Kenapa Saya Baru Bikin Youtube?

#BBCNote51 Youtube sudah melahirkan banyak banget selebriti, dan bikin banyak banget orang jadi tajir melintir. Tapi, banyak ngga sedikit juga orang yang memutuskan untuk keluar dari Youtube, apa yang sementara, ada yang untuk sensasi, ada yang untuk selamanya karena ngerasa udah ngga nyaman dan lebih ngerasa cocok di platform sosmed lainnya. Sejak tahun 2010, saya punya program tv sendiri di MetroTv: “Young On Top”, di 2018 saya bikin program tv “Connext MetroTv”, dan di tahun 2019 hingga sekarang, saya punya program tv “Unlock with Billy Boen” yang tayang sebulan sekali di Hari Sabtu pekan terakhir setiap bulannya pukul 19.05 WIB. Pertanyaannya, kenapa sekarang saya bikin youtube channel? Sebenarnya channel ini udah ada sejak lama, tapi ngga ada isinya. Baru kemudian diisi semua episode “Unlock with Billy Boen” yang sudah tayang di MetroTv. Tapi memang baru beberapa minggu lalu saya isi dengan video saya sharing tentang pemikiran saya. Tentang apa aja? Saat saya nulis ini, baru 2 video, yang satu tentang klarifikasi slogan saya tahun 2009 “Kalo bisa sukses di usia muda, kenapa mesti nunggu tua?” yang bertentangan dengan yang sering saya share di my IG dan twitter untuk enjoy life. Yang satu lagi tentang pandangan saya soal “Fokus”, apakah yang namanya fokus itu untuk hanya satu hal atau bisa untuk beberapa hal pada saat yang bersamaan. Balik ke pertanyaannya, kenapa? Untuk apa saya bikin channel youtube? Untuk tajir melintirkah? Untuk biar semakin ngetopkah? Kurang kerjaankah? Hehe… mungkin yang terakhir bener. J/k. Taukan apa purpose hidup saya yang saya tau dan jalani sejak 2009? Untuk lebih banyak berbagi. Purpose hidup ini kemudian menajam sejalannya waktu, sehingga sekarang purpose hidup saya adalah untuk lebih banyak berbagi ke generasi muda (khususnya Indonesia, tanah air tercinta). Jadi youtube channel “BBC” ini saya buat dengan niatan untuk supaya saya bisa lebih banyak lagi berbagi. Kalau selama ini saya berbagi lewat tulisan, kali ini saya mau berbagi lewat video. Kalau selama ini saya berbagi di website, di tv, di radio, di seminar, dan di sosmed IG dan twitter, sekarang nambah satu platform baru: youtube. Yes, ngga ada yang istimewa, di mata saya, youtube cuma sebagai sebuah platform alternative untuk saya berbagi, supaya saya bisa reach lebih banyak anak muda lagi yang mungkin selama ini males baca tulisan-tulisan saya, atau ngga sempet nonton episode-episode “Unlock with Billy Boen” di MetroTv. Dan saya jadi bisa mengekspresikan pemikiran saya dengan lebih efektif. Maksudnya? Sadar ngga sih, saya nulis artikel yang sedang saya tulis ini butuh waktu lebih dari 10 menit? Harus mikir, harus ngetik. Untung kemampuan ngetik saya dengan 10 jari (dan pernah jadi siswa di sekolah SMA saya dengan kemampuan ngetik tercepat). Itupun butuh waktu lebih dari 10 menit untuk nyelesaiin 1 tulisan. Nah, kalau kalian notice, video yang saya posting di youtube, cuma 7-9 menit. Dipikir-pikir, enak juga ya… apalagi video youtube saya ngga pake edit-editan. Sepanjang ngerekam ada salah-salah ngomong, keselimpet ngomongnya, bodo amat. Selesai record, langsung saya upload. 🙂 Yang penting kontennya lah ya. hehehe, ini kata orang yang males ngedit, lebih tepatnya ngga ngerti cara ngedit dan ngga punya waktu untuk ngedit. So there it is… itu jawaban dari pertanyaan kenapa saya masuk ke youtube. Menjawab ya? Kalo ada yang mau komen silahkan ya. Kasih masukan, boleh banget, malah saya tunggu. Thanks! Semoga terus setia baca pemikiran-pemikiran saya di website saya ini dan di youtube saya ini ya. See You ON TOP! Billy Boen Twitter: @billyboen | IG: @billyboenYOT | Youtube: BBC | Linkedin: Billy Boen 22/9/2021 ***Dilarang untuk mengutip keseluruhan maupun sebagian dari BBCNotes yang saya tulis tanpa ijin tertulis dari saya untuk ditulis/diposting di manapun.

