Blog

  • FTX, now SVB. Gone to “Zero”.

    FTX, now SVB. Gone to “Zero”.

    #BBCNote54

    Banyak anak muda yang ngejar title “30 Under 30”, “40 Under 40”. Boleh? Boleh banget. Eksistensi dan pengakuan apalagi yang diberikan oleh institusi kredibel memang membanggakan. TAPI.. apakah nama-nama yang masuk ke dalam list kredibel tersebut pasti 100% sukses selamanya? Ngga.

    Sejak 2009 hingga 2019, saya produced and hosted my own radio program called “YOT Live”, then “Smart YOT Radio”. Ini program mingguan, artinya saya dalam setahun kira-kira menginterview 50 entrepreneur, investor, CEO, Direktur… yang bisa dikategorikan sebagai orang-orang sukses di karir/bisnis. Saya noticed, dari sekitar 500 orang yang saya interview (dan kemudian jadi network dan teman saya), ada setidaknya puluhan yang bisnisnya bangkrut. Setidaknya belasan anak muda yang saya undang di program tersebut karena sepak terjangnya sebagai founder dan CEO, dan ada juga yang karena dapet title “30 Under 30” dari majalah terkenal, startupnya tutup.

    Di Januari 2022, FTX valuasinya US$32 miliar = Rp480 triiun. Sekarang sudah bangkrut, founder/CEO-nya kena kasus hukum. Padahal tahun 2022 lalu, Sam Bankman-Fried yang sering dipanggil SBF jadi media darling. Muda, billionare. Dia jadi poster boy-nya cyrpto; diinterview sana sini.

    Sekarang yang lagi rame, kehancuran Silicon Valley Bank (SVB) dalam kurun waktu 48 jam karena nasabah rame-rame berusaha tarik US$42 billion di hari yang sama. Sebelum hancur per tanggal 10 Maret 2023, SVB adalah bank ke-16 terbesar di Amerika.

    Banyak moral of the story atau lesson learnnya dari FTX dan SVB. Penyebab keduanya runtuh juga bisa di-google dan kita jadikan pembelajaran supaya ngga terjadi sama bisnis kita atau tempat perusahaan kita bekerja. Tapi yang lebih saya mau highlight di sini: status yang kita dapatkan bukan untuk kita sombong-sombongin. Status atau title yang kita dapetin itu adalah bonus dan pengakuan dari hasil kerja keras kita, tapi jangan sampai mengubah diri kita. Jangan belagu, jangan nganggep remeh orang lain, apalagi punya niat untuk jahatin orang lain demi supaya bisa lebih sukses lagi (greedy/rakus).

    Ngga ada yang selamanya di dunia ini. Be humble. Be kind.

    See You ON TOP!
    Billy Boen

    Twitter: @billyboen | IG: @billyboenYOT | Youtube: BBC | Linkedin: Billy Boen

    13/3/2023

    ***Dilarang untuk mengutip keseluruhan maupun sebagian dari BBCNotes yang saya tulis tanpa ijin tertulis dari saya untuk ditulis/diposting di manapun.

  • Pick Your Battle

    Pick Your Battle

    #BBCNote53

    Semua manusia di dunia ini punya waktu yang sama: 24 jam per hari, 7 hari seminggu, dan 365 hari setahun. Mau sekaya apa, seganteng atau secantik apa, keturunan raja sekalipun, sama.

    Kita semua dalam menjalanin hidup punya pusingnya masing-masing. Jangan pernah naif dan ngerasa ada orang di luar sana yang mungkin sosial medianya keliatannya enak terus, hepi terus, trus kita mikir, “Wah tuh orang ngga pernah susah, hidupnya hepi terus.” No way. Kitanya aja yang ngga tau kalau dia lagi berjuang apa di dalam hidupnya.

    So, karena kita harus berjuang untuk banyak hal, kita harus pinter-pinter bikin skala prioritas yang tepat. Mana yang urgent, kita coba tackle duluan. Mana yang important, bisa kita selesaiin setelah yang urgent selesai. Dan untuk masalah-masalah yang ngga penting-penting banget tapi ‘ngeganggu kayak kutil’, mungkin bisa kita cuekin sementara atau selamanya. Ini yang saya sebut “Pick Your Battle”. Pinter-pinter pilih mana yang harus kita turun tangan, mana yang kita ngga perlu turun tangan langsung.

    Bingung harus gimana?

    Yang kita harus turun tangan langsung: Yang sifatnya sangat prinsip. Soal integritas, soal kepemimpinan yang bisa berimbas pada banyak orang, soal strategi yang akan menentukan arah kedepan ‘perahu’-nya mau dibawa ke mana.

