Tag: rich

  • Yang Kaya Semakin Kaya. Kenapa?

    Yang Kaya Semakin Kaya. Kenapa?

    #BBCNote12

    Ada yang bilang: “Ngumpulin Rp1M pertama itu yang paling susah. Begitu udah punya Rp1M pertama, bikin jadi Rp10M itu udah lebih gampang.” Apakah benar? Kalau benar, kenapa? Kok bisa?

    Kalau dari yang saya amati, pernyataan di atas emang benar. Makanya orang yang kaya akan semakin kaya.

    Orang yang belum kaya, fokusnya ‘cuma satu’: bertahan hidup. Kalopun ada yang kedua: nabung dikit-dikit untuk biaya sekolah anak, bahagiain keluarga (traveling, belanja, nonton bioskop), dan siapin masa pensiun. Dan ini wajar, karena memang bertahan hidup adalah hal yang paling mendasar. Manusia butuh makan dan butuh tempat tinggal. Kalau kedua hal ini sudah bisa tercapai (meski tempat tinggal masih sewa), barulah hal-hal lain mulai dipikirkan.

    Tapi sadarkan ya kalau semua yang saya tulis di atas itu ngga ada hubungannya sama memultiplikasi uang yang dimiliki. Sementara, orang yang kaya, atau setidaknya yang sudah punya semua itu di atas, mikirnya sudah satu step lebih maju: Bagaimana membuat uang yang mereka sudah miliki menjadi lebih banyak lagi. Tujuannya macem-macem: biar bisa lebih banyak bersedekah, biar bisa makan lebih enak, biar bisa tinggal di rumah yang lebih besar/nyaman, biar bisa traveling ke manapun dan kapanpun mereka mau, dan supaya ngga perlu khawatir akan masa tua mereka.

    Jadi, apa yang mereka lakuin, yang bikin mereka yang sudah kaya menjadi semakin kaya?

    1. Punya multiple source of income. Oke, satu bisnis mereka berhasil. Apakah mereka puas? Apakah mereka hanya akan ambil gaji besar, ambil dividen besar, kemudian mereka foya-foya? Ngga! Mereka biasanya membuat bisnis baru.
    2. Uang yang mereka dapetin dari bisnis-bisnis yang mereka bikin itu kemudian mereka investasikan ke tempat lain: invest di startup, beli saham, beli properti (yang dalam jangka panjang nilainya pasti akan naik terus).
    3. Mereka menunda semua jenis ‘kebahagiaan’ yang dilakukan oleh banyak orang yang belum kaya. Kenapa mereka tunda? Apakah mereka ngga mau liburan dan senang-senang? Apakah mereka ngga mau punya rumah yang besar/nyaman? Mau. Tapi, mereka cerdas. Mereka akan keluarkan uang untuk liburan dan beli rumah yang megahnya bukan dari ‘hard-earned income’ (active income). Jerih payah yang mereka hasilkan dari keringat mereka, ditabung dan diinvestasikan. Nah hasil investasinya yang merupakan passive income (uang menghasilkan uang) yang mereka pake untuk liburan dan beli rumah megah, dan mereka investasikan lagi!

    Gaji ngga akan bisa bikin kamu kaya, seberapa besar gaji kamu saat ini. “Mas Bill, gaji saya Rp100 juta per bulan, saya bisa kaya.” Ya ya ya. 10 tahun dari sekarang, coba lihat uang yang ada di bank, saya jamin NGGA MUNGKIN Rp12 miliar (Rp100 juta x 12 bulan x 10 tahun). Ngga mungkin. Karena gaji kamukan pasti kepotong biaya untuk hidup. Kalau biaya hidup kamu Rp10 juta per bulan dan kamu hidupnya super irit, berarti biaya hidup kamu 10 tahun itu = Rp1.2M. Artinya, kekayaan kamu Rp10.8M. Apakah ini kaya? Tergantung penilaian kamu.

    Tapi, bayangkan kalau dari gaji kamu Rp100 juta per bulan, biaya hidup kamu Rp10 juta per bulan, 60-70%nya kamu tabung, dan 30-40%nya kamu investasikan. Jangan kaget kalau investasi yang kamu pilih tepat, setelah 10 tahun, kekayaan kamu bisa lebih dari Rp50M. Yes, kuncinya: berinvestasi di instrumen yang tepat. Saya akan bahas di tulisan lain di lain kesempatan. At least, you get my point ya.

    So, udah tau ya mindset orang-orang kaya gimana dan kenapa mereka bisa semakin kaya? Now, apakah kamu pengen jadi orang kaya? Atau pengennya gini-gini aja? Apapun pilihan kamu, ngga ada yang salah. That’s your life. Up to you.

    See You ON TOP!
    Billy Boen

    Twitter: @billyboen | IG: @billyboenYOT | Facebook: @billyboenYOT | Linkedin: Billy Boen

    20/6/2020

    ***Dilarang untuk mengutip keseluruhan maupun sebagian dari BBCNotes yang saya tulis tanpa ijin tertulis dari saya untuk ditulis/diposting di manapun.

