#BBCNote21

Di era covid sekarang ini, mana yang lebih baik, investasi di properti yang katanya semua harganya lagi pada turun atau di bursa saham?

Sejak WFH di pertengahan Maret, kalau ada 2 area yang saya paling pelajari dari buku, google, youtube, ya 2 hal ini: properti dan bursa saham. Dan saya bukan cuma belajarin 2 area ini sebatas di Indonesia, atau di Asia Tenggara, atau Asia Pacific. Saya pelajari pemikiran-pemikiran orang-orang hebat dan melihat secara global. Kalau properti, saya sampai lihat Australia, Eropa, dan Amerika. Kalau bursa saham, yang saya perhatikan setiap hari hingga sekarang ini adalah: Nasdaq dan NYSE yang dua-duanya merupakan bursa saham terbesar di dunia, yang berlokasi di kota New York.

Kenapa saya kalo pelajari sesuatu, ngga terbatas cuma di Indonesia aja? Karena melihat dari sejarahnya, negara kita itu seringkali berada beberapa tahun dibelakang Amerika dan Eropa. Kalau sekarang secara global kita sudah lebih terkoneksi karena teknologi, tetap saja… pemikiran rakyat kita masih seringkali “beberapa bulan” di belakang Amerika dan Eropa.

Balik ke judul tulisan ini, mana yang sebaiknya dipilih? Properti atau saham?

Tergantung. Yang pasti kalau alokasi uang untuk berinvestasinya terbatas, ya kemungkinan besar ngga bisa invest di properti. Ngga ada kan properti yang dijual Rp300,000 (kayak 1 lot saham di bursa)? Jadi kalau duitnya terbatas, ya di saham (atau kalau mau yang lebih aman, ya beli emas).

Tapi, kalau duitnya ada dan bisa keduanya, ya jalanin keduanya. 🙂 Tapi, kalau harus milih salah satu, pilih yang mana? Disclaimer ya, bahwa apa yang saya tulis di sini BUKAN WAJIB untuk diikuti. Ini hanya pemikiran saya dan yang memang saya lakukan.

  1. Bursa saham saat ini lagi menarik. Sejak crashed di Maret/April 2020, banyak saham yang belum balik ke harga normal sebelum crash. Artinya, kalau berinvestasi sekarang ini, kemungkinan harganya akan naik dalam jangka menengah, apalagi dalam jangka panjang. Dan, enaknya di saham, kalau yang dibeli itu blue chip (perusahaan dengan manajemen bagus), saham yang kita beli itu sangat likuid. Kalau mau kita jual, bisa langsung terjual. Hati-hati, jangan beli saham gorengan dengan asal-asal ikut-ikutan karena harganya kayaknya lagi bagus atau sedang meroket. Bisa jadi saham ini ngga ada yang mau beli di keesokan harinya. Yes, ini bisa terjadi.
  2. Untuk properti, kecuali bisa dapetin harga rumah/tanah/apt dari orang lokal atau tetangga atau teman… dan dijualnya karena butuh uang, sebaiknya belinya nanti aja. Kenapa? Karena semakin lama, semakin banyak orang yang akan butuh uang karena efek dari covid. Semakin sulit untuk orang-orang bayar cicilan rumah/aptnya. Banyak yang kena PHK dan tabungan menipis bahkan habis, makanya mereka harus jual rumah/tanah/apartemennya. Di sinilah saat kamu yang punya uang lebih untuk investasi masuk. Kapan? Saran saya: antara Januari hingga Juni 2021.

Semoga bermanfaat. Tapi inget ya, soal Dana Darurat. Baca dulu tulisan saya itu sebelum kamu mulai berinvestasi di manapun.

Berbahagialah kalian yang selama ini ngga hedon, ngga beli-beli barang demi gengsi dan sekarang punya tabungan banyak bahkan punya alokasi untuk investasi. Siapin mindset dan mental kamu dari sekarang, sehingga ketika covid hilang dari muka bumi, kamu sudah siap. Seperti apa Life After Covid, silahkan dibaca.

See You ON TOP!
Billy Boen

Twitter: @billyboen | IG: @billyboenYOT | Facebook: @billyboenYOT | Linkedin: Billy Boen

9/10/2020

***Dilarang untuk mengutip keseluruhan maupun sebagian dari BBCNotes yang saya tulis tanpa ijin tertulis dari saya untuk ditulis/diposting di manapun.