Inilah Investasi Terbaik Saya

#BBCNote49

Di twitter, follower saya minta saya nulis di sini, apa investasi terbaik yang pernah saya lakuin. Dia minta saya sharing karena dia liat saya tulis berapa jumlah perusahaan yang saya bikin dan/atau invest yang gagal. Jadi untuk yang taunya sekarang saya punya beberapa perusahaan, bukan berarti saya ngga pernah gagal. Saat ini pun, ngga semua perusahaan yang saya miliki cemerlang… kena hantam pandemi? Jelas iya. Tapi so far, belum ada yang harus gulung tikar.

Jadi sejak saya pertama kali invest di PT Jakarta International Management (modeling agency terbaik di Indonesia: JIMModels) hingga sekarang, apa investasi terbaik yang pernah saya lakuin dan hasilnya seperti apa?

Saya harus akui, ya Young On Top. Kalau soal perjalanan saya bangun YOT, sudah saya tulis seluruhnya di Buku “Y”. Jadi ngga akan saya bahas di sini. Pertanyaan lanjutannya, kenapa YOT yang jadi investasi terbasik saya? Emang YOT sekarang berapa revenuenya, berapa valuasi perusahaannya? Pertanyaan seperti ini sah-sah saja, karena memang ketika kita melihat investasi di perusahaan, yang paling gampang menilai bagusnya investasi tersebut ya dari revenue/profit perusahaan dan valuasi perusahaan tersebut.

Buat saya, YOT lebih dari itu. Karena YOT, lahirnya program TV, program Radio, dan juga masuknya perusahaan-perusahan berikut ke dalam ekosistem YOT Group: GDILab.com, topkarir.com, hipwee.com, maingame.com, bizhare.id, socialconnext.app, dan umkmlab.com. Karena YOT-lah, pintu saya terbuka untuk bisa bermitra bisnis via perusahaan-perusahaan tersebut di atas dengan orang-orang besar seperti mas Andy Noya, pak Rudhy Buntaram (Optik Seis), mba Noni Purnomo (former Dirut Blue Bird), bu Tuti Hadiputranto (founder HHP Law Firm/komisaris Astra International), mas Arif Rachmat (Triputra Group), mas Anthony Gan (Gan Kapital), pak Sudhamek (Garuda Food), Gunawan Susanto (Country Mgr AWS Indonesia), mas Ben Subiakto (founder Ideafest), mba Veronica Colondam (founder & CEO YCAB Foundation), mas Ronald Walla (Dirut Wismilak/Ketua APINDO UMKM), pak Harry Surjanto (CTI Group), dan beberapa lainnya.

Karena cara saya mengembangkan YOT Group jugalah yang bikin saya punya kesempatan untuk mimpin Kejora-SBI Orbit Indonesia Fund, VC yang mengelola dana investasi $30 juta untuk startup Indonesia.

Kalau balik ke pertanyaan apakah YOT sendiri adalah perusahaan yang menghasilkan? Iya, YOT profitable tapi profitnya tidak saya ambil. Berapa valuasi YOT? Ini yang ngga bisa saya disclosed. Yang pasti YOT punya saham di perusahaan-perusahaan yang ada di Ekosistem YOT Group itu. Saya ngga mau pusingin valuasi, ini cuma di atas kertas. Yang lebih penting, seberapa besar YOT Group bisa kasih impact untuk Indonesia kedepannya.

Semoga udah ngga penasaran lagi ya. Now, apa investasi terbaik yang pernah kamu lakuin? Share ya.

See You ON TOP!

Billy Boen

Twitter: @billyboen | IG: @billyboenYOT | Linkedin: Billy Boen

2/9/2021

***Dilarang untuk mengutip keseluruhan maupun sebagian dari BBCNotes yang saya tulis tanpa ijin tertulis dari saya untuk ditulis/diposting di manapun