Lebih Baik Mana: Jadi Spesialis Atau Generalis

#BBNote50 Kalau dilihat dari berbagai sumber, yang jadi CEO kebanyakan memang dari lulusan Manajemen dan Marketing. Tapi jaman sudah berubah, sekarang dan kedepannya banyak juga lulusan Computer Science yang jadi CEO. Trus, gimana dengan jurusan lain? Apakah hanya tiga jurusan ini yang pantas untuk punya karir cemerlang dan memimpin perusahaan? Pertama-tama, kita harus tau dulu kenapa jurusan Management banyak yang bisa jadi CEO? Karena di kuliah, diajarin gimana caranya memanage dan memimpin tim. Seperti yang kita tau, bahwa suksesnya sebuah perusahaan itu bukan karena satu atau dua orang, tapi karena kerjasama seluruh tim yang ada. Semakin timnya harmonis, ngerti kerjaan satu sama lain, saling membantu, dan tau tujuan yang ingin dicapai perusahaan, semakin besar kemungkinan perusahaannya akan bisa berkembang. Trus, kenapa jurusan Marketing bisa ngelahirin banyak CEO? Karena biasanya perusahaan itu kan ngejual produk atau jasa. Sebelum perusahaan mikirin Divisi Human Resources (HR), yang paling utama dipikirin sama perusahaan setelah nentuin produk dan jasa seperti apa yang ingin dijual adalah gimana cara marketinginnya supaya banyak orang tau dan ujung-ujungnya beli produk dan jasa yang ditawarin tersebut. Kalau sekarang semakin banyak lulusan Computer Science (CS) yang jadi CEO, karena di era digital sekarang ini, banyak produk dan jasa yang diciptakan oleh para lulusan CS ini. Mereka melihat masalah yang ada di masyarakat, kemudian mereka ciptakan teknologinya untuk bisa membantu menyelesaikan masalah tersebut, merekapun menjadi Founder/CEO di perusahaan yang mereka buat itu. Dua perusahaan besar dunia, Google dan Microsoft… CEOnya saat ini dipegang oleh dua orang yang lulusan dari Computer Science: Sundar Pichai (Google/Alphabet) dan Satya Nadela (Microsoft). Nah, jadi, mendingan jadi Spesialis atau Generalis? Menurut saya, balik dulu ke karakter kita masing-masing. Kalo kamu passionate banget sama misalnya Psychology, ya ngga apa juga jadi Spesialis. Jangan maksain untuk jadi Generalis. Kalau kamu sudah tau kalo kamu bukan orang yang passionate terhadap suatu area, ada baiknya kamu pelajarin berbagai area yang bisa menunjang karir kamu. Saya passionatenya sama Brand Management. Saya lulusan MBA dengan fokus ke area tersebut. Saya dari kecil bercita-cita untuk pegang brand keren. Suka aja bikin strategi brand, dari brand yang ngga ngetop jadi ngetop, dari brand yang sudah ngetop bikin biar brandnya tetep ngetop, dst. Saya yang tadinya “Spesialis Brand”, akhirnya bisa juga tuh jadi orang nomer satu di perusahaan. Apapun pilihan kamu, ngga ada benar salahnya. Kamu baru akan tau benar atau salahnya ketika kamu sudah nyemplung di karir/bisnis. Trus, kalo kamu tau ternyata pilihan kamu untuk jadi Spesialis atau Generalis salah, lantas harus gimana? Ya belajarin ilmu atau area yang kamu belum ngerti. Bisa juga dengan perkuat tim kamu sehingga tim kamu bisa ngebantuin kamu di area-area yang memang tidak kamu kuasai. Semua perusahaan saya berbasis teknologi. Saya bukan lulusan Computer Science. Saya ngga ngerti programming. Trus kok bisa? Ya dengan merekrut orang-orang yang memang hebat di programming. As simple as that. Untuk yang mau baca tulisan-tulisan saya lainnya, tinggal browsing aja judul-judulnya di sini. See You ON TOP! Billy Boen Twitter: @billyboen | IG: @billyboenYOT | Linkedin: Billy Boen 8/9/2021 ***Dilarang untuk mengutip keseluruhan maupun sebagian dari BBCNotes yang saya tulis tanpa ijin tertulis dari saya untuk ditulis/diposting di manapun.

