Inspiration

Hal Paling Penting Sejak 2020

#BBCNote44 Siapa yang bilang uang ngga penting? Siapa yang bilang karir ngga penting? Tapi apakah itu beneran yang terpenting? Semua orang tau bahwa kita bisa punya karir yang bagus, bisnis yang sukses, dan uang yang banyak kalau kita sehat jasmani dan rohani. Secara mental kita sehat (bisa berpikir positif, ngga gampang nyerah, terus belajar dan berusaha, dst) dan juga secara fisik kita sehat (ngga sakit-sakitan). Kalau salah satunya ngga sehat, akan sangat sulit banget untuk kita bisa sukses. Dunia diingatkan dengan kedatangan covid19 di bumi. Kalau dulu ucapan kita ke teman seringkali, “Sukses terus ya bro/sis”, sekarang kita lebih sering ngomong, “Sehat terus ya bro/sis”. Yes, dunia disadarkan bahwa kesehatanlah yang terpenting di dalam hidup ini. Kita semua berlomba untuk jaga agar kita ngga jatuh sakit. Dulu ketika kita pilek atau deman, kita masih ‘santai’,… ah palingan abis minum obat dan tidur, besok juga udah sembuh. Sekarang? Kita batuk, demam dikit aja udah langsung parno kena covid. Yuk kita bukan cuma sadar aja bahwa sehat itu penting, tapi kita lakuin. Minum vitamin, tidur cukup, dan sempatkan olahraga setiap hari. Kalo lagi sibuk banget, bikin badan keringetan dikitlah dengan squad 100, push up 50, sambil lompat2 (jumping jack) 50, sebelum mandi. Paling total 10 menit doang kok. Pertanyaan selanjutnya, kalau udah sehat: Pilih Bahagia atau Tenang? Kalo menurut saya… (klik di sini) Stay Healthy! Billy Boen Twitter: @billyboen | IG: @billyboenYOT | Linkedin: Billy Boen 8/6/2021 ***Dilarang untuk mengutip keseluruhan maupun sebagian dari BBCNotes yang saya tulis tanpa ijin tertulis dari saya untuk ditulis/diposting di manapun

Pilih Bahagia Atau Tenang?

#BBCNote43 Sekitar 15 tahun lalu, ketika saya sudah jadi GM Oakley Indonesia umur 26thn… tapi masih mengejar kesuksesan karir di korporasi, saya pernah diskusi dengan seorang teman soal bahagia vs. tenang. Kala itu, teman saya pilih bahagia. Saya pilih tenang. Menurut saya, ngerasain bahagia sih enak, tapi kalo ngga tenang, sama aja bohong. Teman saya bilang, ya kalo bahagia… bahagia, kita hidup untuk cari kebahagiaan. Saya kemudian berargumen bahwa yang ultimate itu ketenangan, makanya ada “RIP” (Rest in Peace), bukan “RIH” (Rest in Happiness”. Sejalannya waktu, saya berubah ke pilih bahagia. Kayaknya dengan bahagia…. ya seperti yang teman saya bilang, bahagia rasanya. Susah jelasinnya. Tapi, sejak sekitar 4 tahun lalu, saya ngga lagi cari kebahagiaan. Yang saya cari: Ketenangan. Yes, saya balik lagi ke pilihan awal saya. Kebahagiaan bisa kita dapetin dengan banyak cara dan/atau ketika kita berhasil akan sesuatu; dapet gaji di akhir bulan, berhasil dapetin proyek, dapet teman baru, dapet investasi, berhasil kolaborasi, dapet dividen, ketika traveling, makan di restoran, ngerayain ultah, dan jutaan hal lainnya. Tapi ini semua ngga ada artinya kalau di dalam lubuk hati terdalam kita tahu bahwa kita lagi ngga tenang. Kok bisa? Ya jelas bisa, kalau kebahagiaan yang kita dapetin dan rasain itu dari hasil yang ngga halal, dari tindakan kita yang nyakitin orang lain, dari nginjek-nginjek pihak lain demi kesuksesan kita. Fast forward ke hari ini,… saya ngerasa kalau kita tenang hidupnya, kita akan ngerasain kebahagiaan yang sejati. Hati tenang = Bahagia, namun belum tentu sebaliknya. Ada yang punya pendapat lain? Silahkan ya. I’d love to hear your thought and perspective. Duduk di teras, liat air mengalir di sungai, nonton Netflix berduaan sama wifey, mancing ikan di sungai berjam-jam (meski ngga berhasil nangkep ikannya), nyabutin rumput liar di taman, liat wifey berkebun, masak di dapur, liat James nyari makanan di dapur adalah segelintir ketenangan yang bikin saya ngerasain kebahagiaan yang luar biasa. Semoga kalian yang baca tulisan ini, bisa ngerasain kebahagiaan yang saya rasakan detik ini. Nyari ketenangan, bukan berarti harus stop jadi orang yang sukses loh ya. Nih, bagi yang mau baca Tips Promosi Jabatan, silahkan klik di sini. See You ON TOP! Billy Boen Twitter: @billyboen | IG: @billyboenYOT | Linkedin: Billy Boen 6/6/2021 ***Dilarang untuk mengutip keseluruhan maupun sebagian dari BBCNotes yang saya tulis tanpa ijin tertulis dari saya untuk ditulis/diposting di manapun