    Yang bisa kita cuekin sementara atau selamanya: Soal hal-hal yang sifatnya remeh dan kalo keputusan yang diambil jelekpun, sifatnya ngga fatal. Contoh: diskusi sama temen nanti siang sebaiknya makan di mana, diskusiin siapa yang harus beliin kado untuk temen yang ultah atau kado apa yang harus dikasihin, dst.

    Trust me, ngga semua harus kita urusin kok. Emang kamu Superman?

    Saya ngelakuin apa yang saya tulis ini, dari dulu sampe detik ini. Makanya orang-orang terdekat saya sekalipun tau kalau saya hidupnya “santai”. Saya ngga micro managing. Saya terlibat di strategi besaran (visi, misi), dan disetiap keputusan-keputusan penting. Di kesehariannya, saya lebih suka mentorin dan empowering my team untuk supaya bisa naik kelas; to have better judgement, better leadership/supervision skill. Gimana caranya? Ya dengan kasih my team kesempatan utk in charge di keseharian, karena hanya dengan dikasih practice kayak gini, mereka jadi bisa terbiasa, belajar, dan akhirnya naik kelas.

    Ada yang relate dan punya komen? Atau punya pendapat beda? Lemme know.

    See You ON TOP!
    Billy Boen

    Twitter: @billyboen | IG: @billyboenYOT | Youtube: BBC | Linkedin: Billy Boen

    9/3/2023

    ***Dilarang untuk mengutip keseluruhan maupun sebagian dari BBCNotes yang saya tulis tanpa ijin tertulis dari saya untuk ditulis/diposting di manapun.

  • I am Back (Again)

    I am Back (Again)

    #BBCNote52

    My last post di sini, 22 September 2021, artinya sudah 17.5 bulan saya ngga nulis. Why? Karena setelah web ini kena hacked, my team harus benerin dulu semuanya (perbaiki security-nya, buang-buangin sampahnya, dan bener-benerin fiturnya) baru saya bisa nulis lagi.

    So many things in my biz life have happened since September 2021. On a personal life, all good. I feel blessed and grateful.

    Untuk yang nanya, “Mas Bill ngapain aja selama 1.5 tahun terakhir?” Well, I’ve done a lot. Ada yang berhasil, juga ada yang gagal (but at least i’ve tried, ya ngga?). But in short, i’ve been dividing my time into two things: fighting for Indonesian youth with YOT and investing in Indonesian start ups with Kejora Capital.

    Saya ngga pernah bilang bahwa jadi entrepreneur dan investor itu gampang. Dan seringkali, ini affecting your mental health, dan juga personal/family life. Bangun pagi bisa hepi, siang sedih/lesu karena ada masalah, sore hepi lagi, malam sedih lagi; dan repeat.

    Apa yang saya pelajari selama lebih dari 1.5 tahun terakhir?

    1. Beneran deh, jadi orang ngga boleh greedy. Ini sumber kehancuran. Karena greed (rakus) bisa bikin kita ngga berpikir rasional. Atau, kita menjustify hal-hal jelek dengan akal rasional kita untuk menjadi ‘terdengar bagus’. Greed juga bisa bikin kita ngelakuin hal-hal jahat ke orang lain. Kok saya tau? Ya karena saya kebetulan jadi korbannya.
    2. Jangan terlalu cepat percayain tanggung jawab ke tim yang memang belum pantas untuk dipercaya sepenuhnya. Saya bersyukur karena harus melewati periode ‘bersih-bersih’ selama 5 bulan, akhirnya saya bisa bilang bahwa saya bangga memimpin tim YOT yang saya namain YOTPassus2.0 (YOT Pasukan Khusus 2.0).
    3. Sehebat apapun kita bikin plan, pasti meleset. Faktor X di luar sana begitu besar. Jadi kalo gitu kita ngga perlu bikin plan? Wrong. Tetep dong. Tapi yang harus disiapin ya skill kita untuk bisa agile-adapt dengan situasi, dan berpikir kreatif untuk cari solusi andai plan awal kita ngga sesuai dengan yang kita harapkan. Easier than said, yes.

    Okay, stay tune, I’m gonna start writing what’s on my head more often.

    See You ON TOP!
    Billy Boen

    Twitter: @billyboen | IG: @billyboenYOT | Youtube: BBC | Linkedin: Billy Boen

    8/3/2023

    ***Dilarang untuk mengutip keseluruhan maupun sebagian dari BBCNotes yang saya tulis tanpa ijin tertulis dari saya untuk ditulis/diposting di manapun.

  • Kenapa Saya Baru Bikin Youtube?