Inilah Investasi Terbaik Saya

#BBCNote49 Di twitter, follower saya minta saya nulis di sini, apa investasi terbaik yang pernah saya lakuin. Dia minta saya sharing karena dia liat saya tulis berapa jumlah perusahaan yang saya bikin dan/atau invest yang gagal. Jadi untuk yang taunya sekarang saya punya beberapa perusahaan, bukan berarti saya ngga pernah gagal. Saat ini pun, ngga semua perusahaan yang saya miliki cemerlang… kena hantam pandemi? Jelas iya. Tapi so far, belum ada yang harus gulung tikar. Jadi sejak saya pertama kali invest di PT Jakarta International Management (modeling agency terbaik di Indonesia: JIMModels) hingga sekarang, apa investasi terbaik yang pernah saya lakuin dan hasilnya seperti apa? Saya harus akui, ya Young On Top. Kalau soal perjalanan saya bangun YOT, sudah saya tulis seluruhnya di Buku “Y”. Jadi ngga akan saya bahas di sini. Pertanyaan lanjutannya, kenapa YOT yang jadi investasi terbasik saya? Emang YOT sekarang berapa revenuenya, berapa valuasi perusahaannya? Pertanyaan seperti ini sah-sah saja, karena memang ketika kita melihat investasi di perusahaan, yang paling gampang menilai bagusnya investasi tersebut ya dari revenue/profit perusahaan dan valuasi perusahaan tersebut. Buat saya, YOT lebih dari itu. Karena YOT, lahirnya program TV, program Radio, dan juga masuknya perusahaan-perusahan berikut ke dalam ekosistem YOT Group: GDILab.com, topkarir.com, hipwee.com, maingame.com, bizhare.id, socialconnext.app, dan umkmlab.com. Karena YOT-lah, pintu saya terbuka untuk bisa bermitra bisnis via perusahaan-perusahaan tersebut di atas dengan orang-orang besar seperti mas Andy Noya, pak Rudhy Buntaram (Optik Seis), mba Noni Purnomo (former Dirut Blue Bird), bu Tuti Hadiputranto (founder HHP Law Firm/komisaris Astra International), mas Arif Rachmat (Triputra Group), mas Anthony Gan (Gan Kapital), pak Sudhamek (Garuda Food), Gunawan Susanto (Country Mgr AWS Indonesia), mas Ben Subiakto (founder Ideafest), mba Veronica Colondam (founder & CEO YCAB Foundation), mas Ronald Walla (Dirut Wismilak/Ketua APINDO UMKM), pak Harry Surjanto (CTI Group), dan beberapa lainnya. Karena cara saya mengembangkan YOT Group jugalah yang bikin saya punya kesempatan untuk mimpin Kejora-SBI Orbit Indonesia Fund, VC yang mengelola dana investasi $30 juta untuk startup Indonesia. Kalau balik ke pertanyaan apakah YOT sendiri adalah perusahaan yang menghasilkan? Iya, YOT profitable tapi profitnya tidak saya ambil. Berapa valuasi YOT? Ini yang ngga bisa saya disclosed. Yang pasti YOT punya saham di perusahaan-perusahaan yang ada di Ekosistem YOT Group itu. Saya ngga mau pusingin valuasi, ini cuma di atas kertas. Yang lebih penting, seberapa besar YOT Group bisa kasih impact untuk Indonesia kedepannya. Semoga udah ngga penasaran lagi ya. Now, apa investasi terbaik yang pernah kamu lakuin? Share ya. See You ON TOP! Billy Boen Twitter: @billyboen | IG: @billyboenYOT | Linkedin: Billy Boen 2/9/2021 ***Dilarang untuk mengutip keseluruhan maupun sebagian dari BBCNotes yang saya tulis tanpa ijin tertulis dari saya untuk ditulis/diposting di manapun