  • Bedanya Orang Kaya dan yang Belum Kaya

    Bedanya Orang Kaya dan yang Belum Kaya

    #BBCNote12

    Meskipun ngga semua orang pengen kaya (katanya), di dalam hatinya, mereka pengen bisa hidup nyaman (berkecukupan), dan ini berhubungan sama uang yang dimilikinya. Kita hidup di dunia yang modern, bukan lagi di jaman barter kalau kita mau suatu barang, harus kita tukar dengan barang yang kita punya. Masih tukar menukar sih, tapi dengan alat pembayaran yang namanya uang. Ketika terjadi tukar menukar barang dengan uang, itulah yang kita sebut dengan transaksi.

    Jadi, pada dasarnya, saya percaya bahwa hampir semua orang sebenarnya sadar bahwa memiliki uang yang cukup itu penting. Betul, bahwa uang ngga bisa membeli kebahagiaan. Tapi, uang bisa membeli barang, uang bisa membuat kita lebih bebas (memilih), uang bisa membuat kita lebih banyak berbagi, dan ini bisa mengacu kepada kebahagiaan kita. Ada kebahagiaan yang sifatnya sementara, ada yang selamanya.

    Inilah list beberapa perbedaan orang kaya dengan orang yang belum kaya:

    • Perspektif orang kaya terhadap uang: positive. Orang yang belum kaya seringkali berpikir uang adalah sumber segala negatif (rakus, perang, kapitalisme yg menyebabkan kemiskinan, dst)
    • Orang kaya sudah mengajarkan anak-anaknya dari kecil dengan perspektif baik tentang uang, sehingga ketika mereka dewasa, mereka “bersahabat” dengan ide untuk dekat dengan uang yg membuat mereka kemudian menjadi kaya. Sementara orang yang belum kaya, jelas ngga bisa ngajarin anaknya tentang uang, karena mereka ngga punya uang atau masih berjuang untuk punya uang.
    • Orang kaya punya beberapa atau banyak sumber pendapatan. Orang yang belum kaya, biasanya cuma punya satu sumber pendapatan.
    • Orang kaya selalu bisa memotivasi dirinya sendiri. Orang yang belum kaya ngerasa perlu dimotivasi oleh motivator.
    • Orang kaya punya rasa penasaran yang sangat tinggi, dan kalau dia sudah penasaran, dia akan pelajari hal tersebut sesering mungkin dan dari sumber yang bermacam-macam sampai dia merasa ngerti. Meski sudah ngerasa ngertipun, dia akan terus belajar karena dia ngerasa ilmunya masih belum cukup. Orang yang belum kaya ngga punya rasa penasaran yang tinggi, dan memilih untuk terus berada di comfort zone, dengan pemikiran: “Saya udah nyaman di sini, ngapain harus pelajari hal baru, males ah.”
    • Orang kaya sadar bahwa punya teman yang banyak itu penting, karena baginya teman = network dan network bisa mendatangkan kesempatan baru. Orang yang belum kaya jumlah temannya ya segitu-segitu aja karena merasa ngga nyaman kalau harus kenalan sama orang baru, karena enakan ngobrol dan hangoutnya sama yang udah kenal aja.
    • Orang kaya ketika membeli barang, bukan lagi untuk gengsi tapi untuk fungsi dan emang beneran karena dia suka sama brand dan kualitas produknya. Orang yang belum kaya, beli barang mahal untuk dipamerin ke teman-temannya karena masih haus sama pujian.
    • Orang kaya makan makanan yang dia suka, yang sehat, bukan makan suatu mahakan karena mahalnya dan gengsinya. Kalau dia ke restoran mewah, karena memang suka sama suasananya, kualitas makanannya, dan kualitas pelayanannya. Kalau orang yang belum kaya, akan mengatakan bahwa mereka ngga ke restoran yang mahal, karena berbagai alasan… tapi sebenarnya karena dia ngga punya duit dan ngga sanggup untuk makan di resto mahal tersebut.
    • Orang kaya selalu menghargai waktu dan kesal sama orang yang ngga ngehargain waktu. Orang yang belum kaya, karena ngga punya karya, ngga punya perusahaan, dan masih kerja hanya kalau disuruh… ya jelas yang dia punya cuma waktu, dan karena ngerasa waktunya banyak, maka dia take it for granted. Seringkali mikirnya: “Ah telat-telat dikit okelah”, yang mana ini adalah hal tabu buat orang kaya. Kenapa? Karena orang kaya ngerasa satu-satunya hal yang terbatas dan ngga bisa di-rewind adalah waktu.
    • Pas resesi, orang kaya senang karena yang dia lihat adalah kesempatan untuk beli-beliin stok, sementara orang yang belum kaya akan fokus kehilangan nilai saham yang dia sudah beli sebelum resesi.

    Saya masih bisa kasih “sejuta list” lainnya yang membedakan orang kaya vs. orang yang belum kaya. Tapi semoga apa yang saya tulis ini, bisa ngebuka pikiran kalian semua. Untuk yang mau nambahin, silahkan tulis di kolom komen ya. Let’s share pemikiran kita untuk orang lain.

    See you On Top!
    Billy Boen

    Twitter: @billyboen | IG: @billyboenYOT | Facebook: @billyboenYOT | Linkedin: Billy Boen

    16/6/2020

    ***Dilarang untuk mengutip keseluruhan maupun sebagian dari BBCNotes yang saya tulis tanpa ijin tertulis dari saya untuk ditulis/diposting di manapun.