau jadi pengusaha, berharap grafik kesuksesan itu lurus dari titik nol, naik terusssssssss. Grafiknya trending positif.

Nah, semua pengusaha yang udah jalanin bisnisnya lebih dari 5 tahun, tahu banget kalau hampir ngga ada tuh grafik trending positif yang lurus. Udah pasti, naik turun, kayak grafik stok di bursa saham.

Pertanyaannya: Kalau pas lagi turun, mental kamu siap ngga? Kalau pas lagi naik ngga usah ditanya deh… pasti hepi. Kalau turunnya “berjuta kali”, kamu siap ngga? Kalau ngga siap, sebaiknya jangan jadi pengusaha.

Kalau jadi karyawan, grafiknya turun itu kalau abis dimarahin sama atasan. Grafiknya turun banget, kalau abis kena SP1, SP2, atau dipecat.

Nah, kalau jadi pengusaha, grafiknya turun itu kalau pas projectnya gagal, rugi, trus ngga bisa bayar gaji karyawan kantor. Belum lagi kalau ditipu, kena kasus hukum, dan seterusnya.

Apa yang saya sampein di sini, bukan teori. Saya sudah pernah ngerasain “semuanya”. Masa sih? Iya, ditipu pernah, berhubungan sama hukum pernah, project gagal sering, rugi sering, ngga bisa bayar gaji karyawan berkali-kali sejak saya jadi pengusaha tahun 2009 lalu.

Apakah semua orang harus jadi pengusaha? Ngga. Apakah kamu hanya akan jadi manusia yang mulia kalau jadi pengusaha dengan membuka lapangan pekerjaan dan berkarya? Ngga. Jadi manusia yang bermanfaat itu bisa kok dengan kerja dengan integritas penuh, jadi atasan yang mau mentorin timnya dengan tulus, yang bikin perusahaannya berkembang sehingga bisa memberikan gaji yang lebih baik utk seluruh karyawannya dan membuka lowongan kerja untuk orang lain. Yes, itu semua bisa kamu lakukan ketika kamu menjadi karyawan.

Jadi pengusaha atau tidak, itu sepenuhnya adalah sebuah pilihan. Ngga ada yang benar dan salah. Tergantung diri kamu. Tapi pastikan, ketika kamu mau jadi pengusaha, kamu harus punya mental jadi pengusaha.

Gudlak!

See You ON TOP!
Billy Boen

Twitter: @billyboen | IG: @billyboenYOT | Facebook: @billyboenYOT | Linkedin: Billy Boen

15/3/2021

***Dilarang untuk mengutip keseluruhan maupun sebagian dari BBCNotes yang saya tulis tanpa ijin tertulis dari saya untuk ditulis/diposting di manapun