    Kenapa Saya Baru Bikin Youtube?

    #BBCNote51

    Youtube sudah melahirkan banyak banget selebriti, dan bikin banyak banget orang jadi tajir melintir. Tapi, banyak ngga sedikit juga orang yang memutuskan untuk keluar dari Youtube, apa yang sementara, ada yang untuk sensasi, ada yang untuk selamanya karena ngerasa udah ngga nyaman dan lebih ngerasa cocok di platform sosmed lainnya.

    Sejak tahun 2010, saya punya program tv sendiri di MetroTv: “Young On Top”, di 2018 saya bikin program tv “Connext MetroTv”, dan di tahun 2019 hingga sekarang, saya punya program tv “Unlock with Billy Boen” yang tayang sebulan sekali di Hari Sabtu pekan terakhir setiap bulannya pukul 19.05 WIB.

    Pertanyaannya, kenapa sekarang saya bikin youtube channel? Sebenarnya channel ini udah ada sejak lama, tapi ngga ada isinya. Baru kemudian diisi semua episode “Unlock with Billy Boen” yang sudah tayang di MetroTv.

    Tapi memang baru beberapa minggu lalu saya isi dengan video saya sharing tentang pemikiran saya. Tentang apa aja? Saat saya nulis ini, baru 2 video, yang satu tentang klarifikasi slogan saya tahun 2009 “Kalo bisa sukses di usia muda, kenapa mesti nunggu tua?” yang bertentangan dengan yang sering saya share di my IG dan twitter untuk enjoy life. Yang satu lagi tentang pandangan saya soal “Fokus”, apakah yang namanya fokus itu untuk hanya satu hal atau bisa untuk beberapa hal pada saat yang bersamaan.

    Balik ke pertanyaannya, kenapa? Untuk apa saya bikin channel youtube? Untuk tajir melintirkah? Untuk biar semakin ngetopkah? Kurang kerjaankah? Hehe… mungkin yang terakhir bener. J/k.

    Taukan apa purpose hidup saya yang saya tau dan jalani sejak 2009? Untuk lebih banyak berbagi. Purpose hidup ini kemudian menajam sejalannya waktu, sehingga sekarang purpose hidup saya adalah untuk lebih banyak berbagi ke generasi muda (khususnya Indonesia, tanah air tercinta).

    Jadi youtube channel “BBC” ini saya buat dengan niatan untuk supaya saya bisa lebih banyak lagi berbagi. Kalau selama ini saya berbagi lewat tulisan, kali ini saya mau berbagi lewat video. Kalau selama ini saya berbagi di website, di tv, di radio, di seminar, dan di sosmed IG dan twitter, sekarang nambah satu platform baru: youtube. Yes, ngga ada yang istimewa, di mata saya, youtube cuma sebagai sebuah platform alternative untuk saya berbagi, supaya saya bisa reach lebih banyak anak muda lagi yang mungkin selama ini males baca tulisan-tulisan saya, atau ngga sempet nonton episode-episode “Unlock with Billy Boen” di MetroTv. Dan saya jadi bisa mengekspresikan pemikiran saya dengan lebih efektif. Maksudnya?

    Sadar ngga sih, saya nulis artikel yang sedang saya tulis ini butuh waktu lebih dari 10 menit? Harus mikir, harus ngetik. Untung kemampuan ngetik saya dengan 10 jari (dan pernah jadi siswa di sekolah SMA saya dengan kemampuan ngetik tercepat). Itupun butuh waktu lebih dari 10 menit untuk nyelesaiin 1 tulisan. Nah, kalau kalian notice, video yang saya posting di youtube, cuma 7-9 menit. Dipikir-pikir, enak juga ya… apalagi video youtube saya ngga pake edit-editan. Sepanjang ngerekam ada salah-salah ngomong, keselimpet ngomongnya, bodo amat. Selesai record, langsung saya upload. 🙂 Yang penting kontennya lah ya. hehehe, ini kata orang yang males ngedit, lebih tepatnya ngga ngerti cara ngedit dan ngga punya waktu untuk ngedit.

    So there it is… itu jawaban dari pertanyaan kenapa saya masuk ke youtube. Menjawab ya? Kalo ada yang mau komen silahkan ya. Kasih masukan, boleh banget, malah saya tunggu.

    Thanks! Semoga terus setia baca pemikiran-pemikiran saya di website saya ini dan di youtube saya ini ya.

    See You ON TOP!

