#BBCNote35
Di tahun 80an – 90an, yang ngetren adalah jadi karyawan yang sukses. Seperti apa karyawan yang sukses? Yang bisa memanjat tangga korporasi, hingga capai jabatan tertinggi di perusahaan tersebut yang biasanya dipegang oleh jabatan CEO, Managing Director, Managing Partner, Country Manager, atau General Manager.
Tapi dunia berputar, ada tren baru di 2000an: entrepreneurship. Ini juga baru beneran mulai dipromote gila-gilaannya sejak menjelang akhir 2000-an, kira-kira di tahun 2008. Generasi muda yang usaha mulai keliatan ke permukaan, salah satunya ada Mimin Andrew Darwis Kaskus. Tren ini terus bergulir hingga tahun 2019. Ngga heran, jumlah entrepreneur saat ini sudah jauh lebih banyak dibandingin sama jumlah entrepreneur 12 tahun lalu.
Saya sendiri mulai usaha (banting setir dari karyawan) sejak umur 2009, ketika membuat YOT dari nol.
Anyway, jadi sekarang yang lagi ngetren apa? Investasi. Mendadak, di sosmed, semua orang ngomongin investasi. Termasuk saya. Kok bisa? Karena sejak pandemi, orang-orang pada WFH. Meski jam kerja jadi kacau balau, ngga bisa dipungkiri bahwa tetap aja ada waktu di rumah yang bisa diisi untuk bengong. Nah, mereka yang masih terima gaji, kerjanya dari rumah, jadi punya tabungan lebih banyak dibandingin pre-covid. Kok bisa? Karena tadinya mereka sering keluar nongkrong, makan-makan sama temen-temen, traveling,.. mendadak mereka ngga bisa kemana-mana. Gaji goes straight to bank account. Di sinilah, mereka mulai mikir: “Ngapain ya? Invest di bursa saham ah”.
Terbukti, bursa saham di seluruh dunia berkembang luar biasa, terutama dari jumlah investornya, dan of course, otomatis juga jumlah uang yang berputarnya.
Jadi, mana yang lebih baik? Mulai usaha atau investasi? Dua-duanya butuh uang. Yang membedakan: yang satu butuh kerja keras, yang satu lagi ngga butuh kerja keras. Yang satu kita punya kontrol, yang satu lagi kita ngga punya kontrol.
Kalau kamu tau apa purpose kamu, tau apa passion kamu, tau apa kelebihan kamu, menurut saya, better untuk mulai usaha. Mulai usaha itu gampang, yang susah itu bikin usahanya bertahan dan berkembang sampe bisa dibilang sukses. Kalau kamu ngga tau apa purpose, passion, dan kelebihan kamu alias kamu masih banyak galaunya, sebaiknya kamu cari tahu itu semua tapi untuk saat ini, invest kecil-kecilan aja, sambil pelajarin bisnis yang kamu invest itu. Untuk invest kecil-kecilannya, mungkin kamu bisa mulai dari invest di yang “tanpa resiko”: ORI (surat obligasi yang ditawarkan oleh negara, untuk membantu APBN).
Kalau saya gimana? Dua-duanya. Tapi saya mulai bikin usaha dari 12 tahun lalu. Saya dalami apa itu dunia bisnis. Dan sebelum mulai usaha, saya ada di korporasi, jadi saya sudah pelajari yang namanya leadership, management, sistem perusahaan, dan branding pastinya. Jadi, semua perusahaan yang saya bangun, otak, expertise, dan pengalaman saya ada di situ. Kalau bahas soal investasi, saya hanya invest di perusahaan-perusahaan yang saya suka sama brandnya, percaya sama CEO-nya dan manajemennya, dan dengan purpose perusahannya.
Untuk sukses di dunia bisnis dan dunia investasi, kamu harus kenal sama diri kamu. Tanpa kenal banget banget sama diri kamu, apa yang kamu lakuin, baik memulai usaha, maupun investasi… akan berantakan.
Gudlak!
See You ON TOP!
Billy Boen
Twitter: @billyboen | IG: @billyboenYOT | Facebook: @billyboenYOT | Linkedin: Billy Boen
14/2/2021
***Dilarang untuk mengutip keseluruhan maupun sebagian dari BBCNotes yang saya tulis tanpa ijin tertulis dari saya untuk ditulis/diposting di manapun