Kekayaan Bukan Ilusi

#BBCNote42 Banyak orang yang ngga suka ngomongin soal uang karena takut kesannya dianggap mata duitan, mendewakan uang, dan seterusnya. Tapi, dalam hati mereka tau dan sadar bahwa uang itu penting. Dan biasanya, mereka adalah orang-orang yang ngerasain masalah dengan uang di dalam kehidupan sehari-harinya. Sementara, di luar sana ada orang-orang yang ngga malu untuk ngebahas soal uang, tapi bukan soal cara ngabisinnya, tapi lebih kepada gimana menambah kekayaannya. Mereka inilah yang biasanya ngga punya masalah dengan keuangan. Kok bisa? It’s all about YOUR MINDSET. Kalau kamu dari kecil diajarin sama orang tua kamu kalau uang itu “jahat” dan jangan jadi mata duitan, kemungkinan besar perspektif kamu soal uang akan ada unsur negatifnya. Jadi, secara ngga sadar, apa yang kamu lakuin setiap haripun bukan untuk growing your wealth. Di alam bawah sadar kamu, kamu “takut” kaya. Orang-orang kaya ngajarin anak-anaknya: Uang itu penting, dan semakin kamu kaya, kamu akan semakin bebas. Kamu akan bisa ngelakuin banyak hal, its okay untuk gagal, dan kamu bisa ngelakuin banyak kebaikan dengan meluangkan waktu kamu dan menyumbang banyak uang. Bayangin, kalau dari kecil kamu udah dijejelin mindset seperti ini? Chancenya, ketika kamu dewasa, kamu akan ngelakuin hal-hal yang bisa bikin kamu kaya, yang bikin kekayaan kamu semakin bertambah. Uang ngga bisa beli kebahagiaan. True. Tapi kekayaan bisa “beli” kebebasan (bebas ngelakuin apa aja, kapan aja, berapapun harganya). Mau kaya? Benerin dulu mindset kamu… Sosial dulu atau jadi kaya dulu? Jawabannya ada di tulisan ini. See You ON TOP! Billy Boen Twitter: @billyboen | IG: @billyboenYOT | Facebook: @billyboenYOT | Linkedin: Billy Boen 4/6/2021 ***Dilarang untuk mengutip keseluruhan maupun sebagian dari BBCNotes yang saya tulis tanpa ijin tertulis dari saya untuk ditulis/diposting di manapun

Sosial Dulu atau Kerja Dulu?

#BBNote41 Sejak teknologi semakin berkembang dan memudahkan untuk kita melakukan banyak hal, Generasi Milenial hatinya semakin tergerak untuk mau berbuat sosial. Kalau jaman dulu, hampir semua anak muda fokusnya sukses di karir, jarang yang mikirin untuk berbagi… sekarang beda. Generasi Milenial apalagi Generasi Z fokusnya malah untuk bermanfaat. Mereka akan memilih untuk kerja di perusahaan yang menurut mereka punya banyak manfaat di masyarakat. Mereka ngga lagi melihat pekerjaan cuma dari berapa besaran gajinya tapi lebih kepada seberapa mereka bisa mengambil peran aktif dalam membuat perubahan bersama perusahaannya. Untuk yang hatinya banget banget tergerak untuk berbuat baik… kadang dilemanya: lulus kuliah langsung berbuat baik (sosial) atau kerja dulu ya? Di luar sana sudah banyak banget anak muda yang berbuat baik selepas kuliah. Bagus atau ngga? Jelas bagus dong. Tapi… Banyak yang setelah 5 tahun lakuin kegiatan sosial, mereka harus meninggalkan itu semua karena mereka sudah mulai dihadapkan oleh realitas kehidupan: pacaran, nikah, punya anak, dan menghidupi keluarga… yang semuanya butuh uang yang ngga sedikit. Jadi mereka harus stop kegiatan sosialnya dan fokus kerja. Kalau saran dari saya: Lulus kuliah, fokus bangun karir kamu. Bisa dengan bekerja atau berbisnis. Di sela-sela prioritas kamu itu, lakuin kegiatan-kegiatan sosial. Kenapa? Karena kalau kamu karirnya bagus, bisnisnya sukses, kamu akan bisa lebih berbagi ke lebih banyak orang lagi. Uang yang kamu punya banyak, relasi/network yang kamu miliki juga besar, kamu jadi bisa ngajakin teman-teman kamu untuk juga berbagi sehingga impactnya pun lebih besar. Lebih banyak yang bisa menerima kebaikan dari yang kamu dan teman-teman kamu lakuin. Dan yang terpenting: kegiatan sosial kamu itu ngga akan pernah putus, sampai kamu meninggal. Karir kamu bagus, bisnis kamu bagus, ketika berbagi kamu merasa senang, saya yakin kamu ngga akan pernah mau berhenti berbagi. See You ON TOP! Billy Boen Twitter: @billyboen | IG: @billyboenYOT | Facebook: @billyboenYOT | Linkedin: Billy Boen 24/5/2021 ***Dilarang untuk mengutip keseluruhan maupun sebagian dari BBCNotes yang saya tulis tanpa ijin tertulis dari saya untuk ditulis/diposting di manapun

