#BBCNote33 Sejak saya fokus ngembangin YOT yang sekarang sudah menjelma menjadi sebuah grup perusahaan, invest di sana sini, saya selalu coba buka mata saya dan dalam hati nanya: “Invest di mana ya yang bisa bantu ngembangin ekosistem YOT?” Jadi sejak saat itu hingga sekarang, semua perusahaan yang saya invest dan diinvest oleh YOT maupun anak perusahaannya, ngga jauh-jauh dari purposenya YOT: “to create stronger next generations of Indonesia”, yes, fokusnya ke pengembangan anak-anak muda Indonesia. Titik. Tapi, sejak pertengahan tahun 2020, saya bergabung di keluarga Kejora Capital, pimpin sebuah Fund sebesar $30juta (Rp420+ miliar) yang fokus untuk memberikan pembiayaan kepada startup (berbasis tech) Indonesia. Nah di sini, kacamata investasi saya menjadi lebih besar. Ngga lagi, hanya melihat perusahaan-perusahaan dan industri yang terpatok kepada purposenya YOT. Wawasan sayapun dipaksa untuk berkembang, “beyond YOT”. Jadi, apa yang menarik untuk diinvest di tahun ini, menurut saya? Here you go: Industri “masa depan”. Kalau selama ini sering kita dengar industri yang “sunset” (terbenam) seperti rokok, nah yang saya maksud di sini adalah yang kebalikannya. Contoh: renewable energy (energi terbarukan). Perusahaannya yang kayak gimana? Contoh: solar pannel, electric vehicle (EV). Padat modal dong? Sayangnya iya. Kalau punya kemampuan untuk bikin perusahaan dari nol, coba bikin, karena ini industri yang pasti akan semakin besar. Thanks to Elon, yang bikin Tesla dan Solar City, nih industri jadi ngetop dan diminati banyak orang di seluruh dunia. Edutech. Saya ngga cuma bahas sebatas platform belajar online. Tapi lebih kepada bagaimana bikin education yang meleverage technology, menggabugnkan offline dan online, alias hybrid. O2O-nya jalan (offline to online, dan sebaliknya). Dan kalau bisa, mendisrupsi formal education yang ada, bukan hanya sebatas di informal education. RetailTech. Contoh: FMCGtech. Kayaknya saya belum pernah dengar istilah ini, hmm, jangan-jangan ini kata baru saya ciptain 5 detik yang lalu? hehe. Anyway, ini adalah perusahaan offline fast moving consumer goods yang seluruh konsepnya menggunakan mindset startup. Jadi kalo bicara growthnya, bukan lagi 10% YoY, tapi 2x, 3x YoY. Bisa apa ngga? Saya cukup yakin kalau mindset dan mentalnya tepat, bisa. Selain FMCGTech, juga bisa BrandTech atau FashionTech. Intinya, bikin brand/fashion yang menggunakan technology sebagai fondasi utamanya. Termasuk di dalam sini, Social Commerce, jualan dengan menggunakan sosial media yang terintegrasi sampai ke inventori, pengiriman, pembayaran, dsb. Yang berminat untuk lakuin ini, bisa coba umkmlab.com. Agritech. Peternakan, perikanan, perkebunan yang juga mengandalkan technology. Of course, ngga bisa semuanya pake tech, makanya harus konsep O2O-nya beneran dijalanin. Setelah 1 tahun lebih PT Ternak Kambing Indonesia (Teki) berdiri, di tahun ini, saya akan pastikan Teki akan mulai perlahan namun pasti menggunakan tech. VIP Investor bisa liat kambingnya, dan semua kambing ternaknya akan punya barcode sehingga asalnya, kapan dibelinya, beratnya pada saat dibeli/saat itu, dan kapan terjualnya di berat berapa akan terekam dengan baik dan bisa diakses oleh BOD dan tim analis untuk improvement manajemennya. Hanya dengan begini, Teki bisa beneran manage 50,000 – 100,000 ekor kambing, sesuai mimpinya ketika didirikan. Healthtech. Semakin saya ngobrol sama teman-teman, semakin saya sering dengar betapa mereka meragukan pelayanan kesehatan di Indonesia. Semua teman-teman kaya saya, kalau berobat, cek kesehatan pasti ke Singapore, sebagian ada yang ke Penang. Diagnosa yang salah, sampai ayahnya meninggal, istrinya telat penanganan kankernya… adalah segelintir cerita sedih yang harus saya dengar dari teman saya. Jadi, healthtech seperti apa? Bukannya sudah ada HaloDoc, AloDoc, dll? Iya, tapi belum cukup. Masih banyak improvement yang bisa dilakukan. Seperti apa? I dont know. Berharap ada anak muda yang cukup gila idenya dan pitching ke saya untuk diinvest. 🙂 “Tapi mas Billy, saya ngga punya uang untuk invest di perusahaan-perusahaan tersebut. Gimana dong?” Justru tujuan saya nulis di sini biar ngebuka pemikiran kalian semua untuk coba ciptain perusahaan-perusahaan di industri yang sebut di atas. Kenapa? Karena banyak VC atau Angel Investor yang akan berminat untuk invest di perusahaan kamu. Daripada bikin yang sudah banyak, yang sudah banjir… kamu pasti akan susah dapetin investor. Good luck! See You ON TOP! Billy Boen Twitter: @billyboen | IG: @billyboenYOT | Facebook: @billyboenYOT | Linkedin: Billy Boen 31/1//2021 ***Dilarang untuk mengutip keseluruhan maupun sebagian dari BBCNotes yang saya tulis tanpa ijin tertulis dari saya untuk ditulis/diposting di manapun
5 Industri yang Menarik untuk Diinvest Tahun ini