#BBCNote25
Industri 5.0. Apalagi istilah ini? Sejak kapan ada istilah ini? Saya ingat betul baru beberapa tahun lalu, di 2018, Presiden Jokowi lagi gencar-gencarnya mempromosikan tentang Revolusi Industri 4.0, supaya masyarakat Indonesia mulai bersiap diri. Apa yang dilakukan Presiden bagus. Kita ngga boleh jadi ‘katak dalam tempurung’. Di luar sana semua negara berlomba untuk menjadi negara maju, Indonesia juga harus melakukan hal yang sama.
Negara hanya bisa maju kalau SDM-nya berkualitas bagus.
Nah, baru beberapa tahun lalu kebanyakan masyarakat baru dengar istilah “Revolusi Industri 4.0”, sekarang sudah ada “Industri 5.0”? Apa lagi ini? Pada intinya, 5.0 di sini artinya: semua yang sudah menggunakan teknologi untuk memudahkan pekerjaan manusia, dibuat lebih efektif lagi. Ibaratnya robot-robot di pabrik, akan dibuat lebih hebat lagi, lebih produktif lagi, lebih hemat lagi, lebih bagus lagi kualitas produksinya, dan seterusnya.
Kita, harus gimana nanggepinnya? Ada 2 pilihan, dan silahkan dipilih:
- Kesel. Ngeluh. Marah. Dan berpendapat bahwa para pengusaha adalah orang-orang egois dan kapitalis. Pengusaha hanya mikirin diri sendiri, lebih milih pake teknologi canggih dibandingkan mempekerjakan banyak orang. ATAU…
- Membuka diri untuk mempelajari skill baru sehingga bisa lebih relevan ke depannya, sesuai dengan perkembangan jaman, perkembangan teknologi. Dan menyadari betul bahwa kita ngga bisa menyetop perkembangan teknologi, apalagi untuk bikin kemunduran jaman.
Kalau kamu memilih nomor 1. Kayaknya kalian sudah buang-buang uang kalian untuk subscribe di Billy Boen Club (BBC).
Kalau kamu memilih nomer 2, berarti kalian adalah orang-orang yang pantas untuk memimpin Indonesia sehingga suatu saat nanti Indonesia diakui dunia sebagai salah satu negara maju. Jangan pernah salahkan perkembangan teknologi. Ibaratnya, kita ngga mungkinkan untuk suruh orang kalau mau berhitung, jangan pakai komputer atau kalkulator tapi pakai bolpen dan kertas? Kita ngga bisa kan suruh orang jangan makan pakai sendok dan garpu tapi pakai daun yang ditekuk menyerupai sendok? Kita ngga mungkin kan suruh orang jangan pakai email untuk kirim pesan, tapi pakai secarik kertas dan dikirim pakai burung dara?
Untuk kalian yang pro-padat karya, sebaiknya jangan beli Honda, Toyota, Mercedes, BMW, Tesla, Daihatsu, Suzuki, Ford, Wuling, Hyundai, dan Kia. Sebaiknya kalian belinya Rolls Royce, karena mereka masih pakai tenaga manusia, alias padat karya. Ini memang yang sudah seharusnya, setiap skill yang dimiliki oleh manusia akan dihargai lebih mahal dibandingkan yang dihasilkan oleh robot.
Balik ke Industri 5.0, inilah tujuan yang sesungguhnya: bagaimana membuat produk yang bisa membuat kehidupan manusia menjadi lebih baik, kepada lebih banyak manusia. Di sinilah peran Industri 5.0, peran robot. Sekali lagi, jangan pernah salahkan perkembangan teknologi. Manusia punya otak, kita cerdas. Berpikirlah, bagaimana supaya kita bisa tetap relevan terlepas dari perkembangan jaman yang terus maju dengan pesat.
See You ON TOP!
Billy Boen
Twitter: @billyboen | IG: @billyboenYOT | Facebook: @billyboenYOT | Linkedin: Billy Boen
14/11/2020
***Dilarang untuk mengutip keseluruhan maupun sebagian dari BBCNotes yang saya tulis tanpa ijin tertulis dari saya untuk ditulis/diposting di manapun.