5 Tips Promosi Jabatan

#BBCNote40 Tips yang saya tuis untuk kalian yang sedang kerja dan meniti karir ini bukan semata dari kacamata saya sebagia entrepreneur / pemilik perusahaan. Saya nulis tips ini juga berdasarkan dari pengalaman saya meniti karir sebagai seorang karyawan, sejak lulus kuliah, selama 9 tahun kerja di 3 perusahaan berbeda, sebelum akhirnya banting setir menjadi pengusaha. Apa aja tipsnya? Saya tulis ini, dengan tidak berurutan ya, karena semuanya penting, nih dia: Jangan hitung-hitungan sama waktu. Banyak karyawan yang dalam hati bilang, “Boss gua rese, udah mau jam pulang kantor, gua dikasih kerjaan!” Padahal, ini seharusnya kamu syukuri. Kenapa? Karena percaya deh, ngga ada Boss yang waras yang ngasih kerjaan ke karyawan yang dia ngga percaya bisa mengerjakan pekerjaan tersebut. Jadi, kalau kamu yang dikasih kerjaan tersebut, artinya kamu yang dipercaya sama Boss kamu, bukan rekan kerja kamu. Bersyukurlah, dan do your best! Do your best. Jangan punya mental, “Ah yang penting udah gua kerjain”. Banyak karyawan yang mental kerjanya kayak gitu, dengan kata lain, ngerjainnya asal-asalan, setengah hati, yang penting kelar tanpa peduli hasilnya maksimal atau ngga. Ngga ada Boss yang mau kasih kepercayaan dan tanggung jawab lebih besar ke karyawan tipe gini. Samakan ekspektasi dengan Boss kamu. Seringkali karyawan bilang, “Saya sudah kerjakan 1-10 tapi Boss masih bilang kurang.” Di awal pas dikasih tugasnya, nanya ngga, “Pak/Bu, saya harus kerjakan 1 sampai berapa?” Kalau si Boss ngarepnya kamu kerjain tugasnya 1-100, ya jelas aja yang kamu kerjain kurang dan Boss kamu ngga hepi dengan kerjaan kamu. Kerjain beyond your job description. Semoga kamu ngga punya response berikut: “Ha? Ngga salah nih? Ngapain ngerjain yang diluar jobdes, kan saya digaji untuk ngerjain jobdes!” Sadar ngga sih, kalau jobdes itu adalah pengharapan minimum perusahaan terhadap kamu? Jadi, kalo patokan kamu cuma ngerjain sesuai jobdes, ya kamu akan stay di posisi kamu aja, ngga akan pernah dipromosiin jabatan. Kalo mau dipromosiin jabatan, selesaiin jobdes kamu secara maksimal, trus go extra mile… coba bantuin rekan kerja kamu, atau volunteer untuk ikut dalam project lain yang lagi berlangsung di perusahaan kamu. Jangan gosip, jangan jelekin rekan kerja kamu, apalagi Boss kamu. Dah, kalo poin ini ngga perlu saya jabarin lebih lanjut lah ya. Udah jelas banget kan? Good luck! Semoga tahun ini kamu dipromosiin jabatannya. 🙂 See You ON TOP! Billy Boen Twitter: @billyboen | IG: @billyboenYOT | Facebook: @billyboenYOT | Linkedin: Billy Boen 3/5/2021 ***Dilarang untuk mengutip keseluruhan maupun sebagian dari BBCNotes yang saya tulis tanpa ijin tertulis dari saya untuk ditulis/diposting di manapun