    Billy Boen

    Twitter: @billyboen | IG: @billyboenYOT | Youtube: BBC | Linkedin: Billy Boen

    22/9/2021

    ***Dilarang untuk mengutip keseluruhan maupun sebagian dari BBCNotes yang saya tulis tanpa ijin tertulis dari saya untuk ditulis/diposting di manapun.

  • Lebih Baik Mana: Jadi Spesialis Atau Generalis

    Lebih Baik Mana: Jadi Spesialis Atau Generalis

    #BBNote50

    Kalau dilihat dari berbagai sumber, yang jadi CEO kebanyakan memang dari lulusan Manajemen dan Marketing. Tapi jaman sudah berubah, sekarang dan kedepannya banyak juga lulusan Computer Science yang jadi CEO. Trus, gimana dengan jurusan lain? Apakah hanya tiga jurusan ini yang pantas untuk punya karir cemerlang dan memimpin perusahaan?

    Pertama-tama, kita harus tau dulu kenapa jurusan Management banyak yang bisa jadi CEO? Karena di kuliah, diajarin gimana caranya memanage dan memimpin tim. Seperti yang kita tau, bahwa suksesnya sebuah perusahaan itu bukan karena satu atau dua orang, tapi karena kerjasama seluruh tim yang ada. Semakin timnya harmonis, ngerti kerjaan satu sama lain, saling membantu, dan tau tujuan yang ingin dicapai perusahaan, semakin besar kemungkinan perusahaannya akan bisa berkembang.

    Trus, kenapa jurusan Marketing bisa ngelahirin banyak CEO? Karena biasanya perusahaan itu kan ngejual produk atau jasa. Sebelum perusahaan mikirin Divisi Human Resources (HR), yang paling utama dipikirin sama perusahaan setelah nentuin produk dan jasa seperti apa yang ingin dijual adalah gimana cara marketinginnya supaya banyak orang tau dan ujung-ujungnya beli produk dan jasa yang ditawarin tersebut.

    Kalau sekarang semakin banyak lulusan Computer Science (CS) yang jadi CEO, karena di era digital sekarang ini, banyak produk dan jasa yang diciptakan oleh para lulusan CS ini. Mereka melihat masalah yang ada di masyarakat, kemudian mereka ciptakan teknologinya untuk bisa membantu menyelesaikan masalah tersebut, merekapun menjadi Founder/CEO di perusahaan yang mereka buat itu. Dua perusahaan besar dunia, Google dan Microsoft… CEOnya saat ini dipegang oleh dua orang yang lulusan dari Computer Science: Sundar Pichai (Google/Alphabet) dan Satya Nadela (Microsoft).

    Nah, jadi, mendingan jadi Spesialis atau Generalis? Menurut saya, balik dulu ke karakter kita masing-masing. Kalo kamu passionate banget sama misalnya Psychology, ya ngga apa juga jadi Spesialis. Jangan maksain untuk jadi Generalis. Kalau kamu sudah tau kalo kamu bukan orang yang passionate terhadap suatu area, ada baiknya kamu pelajarin berbagai area yang bisa menunjang karir kamu.

    Saya passionatenya sama Brand Management. Saya lulusan MBA dengan fokus ke area tersebut. Saya dari kecil bercita-cita untuk pegang brand keren. Suka aja bikin strategi brand, dari brand yang ngga ngetop jadi ngetop, dari brand yang sudah ngetop bikin biar brandnya tetep ngetop, dst. Saya yang tadinya “Spesialis Brand”, akhirnya bisa juga tuh jadi orang nomer satu di perusahaan.

    Apapun pilihan kamu, ngga ada benar salahnya. Kamu baru akan tau benar atau salahnya ketika kamu sudah nyemplung di karir/bisnis. Trus, kalo kamu tau ternyata pilihan kamu untuk jadi Spesialis atau Generalis salah, lantas harus gimana? Ya belajarin ilmu atau area yang kamu belum ngerti. Bisa juga dengan perkuat tim kamu sehingga tim kamu bisa ngebantuin kamu di area-area yang memang tidak kamu kuasai.

    Semua perusahaan saya berbasis teknologi. Saya bukan lulusan Computer Science. Saya ngga ngerti programming. Trus kok bisa? Ya dengan merekrut orang-orang yang memang hebat di programming. As simple as that.

    Untuk yang mau baca tulisan-tulisan saya lainnya, tinggal browsing aja judul-judulnya di sini.

    See You ON TOP!

    Billy Boen

    Twitter: @billyboen | IG: @billyboenYOT | Linkedin: Billy Boen

    8/9/2021

    ***Dilarang untuk mengutip keseluruhan maupun sebagian dari BBCNotes yang saya tulis tanpa ijin tertulis dari saya untuk ditulis/diposting di manapun.